TUBAN – //propamnewstv.id/-Pemerintah Kabupaten Tuban terus menunjukkan komitmennya dalam memastikan setiap warga memiliki akses terhadap air bersih yang layak, aman, dan terjangkau. Melalui program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Pemkab Tuban berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan warga.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPRPRKP Kabupaten Tuban, Aizah Tis Inawati, ST., MT., menegaskan, langkah ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum, yang mewajibkan pemerintah menjamin kuantitas, kualitas, kontinuitas, serta keterjangkauan air minum bagi masyarakat.
“Pemkab Tuban di bawah kepemimpinan Bupati Mas Lindra terus berupaya menyediakan air bersih melalui program SPAM. Ini bentuk tanggung jawab kami agar masyarakat mendapatkan hak dasar atas air bersih,” ujar Aizah, Senin (3/3).
Pada 2025, Pemkab Tuban mengalokasikan anggaran Rp14,1 miliar untuk memperluas akses air bersih. Dari upaya tersebut, persentase pemenuhan air bersih di Kabupaten Tuban mencapai 92,46 persen, menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mempercepat pelayanan dasar.
Program SPAM yang dijalankan mencakup pembangunan SPAM baru, peningkatan kapasitas dan pengeboran sumber air, serta perluasan jaringan distribusi. Sepanjang 2025, program ini menjangkau 17 desa dengan 1.514 sambungan rumah baru.
Aizah menambahkan, sebelum jaringan air tersedia, sejumlah warga harus “ngangsu” atau mengambil air dari lokasi jauh, bahkan ada yang terpaksa membeli air dengan harga relatif mahal.
“Ketersediaan air bersih tidak hanya memudahkan akses, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan, menekan risiko penyakit berbasis lingkungan, serta meringankan beban pengeluaran keluarga, termasuk untuk ternak,” ungkapnya.
Program SPAM dijalankan melalui dua skema, yaitu Rencana Kerja dan Hibah berdasarkan pengajuan masyarakat. Setiap pelaksanaan diawali verifikasi administrasi dan survei lapangan untuk memastikan program tepat sasaran.
Meski begitu, pemenuhan air bersih menghadapi tantangan seperti pertumbuhan penduduk, pemekaran wilayah, alih fungsi lahan, hingga faktor alam yang memengaruhi sumber air.
Aizah mengajak masyarakat bijak menggunakan air dan menjaga keberlanjutan sumber daya, termasuk kawasan resapan seperti hutan. Ia berharap terjalin sinergi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk memperbarui data wilayah serta memetakan desa rawan kekeringan.
“Air adalah sumber kehidupan. Dengan kerja sama semua pihak, kami optimistis kebutuhan air bersih masyarakat Tuban dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” tutup Aizah.
Red








