Kota Jambi,//PropamNewsTv-25 Maret 2026 —
Di tengah aktivitas warga yang berjalan seperti biasa, aroma menyengat dari tumpukan sampah menjadi pemandangan sekaligus persoalan yang tak terhindarkan di RT 26, Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin.
Di lokasi tersebut, sampah terlihat menumpuk dan membusuk di sekitar fasilitas negara, yakni kantor Babinsa TNI AD. Saat angin berhembus, plastik-plastik ringan beterbangan hingga ke badan jalan.
Kondisi itu bukan sekadar mengganggu—namun mulai membahayakan.
Sejumlah warga menyebut, sampah bahkan kerap melilit roda kendaraan roda dua yang melintas, berpotensi menyebabkan pengendara kehilangan kendali.
> “Kalau angin kencang, plastiknya ke jalan. Bahkan pernah sampai melilit roda motor. Itu sangat berbahaya,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Tim investigasi PropamNews TV yang turun langsung pada Rabu (25/3) mencatat, tumpukan sampah diduga telah berlangsung selama beberapa pekan tanpa pengangkutan. Selain mengganggu pengguna jalan, kondisi ini juga menimbulkan bau menyengat yang dirasakan hingga ke permukiman warga.
Kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil menjadi pihak yang paling terdampak, terutama akibat paparan bau dan potensi penyakit dari sampah yang membusuk.
Situasi ini kembali menyoroti lemahnya pengelolaan sampah di tingkat lokal. Dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan tidak membahayakan masyarakat.
Keberadaan sampah di sekitar fasilitas publik juga memunculkan pertanyaan terkait koordinasi antarinstansi, terutama dalam penanganan cepat terhadap kondisi darurat lingkungan.
PropamNews TV mendesak Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi untuk segera melakukan pengangkutan dan penanganan menyeluruh di lokasi tersebut, serta meminta adanya evaluasi sistem pengelolaan sampah di Kecamatan Danau Sipin.
Dalam waktu tujuh hari ke depan, pemantauan lanjutan akan dilakukan. Jika tidak ada langkah konkret, persoalan ini berpotensi diangkat ke tingkat yang lebih luas.
Bagi warga, persoalan ini bukan sekadar soal sampah—melainkan soal keselamatan di jalan dan kualitas hidup sehari-hari.
Di tengah bau yang menyengat dan risiko di jalanan, mereka kini menunggu satu hal: tindakan nyata.
Kaperwil jambi
Kamaludin
Red I PropamNewsTV








