Sekutu AS Bujuk Trump Batalkan Serangan ke Iran

- Reporter

Kamis, 29 Januari 2026 - 05:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

New York, // PropamNewstv.id- Sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah tengah berupaya membujuk Presiden Donald Trump agar membatalkan niatnya untuk menyerang Iran selama beberapa pekan terakhir, demikian dilaporkan The New York Times.

Para sekutu AS tersebut, seperti dilaporkan Sputnik dan dikutip Antara pada Kamis 29 Januari 2026, disebut khawatir bahwa kemungkinan serangan Amerika Serikat terhadap Iran dapat menyeret seluruh kawasan ke dalam konflik besar-besaran.

Qatar, Arab Saudi, dan Oman telah membujuk Presiden AS Donald Trump untuk menghindari serangan terhadap Iran, mengutip sumber-sumber terkait. Negara-negara Teluk tersebut meminta Trump untuk “memberi Iran kesempatan.”

Protes meletus di Iran pada akhir Desember 2025 di tengah kekhawatiran atas meningkatnya inflasi yang dipicu oleh melemahnya mata uang lokal, rial Iran.

Aksi unjuk rasa semakin intensif sejak sejak 8 Januari, menyusul seruan dari Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan pada 1979. Pada hari yang sama, akses internet diblokir di negara tersebut.

Di beberapa kota di Iran, protes berubah menjadi bentrokan dengan polisi ketika para demonstran meneriakkan slogan-slogan yang mengkritik pemerintah. Terdapat laporan mengenai korban di kalangan aparat keamanan maupun para demonstran.

Pada akhir Desember, Trump mengatakan ia akan mendukung serangan baru terhadap Iran jika Teheran berupaya melanjutkan pengembangan program rudal dan nuklirnya.

Kemudian, di tengah gelombang protes di Iran, Trump mengancam negara tersebut dengan serangan besar jika ada demonstran yang terbunuh.

Posisi Rezim Paling Lemah ?

New York Times seperti dikutip Jordan News pada Rabu melaporkan bahwa Trump meninjau beberapa laporan intelijen yang menunjukkan bahwa cengkeraman kekuasaan Iran berada pada titik terlemahnya sejak revolusi 1979 yang menggulingkan Shah Mohammad Reza Pahlavi.

Menurut “beberapa orang yang mengetahui informasi tersebut,” laporan intelijen juga menyimpulkan bahwa posisi Teheran terus memburuk.

Laporan-laporan ini muncul 30 hari setelah protes meluas di seluruh Iran terhadap rezim Mullah, yang awalnya dipicu oleh keresahan ekonomi dan frustrasi publik atas meningkatnya biaya hidup. Ini sebelum protes meningkat karena tindakan keras pihak berwenang terhadap para demonstran.

Data dari Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS mengklaim 6.126 kematian selama protes, termasuk 5.777 demonstran, dengan tambahan 17.091 kematian yang masih dalam penyelidikan.

Ratusan aparat Iran juga tewas dibunuh oleh demonstran yang disebut jurnalis Israel dipersenjatai oleh Mossad dan CIA.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa pihak berwenang menangkap 41.880 orang selama 30 hari protes. Akses internet dibatasi di beberapa wilayah Iran selama setidaknya 18 hari, menurut data NetBlocks.

Pada saat yang sama, perselisihan internal di antara para pejabat Iran tampaknya meningkat. Lembaga yang berbasis di AS, Institute for the Study of War, mengklaim bahwa semakin banyak pejabat Iran membocorkan informasi rahasia mengenai praktik represif rezim terhadap para demonstran.

Bertentangan dengan pernyataan resmi, dua pejabat Iran yang mengetahui perintah Pemimpin Tertinggi Khamenei mengatakan kepada New York Times bahwa pasukan rezim diinstruksikan untuk menekan protes dengan peluru tajam dan untuk “tidak menunjukkan belas kasihan.”

Selain itu, dua pejabat senior Iran mengklaim kepada majalah Time bahwa hingga 30.000 orang mungkin telah tewas antara 8 dan 9 Januari, angka yang bertentangan dengan laporan resmi rezim kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB, yang hanya menyebutkan 3.117 kematian.

(Sumber : Tempo)

Berita Terkait

Pengacara Choirun Nidzar Alqodari S.H Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polda Jateng
Gelar KRYD, Polisi Berhasil Amankan Ribuan Botol Miras di Jepara
Harga Kebutuhan Pokok Melonjak di Kabupaten Bandung, Pedagang Pasar Tradisional Keluhkan Penurunan Omzet
Kunjungan Insan Pers ke SDN Sukadame 2 Disambut Hangat, Dewan Guru Sampaikan Harapan Pembangunan
Harga Kebutuhan pokok Makin Melambung , Masyarakat Kecil Menjerit
Jajaki Usia ke-53, PAM Bandarmasih Diharapkan Fokus Inovasi dan Pemerataan Air Bersih
Antusias Warga Kampung Cipariuk Gelar Gotong Royong Bersihkan Jalan Poros Desa
Jasa Raharja Kalsel dan Polsek Beruntung Baru Gelar Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas di Ponpes Takhashush Diniyah

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 05:26

Pengacara Choirun Nidzar Alqodari S.H Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polda Jateng

Jumat, 13 Februari 2026 - 05:24

Gelar KRYD, Polisi Berhasil Amankan Ribuan Botol Miras di Jepara

Jumat, 13 Februari 2026 - 03:44

Harga Kebutuhan Pokok Melonjak di Kabupaten Bandung, Pedagang Pasar Tradisional Keluhkan Penurunan Omzet

Jumat, 13 Februari 2026 - 03:39

Kunjungan Insan Pers ke SDN Sukadame 2 Disambut Hangat, Dewan Guru Sampaikan Harapan Pembangunan

Jumat, 13 Februari 2026 - 03:33

Harga Kebutuhan pokok Makin Melambung , Masyarakat Kecil Menjerit

Jumat, 13 Februari 2026 - 02:03

Antusias Warga Kampung Cipariuk Gelar Gotong Royong Bersihkan Jalan Poros Desa

Jumat, 13 Februari 2026 - 01:59

Jasa Raharja Kalsel dan Polsek Beruntung Baru Gelar Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas di Ponpes Takhashush Diniyah

Jumat, 13 Februari 2026 - 00:59

Jajaki Usia ke-53, PAM Bandarmasih Diharapkan Fokus Inovasi dan Pemerataan Air Bersih

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x