Aceh //propamnewstv.id – Pemerintah berencana mempercepat penanganan pascabencana di Sumatra dengan fokus pada pembersihan dan penyediaan hunian tetap (huntap) bagi para penyintas banjir dan longsor. Namun, pakar menekankan bahwa relokasi bukan hanya memindahkan orang, tapi harus memenuhi prinsip keberlanjutan.
Mantan pengurus Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Tsunami Aceh-Nias, menyatakan bahwa langkah ini tepat, tapi harus segera direalisasikan agar tidak sekadar memberi harapan. “Relokasi harus mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan agar penyintas bisa melanjutkan kehidupan mereka,” katanya.
Para penyintas banjir dan longsor di Sumatra memiliki pandangan berbeda tentang rencana rehabilitasi-rekonstruksi, termasuk hunian tetap dari pemerintah. Namun, mereka memiliki harapan besar pada huntap yang dapat memberikan kelanjutan kehidupan, seperti ketersediaan sumber ekonomi.
Salah satu penyintas, menyatakan harapannya agar huntap dapat dibangun dengan cepat dan memenuhi kebutuhan dasar mereka. “Kami ingin hidup lebih baik dan memiliki tempat tinggal yang aman,” katanya.
Pemerintah diharapkan dapat merealisasikan rencana ini dengan cepat dan efektif, sehingga para penyintas dapat segera kembali ke kehidupan normal.
source. Angga








