//propamnewstv.id – Mengapa para ilmuwan mengatakan Planet Merkurius seharusnya tidak ada, dan teka-teki apa yang sedang dicari jawabannya?
Merkurius, yang berukuran jauh lebih kecil dari planet lainnya, dan lebih dekat dengan matahari, telah lama membingungkan astronom.
Musababnya, keberadaannya bertentangan dengan banyak hal yang kita ketahui tentang pembentukan planet. Misi ruang angkasa baru yang akan tiba pada 2026 mungkin dapat memecahkan misteri ini. Secara sekilas, Merkurius mungkin merupakan planet paling membosankan di Tata Surya.
Permukaannya yang gersang tidak memiliki fitur menonjol, tidak ada bukti adanya air di masa lalu, dan atmosfernya yang tipis dan lemah. Kemungkinan adanya kehidupan di antara kawah-kawah terbakar di permukaannya hampir tidak ada.
Namun, jika dilihat lebih dekat, Merkurius adalah dunia yang menarik dan tak terduga yang diselimuti misteri.
Para ilmuwan planet masih bingung dengan keberadaan planet terdekat dengan matahari.
Planet aneh ini sangat kecil, 20 kali lebih ringan dari bumi dan hampir sama lebarnya dengan Australia.
Namun, Merkurius adalah planet kedua terpadat di Tata Surya setelah bumi, berkat inti logam besar yang menyumbang banyak pada massanya.
Orbit Merkurius – yang sangat dekat dengan matahari kita – juga berada di lokasi yang aneh. Belum dapat dijelaskan sepenuhnya oleh astronom.
Semua ini mengarah pada satu poin krusial – kita tidak tahu bagaimana Merkurius terbentuk. Sejauh yang kita ketahui, planet ini seharusnya tidak ada.
“Ini agak memalukan,” kata Sean Raymond, seorang ahli dalam pembentukan dan dinamika planet di Universitas Bordeaux, Prancis. “Ada beberapa hal subtil yang kita lewatkan.”
Rahasia asal-usul Merkurius, bagaimana planet ini terbentuk, dan mengapa ia memiliki penampilan seperti sekarang ini merupakan salah satu misteri terbesar di Tata Surya.
Namun, beberapa jawaban mungkin sudah di depan mata. Misi bersama Eropa dan Jepang bernama BepiColombo diluncurkan pada 2018 dan saat ini sedang dalam perjalanan menuju Merkurius.
Penjelajah ini akan menjadi pengunjung pertama ke planet tersebut dalam lebih dari satu dekade. Ketika memasuki orbit pada November 2026, setelah masalah mesin pendorong menunda perjalanannya, salah satu tujuan utamanya adalah mencoba menentukan secara tepat asal-usul Merkurius.
(Angga)








