Setahun Muhidin – Hasnur, “Upau, Kada Bapala” Oleh Noorhalis Majid

- Reporter

Kamis, 5 Maret 2026 - 05:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KALSEL //propamnewstv.id/ Perubahan apa sepanjang satu tahun ini? Ketika pertanyaan itu diajukan di media sosial dan komunitas-komunitas warga, sebagian besar komentar menyebutnya “upau”, alias tidak ada. Upau itu ungkapan Banjar yang unik, artinya lebih mirip seperti “zonk”, terpedaya, tidak sesuai antara harapan dengan kenyataan. Boleh jadi kesalahannya karena espektasi terlalu tinggi, sehingga ketika tidak sesuai harapan, yang timbul adalah kekecewaan. Tgl 04-03-2026 Banjar Kalimantan Selatan.

Mestinya sepanjang satu tahun ini tergambar jelas mau dibawa kemana banua ini. Minimal publik secara umum tahu, tentang banua yang sedang berbenah mengenai apa dan menuju kemana. Jujur, ketika ditanya kepada banyak orang, termasuk yang dianggap pintar dan kerap mengamati perkembangan banua, tidak ada kejelasan banua mau dibawa kemana?

Sektor pertanian, dan penguatan petani? Perikanan, khususnya nelayan pesisir, termasuk nelayan tangkap dan budidaya? Pun perkebunan karet, rotan dan segala industri penopangnya? Sektor pendidikan, adakah beasiswa untuk menjangkau universitas-universitas ternama bagi generasi cerdas banua? Olahraga, adakah pembenahan fasilitas, sarana prasaran, serta event-event yang diciptakan agar bersaing secara nasional? kecuali rencana studion sepakbola yang nanti pasti eksklusif. Pariwisata, adakah upaya untuk membenahi dan menatanya dalam segala lini? infrastruktur, berapa panjang ruas jalan baru yang akan dirintis? dan lain-lain sektor.

Berbagai program yang melibatkan partisipasi publik, dukungannya justru dipangkas. Sejumlah lembaga kemasyarakatan yang diniatkan membantu tugas pemerintah, anggarannya dibikin nol, sehingga partisipasinya dianggap tidak penting.

Publik justru disuguhkan berita serimonial yang tak berkesudahan dan minim dampak. Perjalanan dinas “sambung puting”, entah apa hasilnya bagi kesejahteraan warga. Rencana Pembangunan rumah dinas yang nilainya ratusan miliar. Respon serampangan “banyaki acara”, terkait banjir, bencana ekologi yang menyengsarakan warga di sebagian besar banua. Praktik KKN berbagai jabatan publik yang dianggap wajar dan strategis. Deposito trilyunan dana APBD di Bank Kalsel yang dianggap menguntungkan bagi daerah.

Kalau hal-hal yang tidak penting dan bukan persoalan mendasar yang dilakukan sepanjang setahun ini, maka kebudayaan Banjar lagi-lagi mengkritik dengan satu ungkapan, “kada bapala”.

Lebih dari sekedar tidak bermakna. “Kada bapala” artinya, bukan hal seperti itu yang warga bayangkan dan harapkan. Warga tahu, pemerintah punya kemampuan, punya dana, sumber daya, potensi, dan segalanya. Tenaga ahlinya banyak, namun hanya jagi hiasan. Stafnya pintoar-pintar tapi cuman jadi panjangan serimonial. Dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki, mestinya banyak hal yang bisa dilakukan agar banua lebih maju dan sejahtera.

Tentu masih ada waktu untuk berbenah dan sadar, sehingga di tahun-tahun berikutnya, kerja pemerintahan menjadi “bapala”, bisa diharapkan dan diandalkan untuk membangun kesejahteraan bersama. Bukankan janji pian “bekerja bersama, merangkul semua”? bukan “berpura-pura bekerja, merangkul sanak keluarga”?

Nm (Red)

Berita Terkait

IBITEK Gelar PKK-MB Agar Para Mahasiswa Baru Kenal Kampus dan Warga Kampus Untuk Jadi Lulusan Punya Keahlian Bidang Teknologi Maupun Bidang Bisnis
Karyawan PT.BPP Lakukan Unras Di kejaksaan Negeri Tabalong, Polres Tabalong Layani pengunjuk rasa
UPT Puskesmas Labuan Gelar Cek Kesehatan Gratis di MTs/MA Masyariqul Anwar, Dorong Gaya Hidup Sehat Sejak Dini
Khidmat dan Penuh Kebersamaan, Warga Kampung Sudimampir Gelar Maulid Nabi 1448 H
Kemarau Panjang, TRC BPBD-PK dan Koramil 0116/Cikeusik Salurkan Air Bersih hingga Larut Malam
Wujud Polri Presisi Humanis, Polres HST Bantu Air Bersih Kepada Masyarakat Desa Bulayak
75 Personel Gabungan Amankan Tabliqh Akbar Maulid Nabi di Lapangan Dwi Warna Barabai
UPT Puskesmas Carita Gelar Tracing TBC Terintegrasi, Temukan Kasus Sejak Dini  
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 07:39

IBITEK Gelar PKK-MB Agar Para Mahasiswa Baru Kenal Kampus dan Warga Kampus Untuk Jadi Lulusan Punya Keahlian Bidang Teknologi Maupun Bidang Bisnis

Sabtu, 5 September 2026 - 05:31

Karyawan PT.BPP Lakukan Unras Di kejaksaan Negeri Tabalong, Polres Tabalong Layani pengunjuk rasa

Sabtu, 5 September 2026 - 05:14

UPT Puskesmas Labuan Gelar Cek Kesehatan Gratis di MTs/MA Masyariqul Anwar, Dorong Gaya Hidup Sehat Sejak Dini

Kamis, 3 September 2026 - 13:45

Khidmat dan Penuh Kebersamaan, Warga Kampung Sudimampir Gelar Maulid Nabi 1448 H

Kamis, 3 September 2026 - 13:37

Kemarau Panjang, TRC BPBD-PK dan Koramil 0116/Cikeusik Salurkan Air Bersih hingga Larut Malam

Kamis, 3 September 2026 - 07:43

75 Personel Gabungan Amankan Tabliqh Akbar Maulid Nabi di Lapangan Dwi Warna Barabai

Kamis, 3 September 2026 - 04:50

UPT Puskesmas Carita Gelar Tracing TBC Terintegrasi, Temukan Kasus Sejak Dini  

Kamis, 3 September 2026 - 03:58

Cegah Balap Liar, Satlantas Polres Tabalong Tingkatkan Patroli Malam Hari

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x