SINTANG,//PropamNewsTV.id – Di balik lengangnya lalu lintas laporan, layanan Call Center 110 Polres Sintang membuktikan bahwa kesiapsiagaan tak mengenal sepi. Meski hanya menerima satu panggilan masuk dalam rentang 12 jam piket pada Selasa (24/3/2026), respons cepat aparat menjadi penentu keselamatan warga yang membutuhkan pertolongan darurat.
Sejak pukul 08.00 hingga 20.00 WIB, dua personel operator, Aipda Supardi dan Briptu Hermes, berjaga penuh di balik saluran darurat. Data mencatat hanya ada satu panggilan yang masuk, namun direspons tanpa celah.
Panggilan tersebut diterima pada pukul 10.39 WIB dari seorang perempuan berinisial GTW. Melalui ujung telepon, ia melaporkan kondisi darurat medis dari sebuah penginapan di kawasan Sungai Ukoi, Kecamatan Sungai Tebelian, dan memohon pengawalan polisi menuju rumah sakit.
Tak butuh waktu lama, operator 110 segera berkoordinasi dengan Polsek Sungai Tebelian. Hanya berselang empat menit, tepat pukul 10.43 WIB, Aipda Ilham Hadi dan Briptu Topani Simatupang tiba di lokasi menggunakan ambulans dinas. Korban langsung dievakuasi dengan sigap menuju RSUD Ade M. Djoen Sintang.
Kapolres Sintang AKBP Sanny Handityo menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat adalah prioritas utama yang harus ditangani secara cepat, tepat, dan humanis.
“Meski hanya satu panggilan yang masuk, kami tetap memberikan respons maksimal. Layanan 110 adalah bentuk komitmen Polri untuk hadir 24 jam memberikan rasa aman dan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tegas AKBP Sanny.
Polisi memastikan korban telah mendapatkan perawatan medis dan didampingi pihak keluarga sebelum meninggalkan rumah sakit. Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa Call Center 110 bukan sekadar angka statistik, melainkan jalur penyelamat yang selalu siaga menjawab kebutuhan darurat masyarakat di Kabupaten Sintang. ( Red )







