Bandung//propamnewstv.id – Keluhan sepinya Pembeli di keluhkan para pedagang pasar tradisional yang ada di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa barat, hal ini di rasakan nya omset mereka rata – rata turun sampai 60 %.
” Omset saya menurun sangat drastis biasanya sehari nya, bisa menjual 30 sampai 50 ekor, sekarang sehari cuma 15 atau kadang 10 ekor perhari, di tambah tidak stabil nya harga, ” Keluh Atan ( 46 ) penjual ayam potong di Los pasar Banjaran.
” Ya begini lah, dagangan kami kadang terbuang percuma karena kurangnya pembeli, omset terjun bebas, entah kapan ini akan berakhir, ” Ujar Yayah ( 56 ) pedagang sayur dan tahu, tempe di Pasar Soreang.
” Kami tadinya berharap hadir nya dapur MBG ( Makan Bergizi Gratis) bisa sedikit membantu kami para pedagang kecil, malahan yang di beli Langsung ke Bandar bandarnya, juga banyaknya Swalayan,super market Kalau begini yang kaya makin kaya yang kecil makin kecil, ” Keluh Dahyan ( 48) pedagang sayur mayur di pasar Soreang Rabu, 03 Desember 2025.
Dalam hal ini para pedagang dari beberapa pasar yang di temui, meminta kepada para penggerak MBG untuk lebih mengutamakan para pedagang kecil dan memamfaat kan UMKM yang ada di daerah-daerah sekitar tempat Dapur MBG itu berada.
Masyarakat pun berharap setiap program yang di turunkan untuk Rakyat Indonesia, tidak hanya menguntungkan pihak tertentu semata, melainkan untuk semua pihak terutama golongan masyarakat kecil, Karena Pemerintah Republik Indonesia menurunkan setiap program pasti bertujuan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia seluruhnya.
Para pedagang pasar tradisional pun, berharap kepada Pemda Kabupaten Bandung dan instansi terkait untuk membantu dalam mencari solusi yang tengah di hadapi sa’at ini.
( Wakabiro Bandung – Eva purnama )








