Pemerintah Iran Sebut 3.117 Orang Tewas dalam Gelombang Demonstrasi

- Reporter

Kamis, 22 Januari 2026 - 04:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teheran, // PropamNewstv.id – Media pemerintah Iran untuk kali pertama merilis angka resmi korban jiwa dalam gelombang demonstrasi terjadi sejak akhir Desember 2025. Dalam pernyataan melalui Press TV pada Rabu, 21 Januari 2026 waktu setempat, 3.117 orang dilaporkan tewas selama penindakan terhadap aksi protes tersebut.

Melansir Al-Jazeera, data tersebut berasal dari Yayasan Martir Iran (Martyrs Foundation), yang menyebutkan dari total korban jiwa, 2.427 orang merupakan warga sipil dan personel keamanan.

Pernyataan ini muncul di tengah kritik internasional terhadap kerasnya respons pemerintah Iran dalam menghadapi unjuk rasa yang dipicu oleh krisis ekonomi dan memburuknya nilai tukar mata uang nasional.

Jumlah ini berbeda dari laporan yang disampaikan oleh Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat. HRANA menyebutkan bahwa total 4.519 orang tewas selama gelombang protes, termasuk 4.251 demonstran, 197 personel keamanan, 35 anak di bawah umur, serta 38 warga sipil yang tidak terlibat langsung dalam aksi maupun sebagai aparat keamanan. Selain itu, HRANA menyatakan masih ada 9.049 kematian tambahan yang tengah diselidiki.

Protes ini bermula ketika para pedagang memprotes merosotnya nilai mata uang rial dan melonjaknya harga kebutuhan pokok. Aksi yang awalnya bersifat lokal ini berkembang menjadi gerakan nasional yang menyerukan perubahan pemerintahan dan menentang kepemimpinan spiritual Iran.

Pemerintah Iran menyebut demonstrasi ini sebagai aksi “teroris” dan menuding keterlibatan Amerika Serikat dalam mendorong kekacauan. Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengkritik tindakan represif Iran dan bahkan mengancam akan bertindak jika kekerasan terhadap pengunjuk rasa terus berlanjut.

Menurut laporan Al-Jazeera, beberapa negara di Timur Tengah seperti Arab Saudi, Qatar, dan Oman telah melobi pemerintahan Trump agar tidak melancarkan serangan militer ke Iran.

Beberapa kelompok hak asasi manusia menyebut bahwa aparat keamanan Iran menggunakan kekuatan mematikan terhadap para demonstran.

Amnesty International melaporkan bahwa pasukan keamanan Iran menembaki massa dari jalanan maupun atap bangunan dengan senapan berisi peluru logam, yang diarahkan langsung ke kepala dan dada warga yang tidak bersenjata.

Gambar-gambar dari tur media asing menunjukkan dampak kerusuhan yang meluas.

Di Teheran, gedung-gedung pemerintahan dan masjid mengalami kerusakan parah, termasuk Masjid Beheshti yang rusak akibat bentrokan. Perempuan-perempuan terlihat berjalan melewati bangunan yang terbakar, mencerminkan skala kehancuran yang terjadi selama puncak aksi protes.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan dalam opini yang dimuat di Wall Street Journal bahwa Iran akan membalas dengan kekuatan penuh jika kembali diserang.

“Tidak seperti sikap menahan diri yang ditunjukkan Iran pada Juni 2025, angkatan bersenjata kami yang kuat tidak akan ragu untuk membalas dengan seluruh kekuatan yang kami miliki jika kami kembali diserang,” tulisnya. Ia juga memperingatkan bahwa konfrontasi penuh akan meluas dan berkepanjangan serta berdampak pada masyarakat global.

Sementara itu, dalam wawancara dengan News Nation, Trump menegaskan bahwa jika Iran sampai melakukan pembunuhan terhadap Presiden AS, maka Iran akan “dihapus dari muka bumi.”

(Sumber : Metrotv)

Berita Terkait

Pihak orang tua korban pelaku sepakat berdamai, utamakan masa depan dan pemulihan psikologis anak.”
Warga soroti pembanguan kandang ayam petelur bantuan kementrian, melalui aspirasi anggota Dewan DPR RI tanpa papan anggaran . Di Desa marga asih kecamatan cicalengka.kab bandung.
SHOWROOM EVENT & TEST DRIVE GEBYAR XFORCE HYBRID SUPER DEAL SEPTEMBER
Diduga Curi 18 Plat Lining Grinding, Seorang Pria Warga Lano Diamankan Polisi Haruai
Polsek Muara Harus Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Dugaan Penipuan Berkedok Sumbangan di Tabalong
Kemarau Melanda, Air Bersih Mengalir: Polsek Haruai Gandeng PT Jhonlin Baratama Salurkan 15 Ribu Liter Air untuk Warga Kembang Kuning
Perkuat Sinergitas Direktur Media Propam News TV Gelar Audiensi dengan Kapolres Lhokseumawe
Bupati Aceh Utara Yang di Kenal Dengan Sapaan Ayah Wa Mengajak Warga Masyarakat Sukseskan HUT ke 800 Tahun Aceh Utara

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 22:56

Pihak orang tua korban pelaku sepakat berdamai, utamakan masa depan dan pemulihan psikologis anak.”

Senin, 28 September 2026 - 16:40

Warga soroti pembanguan kandang ayam petelur bantuan kementrian, melalui aspirasi anggota Dewan DPR RI tanpa papan anggaran . Di Desa marga asih kecamatan cicalengka.kab bandung.

Senin, 28 September 2026 - 14:54

SHOWROOM EVENT & TEST DRIVE GEBYAR XFORCE HYBRID SUPER DEAL SEPTEMBER

Senin, 28 September 2026 - 14:42

Diduga Curi 18 Plat Lining Grinding, Seorang Pria Warga Lano Diamankan Polisi Haruai

Senin, 28 September 2026 - 14:28

Polsek Muara Harus Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Dugaan Penipuan Berkedok Sumbangan di Tabalong

Senin, 28 September 2026 - 05:01

Perkuat Sinergitas Direktur Media Propam News TV Gelar Audiensi dengan Kapolres Lhokseumawe

Senin, 28 September 2026 - 03:16

Bupati Aceh Utara Yang di Kenal Dengan Sapaan Ayah Wa Mengajak Warga Masyarakat Sukseskan HUT ke 800 Tahun Aceh Utara

Minggu, 27 September 2026 - 15:12

GEMPAR! BANTUAN BERAS BULOG DIDUGA SALAH SASARAN: WARGA MISKIN & LANSIA DI LADANG PANJANG KESULITAN HIDUP!

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x