Lahirnya Batik Buana Sekar Kedaton, Buah Karya Persit Kartika Chandra Kirana Cabang L Kodim Surakarta

- Reporter

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Foto: Cita Putri Karisma Sari

JATENG //propamnewstv.id/ – Dialah Cita Putri Karisma Sari seorang Anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang L Kodim 0735.Surakarta, Istri dari Peltu I Made KP yang berdinas di Koramil 05/Pasar Kliwon Kodim 0735/Surakarta, pendiri Batik Buana Sekar Kedaton, membagikan kisah inspiratif tentang bagaimana kecintaan terhadap batik dan alam menjadi sebuah bisnis yang sukses. Berawal dari hobi, Cita Putri terus mengembangkan passionnya hingga akhirnya melahirkan Batik Buana Sekar Kedaton pada tahun 2011.

Ditegaskan Citra Putri bahwasanya perjalanan panjangnya bermula pada tahun 2011, ketika dirinya masih berprofesi sebagai karyawan swasta. Di tengah rutinitas pekerjaan yang padat dan tanggung jawab harian yang menyita waktu serta tenaga, terselip sebuah kecintaan yang tumbuh perlahan namun pasti, yakni kecintaan terhadap seni batik dan pesona keindahan alam Indonesia.

“Pada awalnya, ketertarikan itu hadir secara sederhana, hanya sebatas kegemaran terhadap kain bermotif tradisional yang sarat makna dan filosofi. Kami merasa setiap helai batik memiliki cerita, memiliki jiwa, dan menyimpan warisan budaya yang begitu berharga. Rasa suka tersebut kemudian berkembang menjadi ketertarikan yang semakin mendalam. Setiap waktu luang setelah bekerja kami manfaatkan untuk belajar secara otodidak, mengamati proses pembuatan batik, memahami teknik cap dan tulis, serta mencoba merancang motif sendiri dengan penuh rasa ingin tahu.”tuturnya.

“Perjalanan belajar itu tidak selalu mudah. Ada banyak percobaan yang gagal, warna yang tidak sesuai harapan, serta motif yang harus diperbaiki berulang kali. Namun dari setiap proses tersebut, kami menemukan pelajaran berharga tentang kesabaran, ketelitian, dan konsistensi. Dari yang semula hanya sekadar hobi untuk mengisi waktu senggang, perlahan tumbuh keyakinan dalam hati bahwa membatik bukan hanya kesenangan, melainkan panggilan jiwa yang ingin kami tekuni secara lebih serius dan profesional.”terangnya.

Lebih lanjut Citra Putri menambahkan inspirasi terbesar dalam setiap karya kami berasal dari alam. Keindahan alam yang kami temui dalam perjalanan mendaki gunung, menyusuri perbukitan hijau, menikmati semilir angin di antara pepohonan, hingga menyaksikan matahari terbit dari balik cakrawala selalu menghadirkan ide-ide segar. Bentuk dedaunan yang unik, bunga liar yang tumbuh anggun, tekstur batang pohon, hingga siluet pegunungan yang megah menjadi sumber gagasan yang kemudian kami tuangkan dalam motif batik. Dari situlah muncul keinginan kuat untuk menciptakan cetakan cap dengan motif alam yang memiliki ciri khas tersendiri, berbeda namun tetap berakar pada nilai tradisi.

“Dengan keberanian dan tekad yang mantap, kami mulai merintis usaha ini secara perlahan. Tahap demi tahap kami jalani dengan penuh kesungguhan, mulai dari merancang desain, membuat cap, memilih bahan kain berkualitas, hingga mengawasi proses produksi dengan teliti. Semua kami lakukan dengan cinta terhadap karya dan rasa hormat terhadap warisan budaya bangsa.”imbuhnya.

“Akhirnya, Batik Buana Sekar Kedaton lahir sebagai wujud nyata dari perjalanan, perjuangan, dan doa yang panjang. Bagi kami, batik bukan sekadar kain yang dikenakan, melainkan simbol ketekunan, ekspresi rasa syukur atas keindahan alam, serta upaya melestarikan budaya Indonesia. Harapan kami, setiap karya yang dihasilkan mampu membawa nilai estetika, makna mendalam, dan kebanggaan bagi siapa pun yang mengenakannya.” pungkas Cita Putri dengan bangga.

(Pendim Surakarta -Ismun )

Berita Terkait

Polres Demak Dorong Pelajar Cakap dan Bijak Menggunakan AI
Polres Demak dan Lintas Sektor Perkuat Antisipasi Karhutla
Harga Terjangkau Pasar Murah di Pemurus Baru Bantu Ibu Rumah Tangga Banjarmasin
Bupati Sintang Lepas Keberangkatan 460 Prajurit Batalyon 642 Kapuas Menuju Papua
Atlet Nasional Zigi Zaresta Yuda Bimbing Atlet KATA Kuningan Jelang Kejurkab & Porprov 2026
Koperasi PWDPI dan APJI Gelar Pelatihan Jajan Pasar, Angkat Ibu Rumah Tangga dan UMKM Tingkatkan Ekonomi Keluarga  
Kadar Garam Tembus 2.119 PPM, PAM Bandarmasih Stop Total Intake Sungai Bilu
Kurun Waktu Tiga Hari, Satres Narkoba Polres Binjai Tangkap Lima Terduga Bandar Narkoba*
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:03

Polres Demak Dorong Pelajar Cakap dan Bijak Menggunakan AI

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:44

Polres Demak dan Lintas Sektor Perkuat Antisipasi Karhutla

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:41

Harga Terjangkau Pasar Murah di Pemurus Baru Bantu Ibu Rumah Tangga Banjarmasin

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:36

Bupati Sintang Lepas Keberangkatan 460 Prajurit Batalyon 642 Kapuas Menuju Papua

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:31

Atlet Nasional Zigi Zaresta Yuda Bimbing Atlet KATA Kuningan Jelang Kejurkab & Porprov 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:52

Kadar Garam Tembus 2.119 PPM, PAM Bandarmasih Stop Total Intake Sungai Bilu

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:13

Kurun Waktu Tiga Hari, Satres Narkoba Polres Binjai Tangkap Lima Terduga Bandar Narkoba*

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:03

Disdukcapil Kuningan Gelar “Grebek IKD” ke Sekolah, Percepat Aktivasi Identitas Digital Pelajar

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x