Cisarua, // PropamNewstv.id – Berdasarkan data per Ahad, 25 Januari 2026, tim gabungan pencarian telah mengevakuasi total 25 kantong jenazah korban tanah longsor yang melanda Kampung Babakan Cibudah, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Dari 25 jenazah itu, tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi sebanyak sebelas korban.
“Dari jumlah jenazah yang dievakuasi, Tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi 11 korban, yang terdiri dari 10 jenazah utuh dan satu bagian tubuh,” dikutip dari laman resmi Humas Polda Jawa Barat, Senin, 26 Januari 2026.
Berikut daftar korban yang telah teridentifikasi:
1. Suryana (57 tahun)
2. Jajang Tarta (35 tahun)
3. Dadang Apung (60 tahun)
4. Nining (40 tahun)
5. Nurhayati (42 tahun)
6. Lina Lismayanti (43 tahun)
7. M. Kori (30 tahun) melalui bagian tubuh
8. Ai Sumarni (35 tahun)
9. Koswara (40 tahun)
10. Koswara (26 tahun)
11. Ayu Yuniarti (31 tahun)
Tanah longsor melanda Kampung Babakan Cibudah, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu dinihari, 24 Januari 2026. Bencana ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Bandung Barat sejak Jumat, 23 Januari 2026.
Kondisi itu memicu longsor besar pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, disertai aliran banjir bandang dari kawasan perbukitan. Material longsor dan lumpur menerjang pemukiman warga, merusak infrastruktu, hingga memutus sejumlah akses jalan.
Pemerintah daerah Jawa Barat telah menetapkan Status Tanggap Darurat sejak 23 Januari 2026 selama 14 hari.
Berdasarkan data Posko Utama Tim DVI, hingga Ahad, sebanyak 105 orang dilaporkan hilang. Adapun, mengacu pada data keseluruhan sebanyak 113 jiwa yang terdampak longsor tersebut, 23 orang ditemukan selamat, sehingga kini tersisa 65 orang lagi yang masih belum ditemukan sejak kejadian insiden terjadi.
Berdasarkan keterangan tertulis BPBD Provinsi Jawa Barat, bencana di Cisarua telah menimbun sekitar 30 rumah yang berada di dua rukun tetangga, yakni RT 05, RW 11, Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua.
Per Ahad, posko pengungsian di Kantor Desa Pasirlangu dipadati oleh 680 jiwa. Jumlah pengungsi ini terjadi karena meluasnya kekhawatiran warga. Selain mereka yang rumahnya tertimbun atau rusak di RW 10 dan RW 11, warga dari RW 12 yang berada di sekitar lokasi kejadian turut mengungsi karena khawatir ada longsor susulan.
(Sumber : Tempo)








