Kabupaten Ciamis, // PropamNewstv.id – Pemerintah Kabupaten Ciamis terus memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan Program Prioritas Nasional melalui optimalisasi Kolaborasi Daerah Mandiri Pangan (KDMP) dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Upaya tersebut dibahas secara komprehensif dalam Forum Group Discussion (FGD) yang digelar di Ruang OP Room Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Senin (12/01/2026).
Kegiatan FGD dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, H. Andang Firman, serta dihadiri Staf Ahli Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Forum ini juga diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Ciamis, perwakilan pelaku usaha, serta tamu undangan terkait.
Dalam arahannya, Sekda Ciamis menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengaktifkan dan menyelaraskan dua program nasional strategis, yakni KDMP dan MBG, sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
“Pemenuhan kebutuhan bahan pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis diarahkan agar bersumber dari KDMP. Tujuannya untuk mengangkat komoditas unggulan daerah serta memberikan manfaat langsung bagi petani lokal,” ujar H. Andang Firman.
FGD ini menjadi wadah diskusi lintas sektor guna mengidentifikasi berbagai tantangan dan kebutuhan dalam implementasi kedua program tersebut. Sejumlah isu strategis yang dibahas antara lain pentingnya pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pendukung, penguatan ketahanan pangan daerah, serta belum terintegrasinya KDMP dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang saat ini telah memiliki ekosistem tersendiri.
Forum juga menyoroti belum ditetapkannya menu MBG secara harian, mingguan, maupun bulanan, yang berdampak pada belum tersusunnya pola tanam komoditas pangan. Selain itu, penentuan komoditas unggulan yang akan disuplai ke program MBG dinilai masih perlu dimatangkan.
Permasalahan lain yang mengemuka meliputi keterbatasan distribusi mobil maskara dari pemerintah provinsi yang sangat dibutuhkan untuk menjangkau 116 desa di Kabupaten Ciamis, serta urgensi penyediaan fasilitas cold storage guna menjaga kualitas dan kesegaran bahan pangan.
FGD juga menekankan pentingnya pengembangan Mikro Organisme Lokal (MOL) sebagai pupuk alternatif berbasis pemanfaatan limbah. Dari sisi regulasi, peserta mencermati belum jelasnya aturan turunan dari Instruksi Presiden Nomor 17 terkait percepatan gerai KDMP yang dinilai perlu segera diperjelas untuk mendukung implementasi di daerah.
Selain itu, isu fluktuasi harga pasar turut menjadi perhatian, khususnya kenaikan harga daging dan bawang di Pasar Ciamis, serta permasalahan rantai distribusi pangan yang berdampak pada stabilitas pasokan dan harga.
Melalui FGD ini, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat, provinsi, daerah, serta seluruh pemangku kepentingan, sehingga implementasi KDMP dan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan demi mewujudkan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Aziz Bandung








