IRAN //propamnewstv.id – Setidaknya 48 demonstran dan 14 personel keamanan tewas dalam gelombang aksi unjuk rasa di Iran yang dipicu masalah ekonomi dimulai 28 Desember lalu, menurut kelompok hak asasi manusia.
Kerusuhan yang terjadi, berbuntut pernyataan ‘ancaman’ presiden AS dan dibalas oleh pemimpin Iran.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyebut para demonstran antipemerintah sebagai “pembuat onar” yang berusaha “memenuhi keinginan presiden AS”.
Iran juga mengirim surat kepada Dewan Keamanan PBB yang menuduh AS mengubah protes menjadi apa yang disebutnya sebagai “tindak kekerasan subversif dan vandalisme yang meluas” di Iran.
Sementara itu, Trump mengatakan Iran “dalam masalah besar”.
Aksi protes, yang memasuki pekan kedua, meletus karena masalah ekonomi dan telah berkembang menjadi yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini memicu seruan mengakhiri Republik Islam, dan beberapa pihak mendesak pemulihan monarki.
(Red)








