BANDUNG ,//PropamNewsTv.id-Jawa Barat — Para pengrajin tempe di Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, terus meningkatkan produksi dan kualitas sebagai bentuk komitmen dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Tempe, yang merupakan salah satu sumber protein nabati utama di Indonesia, tetap menjadi makanan favorit karena kandungan gizinya yang tinggi serta harganya yang terjangkau.
Dalam beberapa waktu terakhir, para pengrajin menghadapi tantangan berupa fluktuasi harga bahan baku kacang kedelai. Meski demikian, melalui inovasi dan kerja sama antar pelaku usaha, produksi tetap berjalan stabil. Para pengrajin juga mulai mengadopsi metode produksi yang lebih higienis dan efisien, termasuk penggunaan sistem fermentasi modern guna menjaga konsistensi kualitas.
“Kami terus menjaga kualitas tempe agar tetap segar dan higienis, sehingga aman dikonsumsi masyarakat,” ujar salah satu pengusaha tempe di Kecamatan Banjaran, Selasa (17/3/2026). Ia juga menambahkan bahwa pihaknya terus mengembangkan berbagai variasi olahan tempe agar tetap diminati generasi muda.
Dukungan pemerintah daerah, baik melalui pelatihan, bantuan alat produksi, maupun perluasan akses pasar, dinilai sangat membantu keberlangsungan usaha para pengrajin.
Ke depan, para pelaku usaha berharap dapat memperluas jangkauan pemasaran hingga ke luar daerah serta mampu bersaing di pasar nasional. Berbagai inovasi dan semangat gotong royong terus dijaga untuk meningkatkan daya saing produk tempe lokal.
Sebagian besar pengrajin tempe di Kecamatan Banjaran dan Kecamatan Cangkuang merupakan usaha kecil yang diwariskan secara turun-temurun. Mereka berkomitmen untuk terus melestarikan usaha tersebut di tengah persaingan dengan produk makanan modern, baik lokal maupun luar negeri.
“Menjaga warisan kuliner khas Nusantara adalah tugas kami,” tegas para pengusaha tempe.
Kabiro Bandung — Eva Purnama








