GARUT, // PropamNewstv.id – Pasar Cikajang, salah satu urat nadi perekonomian di Kabupaten Garut, kini kondisinya kian memprihatinkan. Sebagai pasar rujukan bagi warga di wilayah Garut Selatan, kondisi infrastruktur yang buruk kontras dengan vitalitas transaksi ekonomi yang terjadi setiap harinya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Pasar Cikajang menjadi tujuan utama belanja bagi masyarakat dari berbagai kecamatan, mulai dari Cisompet, Banjarwangi, Singajaya, hingga Cihurip. Namun, para pedagang dan pengunjung harus berjibaku dengan fasilitas yang jauh dari kata layak.

Infrastruktur Rusak dan Ancaman Banjir
Kondisi bangunan fisik, terutama deretan toko dan los pasar, terlihat sudah mulai lapuk dimakan usia. Masalah utama yang paling dikeluhkan adalah sistem drainase dan tata ruang pasar yang buruk.
Jika hujan deras melanda, air dari area jalan raya kerap meluap dan masuk ke kawasan pasar. Akibatnya, area dalam pasar berubah menyerupai kubangan air yang berlumpur, menyulitkan akses bagi pembeli dan menurunkan higienitas barang dagangan.
Wacana Renovasi yang Terhambat
Hingga saat ini, rencana renovasi total Pasar Cikajang yang dinanti-nantikan masyarakat masih sekadar menjadi wacana. Padahal, sebagai pusat perputaran ekonomi, keberadaan pasar yang bersih dan nyaman merupakan kebutuhan mendesak untuk menunjang kesejahteraan warga Garut Selatan.
Sejumlah pedagang berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata. Menurut mereka, kenyamanan pasar adalah kunci utama agar roda ekonomi tetap berputar stabil di tengah persaingan dengan ritel modern. (Red)








