KANDANGAN, // PropamNewstv.id – Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE), Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc., menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan yang digelar di Pendopo Bupati Hulu Sungai Selatan, Jumat (13/2/2026) malam.
Musda lima tahunan ini mengusung tema strategis, “Meneguhkan Peran Ulama Untuk Mewujudkan Kemakmuran Banua dan Kesejahteraan Masyarakat.” Kegiatan berlangsung khidmat, diawali lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Qari Ahmad Kamaruddin.
Pembukaan secara resmi dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi, H. Muhammad Syarifuddin, mewakili Gubernur Kalimantan Selatan. Prosesi ditandai dengan pemukulan rebana bersama oleh perwakilan Pengurus MUI Pusat, Pengurus Wilayah, Pengurus Daerah, tokoh ulama, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, serta Bupati Hulu Sungai Selatan.
Dr. Abrani Sulaiman menyampaikan bahwa Musda merupakan wadah konsolidasi dan perputaran pemikiran dalam menjawab aspirasi masyarakat.
“Musda ini adalah wadah konsolidasi, tempat perputaran pemikiran untuk menjawab aspirasi masyarakat. Selain muzakarah dan sidang pleno yang menghadirkan narasumber dari Polda serta MUI Pusat, agenda utama kita adalah memilih Dewan Pengurus dan Dewan Pertimbangan MUI periode 2026–2031,” ujarnya melalui pesan WhatsApp kepada media.
Senada dengan itu, Ketua Senat UNUKASE, Dr. Berry Nahdian Forqan, S.P., M.S., yang turut menghadiri Musda, menegaskan pentingnya momentum tersebut.
“Musda ini bukan hanya agenda rutin, tetapi momentum konsolidasi serta memilih kepemimpinan yang amanah dan mampu menjawab tantangan zaman,” pungkasnya.
Acara tersebut juga dihadiri jajaran elite MUI, di antaranya Wakil Sekjen Bidang Halal MUI Pusat KH. Rofikul Umam Ahmad, Wakil Ketua Umum MUI Kalsel, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalsel, serta ulama kharismatik TGH. Ahmad Syairazi.
Sebanyak 107 peserta mengikuti rangkaian kegiatan, terdiri atas utusan DPP, DPW, 64 perwakilan kabupaten/kota, pondok pesantren, organisasi kemasyarakatan Islam, serta perguruan tinggi Islam di Kalimantan Selatan.
TGH. Ahmad Syairazi Terpilih Ketua Umum
Musda XI MUI Provinsi Kalimantan Selatan menghasilkan keputusan menetapkan TGH. Ahmad Syairazi sebagai Ketua Umum MUI Provinsi Kalimantan Selatan masa jabatan 2026–2031. Ia akan menggantikan Ketua MUI sebelumnya, KH Husin Naparin.
Pria kelahiran Kandangan, 10 Januari 1976, tersebut dipercaya mengemban amanah untuk memimpin MUI Kalsel lima tahun ke depan.
Abah Guru Syairazi—sapaan akrabnya—merupakan putra pasangan H. Pandi Mukeri dan Hj. Kaptiah Jalil. Sejak usia enam tahun ia menempuh pendidikan di SDN Kandangan Kota 6. Pada usia 10 tahun, ia melanjutkan pendidikan Arab di Madrasah Darul Ulum Pandai Kandangan, sembari belajar Al-Qur’an kepada H. Ahmad Shagir di Karang Jawa, Kandangan.
Atas anjuran Tuan Guru H. Zainuddin (Guru Inud) Tibung Kandangan, pada usia 13 tahun ia melanjutkan pendidikan ke pesantren Dalam Pagar, Martapura, untuk memperdalam ilmu agama. Di sana, ia berguru kepada sejumlah ulama, di antaranya Tuan Guru H. Hamzah, Tuan Guru H. Ahmad Kasyfuddin, Tuan Guru H. Abdul Hamid, Tuan Guru H. Mahmud, Tuan Guru H. Nuzhan, Tuan Guru H. Abdul Majid, Tuan Guru H.M. Mazani, serta sejumlah guru lainnya.
Pada tahun 1991, ia melanjutkan pendalaman ilmu di Sekumpul dan berguru kepada ulama kharismatik Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul). Ia juga rutin menghadiri majelis pengajian Guru Seman Mulya (Guru Padang).
Kemudian pada tahun 1993, atas petunjuk dan nasihat Tuan Guru H. Abdus Samad Al Arsyadi—ulama keturunan Muhammad Arsyad al-Banjari (Datu Kelampayan)—ia melanjutkan studi ke Makkatul Mukarramah untuk memperdalam ilmu agama.
Terpilihnya TGH. Ahmad Syairazi diharapkan mampu memperkuat peran MUI sebagai mitra strategis pemerintah dan penjaga moral umat dalam mewujudkan kemakmuran Banua serta kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan.
(Humas UNUKASE/MPD)








