JAKARTA, // PropamNewstv.id – Pelataran Taman Mini Indonesia Indah (TMII) berubah menjadi panggung megah yang sarat akan budaya pada Sabtu sore (20/01). Sebanyak 1.000 penari Ratoh Jaroe yang terdiri dari kolaborasi pelajar dan seniman se-Jabodetabek sukses memukau ribuan mata dalam gelaran “Seruan Aksi Peduli Aceh Lon Sayang.”

Tepat pukul 17.00 WIB, suara tabuhan rapai mulai bergema, diikuti dengan gerakan rampak tangan yang presisi dari para penari. Formasi kolosal ini menciptakan pemandangan yang luar biasa, mengubah area TMII menjadi representasi semangat solidaritas untuk Aceh.
Harmoni dalam Kedisiplinan
Meski melibatkan ribuan peserta, pertunjukan berlangsung sangat khidmat. Gerakan duduk yang menjadi ciri khas Ratoh Jaroe ditampilkan dengan kekompakan tingkat tinggi, melambangkan keteguhan hati dan kerja sama.
“Kami merinding melihat antusiasme teman-teman pelajar. Ini bukan sekadar menari, tapi ini adalah pernyataan cinta kami kepada Aceh,” ungkap salah satu peserta didik yang ikut dalam barisan seribu penari tersebut.
Lebih dari Sekadar Tarian
Aksi ini bukan tanpa makna. Selain memecahkan kesunyian sore di TMII, kegiatan ini merupakan bentuk seruan aksi peduli yang bertujuan untuk:
* Menghidupkan Sinergi: Mempererat hubungan antara seniman senior dan pelajar sebagai penerus estafet budaya.
* Solidaritas Sosial: Menggalang perhatian publik terhadap isu-isu pelestarian seni di Aceh.
* Identitas Nasional: Membuktikan bahwa identitas budaya daerah tetap memiliki tempat spesial di tengah modernitas Jakarta.
Respon Pengunjung
Banyak pengunjung TMII yang sengaja berhenti dan mengabadikan momen langka tersebut. Salah satu penonton, warga asal Jakarta Timur, mengaku terkesan dengan energi yang dipancarkan. “Melihat seribu orang bergerak bersamaan itu luar biasa. Energi positifnya sangat terasa, apalagi ini dilakukan oleh anak-anak muda,” ujarnya.
Acara ditutup menjelang petang dengan tepuk tangan meriah dan doa bersama untuk kemajuan seni budaya Aceh. Kesuksesan aksi ini diharapkan menjadi pemantik bagi kegiatan serupa di masa depan untuk terus menjaga api kepedulian terhadap warisan nusantara.
Jurnalis : drysky14








