“Prabowo Klaim Indonesia Paling Bahagia di Dunia: Apa Kata Pakar tentang Survei ‘Harvard dan Gallup’?”

- Reporter

Rabu, 7 Januari 2026 - 08:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, // PropamNewstv.id – Kebahagiaan warga Indonesia tidak berkaitan erat dengan kebijakan pemerintah, melainkan relasi dan solidaritas antarwarga yang ditanamkan turun-temurun, menurut sejumlah pakar. Jadi apa yang keliru dan apa yang benar dari klaim Prabowo soal kebahagiaan WNI?

Pada Perayaan Natal Nasional 2025 di Lapangan Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/01).

Prabowo menyampaikan ucapan syukur. Dia mengklaim, di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian, gejolak, dan perang di mana-mana, bangsa Indonesia “sampai hari ini mengalami keadaan damai”.

Kendati demikian, Prabowo mengakui ada selisih paham, konflik, perseteruan dan persaingan antarkelompok.

“Tetapi secara umum, bangsa-bangsa lain mulai melihat bangsa Indonesia. Bahwa bangsa sebesar ini, dapat hidup harmoni, dengan saling menghormati, dan saling mencintai,” katanya.

Setelah itu, Prabowo menguatkan hipotesisnya dengan menyitat survei “Harvard dan Gallup” yang menurut Prabowo tentang kebahagiaan.

“Dari hampir 200 negara. Negara yang rakyatnya setelah ditanya, menjawab bahwa rakyat tersebut mengalami, bahagia. Negara yang paling nomor satu di dunia sekarang rakyatnya dia mengatakan, dia bahagia adalah bangsa Indonesia,” kata Prabowo.

Prabowo bilang, negara lain terheran-heran dengan hasil fenomena ini.

“Ini membingungkan bangsa-bangsa lain, dan juga, mengharukan bagi saya,” katanya, sambil menambahkan bahwa ia dan jajaran menterinya di Kabinet Merah Putih “bekerja sangat keras”.

“Kami menerima tugas dari bangsa Indonesia. Saya dibantu oleh pembantu-pembantu saya, orang-orang yang saya akui, putra-putri terbaik bangsa Indonesia,” kata Prabowo disertai dengan tepuk tangan.

Jika Prabowo merujuk survei yang bersumber dari “Harvard dan Gallup”, sejauh ini riset yang diketahui dilakukan dua lembaga itu adalah Studi Tumbuh dan Bermakna Global (Global Flourishing Study/GFS).

Kehidupan yang baik bukan hanya tentang kesehatan atau kebahagiaan, melainkan interaksi yang kaya antara berbagai dimensi kehidupan, kata riset ini.

Dengan kata lain, penelitian ini mengukur apakah hidupmu berjalan baik, bermakna, dan berkembang sebagai manusia, dalam jangka panjang.

Ada enam dimensi inti yang diukur dari penelitian ini, antara lain kebahagiaan dan kepuasan hidup, makna dan tujuan hidup, serta kedekatan hubungan sosial.

Survei tahun lalu ini melibatkan 207.920 responden berusia 18 tahun ke atas, di 22 negara dan satu teritori (Hong Kong)—bukan 200 negara.

Merujuk hasil survei terakhir ini, Indonesia mendapat poin tertinggi dari 23 negara dan teritori yang disurvei.

Rakhmat Hidayat, sosiolog dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menilai, survei GFS sebagai ukuran tumbuh dan bermakna bagi orang Indonesia sangat dipengaruh “nilai-nilai solidaritas dan sosial”.

Nilai yang temanifestasi lewat “gotong royong” membuat hidup orang Indonesia lebih bermakna, dan hal ini sudah diakui komunitas internasional dibandingkan negara-negara lain, kata Rakhmat.

“Dia enggak bisa menjustifikasi [lewat survei] itu bahwa masyarakat kita sedang baik-baik saja, sehingga itu kemudian menjustifikasi atau melegitimasi kebijakan-kebijakan dia yang lainnya bahwa ini masyarakat kita sedang baik-baik saja,” katanya.

Lagi pula, kata Rakhmat, siapa pun presiden dan wakilnya, “nilai-nilai [solidaritas] itu kan masih kuat tertanam.”

Direktur Eksekutif Indonesian Social Survey (ISS), Whinda Yustisia tidak heran dengan survei GSF yang menempatkan Indonesia di puncak tangga. Ini, kata dia, karena GFS menitikberatkan pada hubungan sosial, kebersamaan termasuk spiritualitas yang diwariskan.

“Tanpa melakukan apapun, pemerintah, skor kita tetap tinggi. Warisan nenek moyang kita memang tinggi, itu yang menjadi kekuatan kita,” katanya. (Red)

Berita Terkait

Diduga Curi Buah Sawit, Seorang Pria Berinisial RW Diamankan Polisi
PERHATIAN PUBLIK MENINGKAT LUAS: VIRALNYA PERJUANGAN WARGA NEGARA ASAL DUGAAN S.A.D. RT 23 DESA BUNGKU KLAIM RUANG PENGHIDUPAN SELUAS DUGAAN 1.400 HEKTAR DI JAMBI
*Dukung Program Presiden, 15 Taruna Akpol dan AAL Rampungkan Kegiatan ‘Taruna Bakti’ di Kalsel*
DUKA CITA SEDALAM-DALAMNYA  
Ucapan Ulang Tahun & Doa Untuk Diri Sendiri 
Langit Rahong Jadi Saksi Kebahagiaan Helda dan Dika, Keluarga Besar Propam News TV Hadiri Acara
Polresta Deli Serdang Ikuti Fun Walk Peringati Hari Jadi Ke-80 Kabupaten Deli Serdang dan HUT APKASI ke 26
TNI dan Warga Bersinergi Renovasi Poskamling di Desa Awang BesarYs

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:03

Polres Demak Dorong Pelajar Cakap dan Bijak Menggunakan AI

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:44

Polres Demak dan Lintas Sektor Perkuat Antisipasi Karhutla

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:41

Harga Terjangkau Pasar Murah di Pemurus Baru Bantu Ibu Rumah Tangga Banjarmasin

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:36

Bupati Sintang Lepas Keberangkatan 460 Prajurit Batalyon 642 Kapuas Menuju Papua

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:31

Atlet Nasional Zigi Zaresta Yuda Bimbing Atlet KATA Kuningan Jelang Kejurkab & Porprov 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:52

Kadar Garam Tembus 2.119 PPM, PAM Bandarmasih Stop Total Intake Sungai Bilu

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:13

Kurun Waktu Tiga Hari, Satres Narkoba Polres Binjai Tangkap Lima Terduga Bandar Narkoba*

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:03

Disdukcapil Kuningan Gelar “Grebek IKD” ke Sekolah, Percepat Aktivasi Identitas Digital Pelajar

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x