Tradisi Celak Timur Tengah yang Bermakna Spiritual dan Jadi Warisan Budaya UNESCO

- Reporter

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dunia //propamnewstv.id – Celak (eyeliner) ribuan tahun lalu dikenakan oleh laki-laki dan perempuan masyarakat Timur Tengah. Tradisi ini bukan cuma untuk keindahan dan kesehatan mata, tapi juga bermakna spiritual.

“Saat saya memakai eyeliner di tempat tinggal saya di Brooklyn [AS] yang begitu jauh dari kampung halaman, saya merasa seperti terhubung dengan ibu saya, nenek saya, dan dengan perempuan di seluruh Timur Tengah,” kata jurnalis bernama Zahra Hankir.

Desember lalu Badan Kebudayaan PBB, UNESCO, memasukkan kohl ke dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda. Kohl adalah kosmetik mata berwarna gelap, yang secara tradisional diaplikasikan, baik oleh perempuan dan laki-laki, di sekitar mata.

Kohl dalam bahasa Inggris sepadan dengan istilah eyeliner, sementara bahasa Indonesia mengenalnya dengan sebutan celak. Kohl memiliki akar yang membentang ribuan tahun.

Di wilayah lainnya, kohl dikenal dengan nama yang berbeda, seperti kajal di Asia Selatan, tiro di Nigeria, dan sormeh di Iran.

Secara tradisional kohl terbuat dari antimon, timbal, atau mineral lainnya. Adapun produk versi modernnya mengandung bahan-bahan lain.

Kosmetik ini memiliki makna khusus bagi penulis berdarah Lebanon, Zahra Hankir, yang keluarganya pindah ke Inggris untuk menghindari perang saudara tahun 1975.

“Dulu saya sering memperhatikan ibu saya merias wajahnya ketika kami tinggal berjauhan. Saya merasa dia terhubung dengan sesuatu yang sangat dalam,” ujarnya yang menulis buku berjudul Eyeliner: A Cultural History.

Menurutnya, pengakuan UNESCO membingkai kohl bukan sekedar tren atau produk, tapi sebagai praktik budaya yang hidup dan layak dilindungi.

“Penetapan oleh UNESCO membantu melindungi pengetahuan, ritual, dan keahlian yang terkait dengan pembuatan dan pemakaian kohl, memastikan bahwa hal-hal tersebut didokumentasikan, ditransmisikan, dan dihargai lintas generasi daripada diencerkan atau hilang oleh budaya kecantikan komersial yang terglobalisasi,” ujarnya.

Asal usul kohl dapat ditelusuri ke peradaban kuno di Mesir, Mesopotamia, dan Persia. Di Mesir Kuno, menurut Hankir, kohl dipakai semua orang, tanpa memandang jenis kelamin atau kelas.

Berita Terkait

32 Tim Banua Anam Ramaikan Turnamen Bola Volly Dandim Cup I 2026
PERI Santuni 25 Anak Yatim pada HUT ke-6, Perkuat Solidaritas Jelang Ramadhan 1447 H
BUMDes Jadi Ujung Tombak Pemberdayaan Ekonomi Desa, Sukanegara Sukses Kembangkan Budidaya Gurame
Cegah balap liar dini hari, Polres Tabalong Tindak Tegas Motor Tak Sesuai Standar
Bupati Bandung Hadiri Konferensi MWC NU Pacet
PERSIB Diminta Tampil Habis-habisan Jelang Laga Leg Kedua Kontra Ratchaburi FC
Sigap dan Responsif, Prajurit Yonif TP 833/BD Evakuasi Korban Kecelakaan di Jalan Lintas Kalimantan
Polsek Limbangan Intensifkan Patroli KRYD, Antisipasi Premanisme dan Kejahatan C3.

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 14:34

32 Tim Banua Anam Ramaikan Turnamen Bola Volly Dandim Cup I 2026

Minggu, 15 Februari 2026 - 13:07

PERI Santuni 25 Anak Yatim pada HUT ke-6, Perkuat Solidaritas Jelang Ramadhan 1447 H

Minggu, 15 Februari 2026 - 12:37

BUMDes Jadi Ujung Tombak Pemberdayaan Ekonomi Desa, Sukanegara Sukses Kembangkan Budidaya Gurame

Minggu, 15 Februari 2026 - 11:49

Cegah balap liar dini hari, Polres Tabalong Tindak Tegas Motor Tak Sesuai Standar

Minggu, 15 Februari 2026 - 10:12

Bupati Bandung Hadiri Konferensi MWC NU Pacet

Minggu, 15 Februari 2026 - 09:04

Sigap dan Responsif, Prajurit Yonif TP 833/BD Evakuasi Korban Kecelakaan di Jalan Lintas Kalimantan

Minggu, 15 Februari 2026 - 06:44

Polsek Limbangan Intensifkan Patroli KRYD, Antisipasi Premanisme dan Kejahatan C3.

Minggu, 15 Februari 2026 - 06:41

Tingkatkan Intensitas Patroli Pantai, Polisi Hadir Pastikan Keamanan Wisatawan di Karangpapak

Berita Terbaru

Berita

Bupati Bandung Hadiri Konferensi MWC NU Pacet

Minggu, 15 Feb 2026 - 10:12

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x