Bandung, // PropamNewstv – 10 Februari 2026 – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Rancaekek dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bandung Tahun 2027 digelar di Aula Desa Rancaekek Wetan, Selasa (10/2/2026). Forum ini menjadi titik krusial penentuan arah pembangunan di tengah keterbatasan fiskal daerah.
Musrenbang dihadiri Camat Rancaekek Gugum Gumilar, S.STP., M.Si., serta Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Golkar Komisi D, Cecep Suhendar, yang menegaskan peran pengawasan legislatif dalam memastikan setiap rupiah anggaran tepat sasaran.
Saat diwawancarai PropamNewsTV, Cecep Suhendar menekankan bahwa proses perencanaan pembangunan di Kecamatan Rancaekek tidak bisa dilakukan secara instan karena melalui tahapan musyawarah berjenjang, mulai dari dusun, desa, hingga kecamatan. Karena itu, seluruh usulan program untuk APBD 2027 harus melalui proses validasi yang ketat.
“Perencanaan ini memakan waktu cukup panjang. Artinya, semua program dan kegiatan yang diusulkan harus benar-benar divalidasi. Jangan sampai anggaran yang terbatas digunakan untuk kegiatan yang tidak prioritas,” tegas Cecep.
Ia mengungkapkan, pagu anggaran pembangunan Kecamatan Rancaekek terus mengalami penurunan. Saat ini, alokasi anggaran hanya sekitar Rp3,9 miliar untuk 14 desa, atau setara Rp300 juta per desa. Bahkan, secara umum anggaran APBD mengalami penurunan hingga sekitar 50 persen.
“Kondisi ini menuntut ketepatan dalam menentukan skala prioritas. Walaupun anggaran menurun, program yang dijalankan harus bersifat urgent dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Cecep juga menyoroti bahwa mayoritas usulan dari desa masih didominasi kebutuhan infrastruktur, seperti sarana olahraga, kegiatan kebudayaan, dan prasarana penunjang. Menurutnya, kebutuhan tersebut sah, namun harus disaring secara objektif agar tidak mengorbankan program yang lebih mendesak.
Melalui Musrenbang Kecamatan Rancaekek, DPRD menegaskan komitmennya untuk mengawal perencanaan dan pelaksanaan APBD 2027 agar tetap efektif, efisien, dan berpihak pada kepentingan masyarakat, meski di tengah tekanan penurunan anggaran.
Saepulloh -kabiro bandung








