Jakarta, // PropamNewstv.id – Saat musim hujan, keinginan untuk makan biasanya meningkat, terutama makanan hangat seperti bakso atau mi kuah. Ternyata, hal ini bukan terjadi tanpa alasan, melainkan merupakan bagian dari proses penyesuaian tubuh. Jika kamu sering merasa lapar saat musim hujan, tenang saja, kamu tidak sendirian. Ada penjelasan ilmiah di balik kondisi tersebut.
Banyak orang mengalami peningkatan nafsu makan saat musim hujan. Perubahan cuaca, suhu yang lebih dingin, serta berkurangnya paparan sinar matahari membuat tubuh perlu menyesuaikan diri. Menurut ahli diet terdaftar sekaligus pakar kesehatan, Brea Lofton, MS, LD, RDN, yang dikutip dari Hello Magazine, “Ketika suhu turun dan durasi siang hari memendek, tubuh menyesuaikan beberapa sistem internal agar tetap hangat dan seimbang.” Proses penyesuaian inilah yang memicu meningkatnya rasa lapar.
Beberapa sistem tubuh yang mengalami perubahan saat musim hujan antara lain:
Termoregulasi
Pada cuaca dingin, tubuh berusaha mempertahankan suhu internal agar tetap stabil dengan cara membakar lebih banyak energi. Akibatnya, rasa lapar atau nafsu makan lebih mudah muncul sebagai sinyal bahwa tubuh membutuhkan tambahan energi.
Ritme Sirkadian
Saat cuaca lebih gelap dan paparan sinar matahari berkurang, jam biologis tubuh dapat bergeser. Kondisi ini bisa menyebabkan tubuh terasa lebih lelah dan lesu, serta memengaruhi hormon pengatur nafsu makan seperti ghrelin dan leptin, yang dapat meningkat.
Neurotransmiter
Pada musim dingin, kadar neurotransmiter seperti serotonin-zat yang berperan dalam mengatur suasana hati dan rasa tenang-dapat menurun.
Bagaimana Cara Tubuh Bekerja?
Selama cuaca dingin, tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk menjaga suhu internalnya, dan salah satu sumber energi tersebut berasal dari makanan. Selain itu, berkurangnya sinar matahari juga memengaruhi aktivitas serotonin di otak. Saat mengonsumsi makanan, terutama karbohidrat, tubuh melepaskan insulin dalam jumlah lebih banyak, yang membantu triptofan mencapai otak. Triptofan inilah yang kemudian meningkatkan kadar serotonin untuk sementara waktu.
“Berkurangnya paparan sinar matahari dapat menurunkan aktivitas serotonin di otak. Mengonsumsi karbohidrat memicu pelepasan insulin, yang memungkinkan lebih banyak triptofan-bahan pembentuk serotonin-mencapai otak. Hal ini membantu meningkatkan serotonin untuk sementara waktu,” jelas Brea Lofton.
Itulah sebabnya, saat musim hujan atau cuaca dingin, banyak orang cenderung menginginkan makanan tinggi karbohidrat atau kaya kalori.
Mengapa Kenaikan Berat Badan Sering Terjadi?
Musim dingin tidak hanya memengaruhi peningkatan nafsu makan, tetapi juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Hal ini berkaitan dengan cara tubuh menggunakan dan menyimpan lemak saat suhu rendah.
“Ketika suhu menurun, tubuh mengaktifkan lemak cokelat, yaitu jenis jaringan lemak khusus yang membakar kalori untuk menghasilkan panas. Secara teori, hal ini dapat meningkatkan penggunaan energi tubuh. Namun, cuaca dingin juga cenderung meningkatkan nafsu makan, dan banyak orang menjadi kurang aktif. Meskipun lemak cokelat membakar sebagian energi, naluri alami untuk makan lebih banyak serta berkurangnya aktivitas fisik sering kali mengalahkan manfaat tersebut,” ujar Brea Lofton.
Selain itu, paparan cahaya matahari yang lebih sedikit dapat memengaruhi sinyal tubuh dalam mengatur penghematan energi, sehingga lemak lebih mudah tersimpan jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup. Oleh karena itu, meskipun cuaca dingin dapat memicu pembakaran kalori, konsumsi makanan berlebihan dan kurangnya olahraga tetap berkontribusi pada penambahan berat badan.
Agar berat badan tidak meningkat saat nafsu makan cenderung naik di musim hujan, penting untuk tetap aktif bergerak atau berolahraga, meskipun dilakukan di dalam ruangan, guna membantu membakar kalori dan menjaga keseimbangan tubuh.
(Sumber : Detik.com)








