Pesawat Bawa Anggota DPR Kolombia Jatuh, Tak Ada yang Selamat

- Reporter

Kamis, 29 Januari 2026 - 03:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogota, // PropamNewstv.id – Sebuah pesawat bermesin ganda yang membawa 15 orang, termasuk seorang anggota parlemen Kolombia, jatuh di daerah pegunungan dekat perbatasan Venezuela. Keseluruhan penumpang dan awak tewas dalam peristiwa itu, menurut pihak berwenang di Bogota, ibu kota Kolombia.

Pesawat tersebut lepas landas dari kota perbatasan Kolombia, Cucuta, dan kehilangan kontak dengan menara pengontrol lalu lintas udara sesaat sebelum dijadwalkan mendarat di Ocana sekitar Rabu (28/1) siang waktu setempat.

Dilansir kantor berita AFP, Kamis (29/1/2026), ada 13 penumpang dan dua awak pesawat di dalam penerbangan tersebut, yang dijadwalkan memakan waktu 23 menit. Penerbangan itu dioperasikan oleh maskapai penerbangan negara Kolombia, Satena.

“Tidak ada yang selamat,” kata seorang pejabat dari otoritas penerbangan kepada AFP. Penyebab kecelakaan belum diketahui secara pasti.

Pemerintah mengerahkan Angkatan Udara untuk melakukan pencarian di daerah tersebut, yang merupakan wilayah pegunungan Andes bagian timur yang terjal dan tertutup pepohonan lebat, dengan cuaca yang sangat berubah-ubah.

Sebagian besar wilayah pedesaan di sekitarnya dikuasai oleh kelompok gerilyawan terbesar Kolombia, Tentara Pembebasan Nasional, yang lebih dikenal dengan akronim Spanyolnya, ELN.

Sejauh ini, tujuh jenazah telah ditemukan, menurut Gubernur Negara Bagian Santander Utara, William Villamizar, yang berbicara kepada majalah berita lokal, Semana.

Seorang anggota parlemen Kolombia dan seorang calon anggota parlemen berada di dalam pesawat tersebut.

Di antara daftar korban tewas adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kolombia, Diogenes Quintero, 36 tahun, dan Carlos Salcedo, seorang calon anggota DPR dalam pemilihan mendatang.

Pesawat itu adalah pesawat Beechcraft 1900 bermesin ganda.

Dengan hutan lebat dan pegunungan bersalju, sebagian besar wilayah Kolombia sulit dilalui melalui jalur darat, sehingga harus menggunakan pesawat.

Berita Terkait

Dewan Ekonomi Nasional Luncurkan Website Resmi sebagai Platform Kebijakan Berbasis Bukti dan Ruang Dialog Publik
Sinergi TNI-Polri dan Pemerintah Kecamatan Kauditan Gelar Karya Bakti Massal di Jalur Protokol Manado-Bitung
Musrenbang Pangalengan Disorot, Teknis Dinilai Tak Sesuai SOP
Balangan, Jumat 13 Februari 2026 pukul 09.30 Wita
Kodim 1002/HST Kolaborasi dengan Pemdes Rantau Keminting Gelar Gerakan Indonesia Asri
Pengacara Choirun Nidzar Alqodari S.H Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polda Jateng
Gelar KRYD, Polisi Berhasil Amankan Ribuan Botol Miras di Jepara
Harga Kebutuhan Pokok Melonjak di Kabupaten Bandung, Pedagang Pasar Tradisional Keluhkan Penurunan Omzet

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 06:57

Dewan Ekonomi Nasional Luncurkan Website Resmi sebagai Platform Kebijakan Berbasis Bukti dan Ruang Dialog Publik

Jumat, 13 Februari 2026 - 06:45

Sinergi TNI-Polri dan Pemerintah Kecamatan Kauditan Gelar Karya Bakti Massal di Jalur Protokol Manado-Bitung

Jumat, 13 Februari 2026 - 06:42

Musrenbang Pangalengan Disorot, Teknis Dinilai Tak Sesuai SOP

Jumat, 13 Februari 2026 - 06:24

Balangan, Jumat 13 Februari 2026 pukul 09.30 Wita

Jumat, 13 Februari 2026 - 06:22

Kodim 1002/HST Kolaborasi dengan Pemdes Rantau Keminting Gelar Gerakan Indonesia Asri

Jumat, 13 Februari 2026 - 05:24

Gelar KRYD, Polisi Berhasil Amankan Ribuan Botol Miras di Jepara

Jumat, 13 Februari 2026 - 03:44

Harga Kebutuhan Pokok Melonjak di Kabupaten Bandung, Pedagang Pasar Tradisional Keluhkan Penurunan Omzet

Jumat, 13 Februari 2026 - 03:39

Kunjungan Insan Pers ke SDN Sukadame 2 Disambut Hangat, Dewan Guru Sampaikan Harapan Pembangunan

Berita Terbaru

Berita

Balangan, Jumat 13 Februari 2026 pukul 09.30 Wita

Jumat, 13 Feb 2026 - 06:24

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x