Kue Gagayaman Bertopping Tahilala, Sajian Khas Banjar yang Masih Bertahan

- Reporter

Selasa, 3 Maret 2026 - 11:57

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaihari –//propamnewstv.id/- Masyarakat Banjar tentu sudah tidak asing dengan kue tradisional yang satu ini. Di Pelaihari, kue ini dikenal dengan nama gagayaman. Sementara di Martapura, orang lebih akrab menyebutnya petah.

Ratna Sari, warga Pelaihari yang dikenal sebagai pelestari kuliner khas Banjar, mengatakan bahwa kedua nama tersebut merujuk pada kue yang sama. Melalui usaha yang ia jalankan, Ratna konsisten mempertahankan cita rasa tradisional wadai Banjar.

“Kadang ada yang menyebutnya petah, ada juga yang bilang gagayaman. Keduanya sama saja, cuma beda penyebutan,” ujar Ratna Sari, Selasa (3/3/2026).

Kue ini merupakan salah satu sajian khas Banjar yang terbuat dari tepung beras. Adonannya kemudian dikukus dan diberi warna alami menggunakan daun suji, sehingga menghasilkan warna hijau yang khas dan tampilan yang menggugah selera.

Yang membuatnya semakin unik, di bagian atas kue gagayaman ini diberi tahilala, yaitu pati kelapa dalam bahasa Banjar. Setelah itu ditaburi irisan bawang goreng yang menambah cita rasa gurih. Penyajiannya pun khas, kue dipotong tipis-tipis sebelum disajikan.

Di lapaknya, Ratna Sari menjual hampir seluruh jenis kue tradisional Banjar. Ia bahkan mampu membuat hingga 41 macam wadai khas Banjar. Konsistensinya inilah yang membuatnya dikenal sebagai salah satu pelaku UMKM yang aktif melestarikan kuliner tradisional di Pelaihari.

Salah satu yang cukup diminati pembeli adalah kue gagayaman atau petah tersebut. Selain rasanya yang lembut, gurih, dan manis yang seimbang, kue ini juga menjadi bagian dari warisan kuliner yang terus dijaga keberadaannya di Kalimantan Selatan.

Ratna berharap, melalui usahanya, generasi muda tetap mengenal dan mencintai kue-kue tradisional Banjar di tengah maraknya jajanan modern.

Red

Berita Terkait

RAT Kopontren Nurul Hijrah Tahun Buku 2025 Di Buka Kadis Koperasi dan UKM Prop. Kalsel
Perkuat Sinergitas, Kapolres Kuansing Gelar Nobar Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis
𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗦𝗶𝗻𝗲𝗿𝗴𝗶𝘁𝗮𝘀, 𝗞𝗮𝗽𝗼𝗹𝗿𝗲𝘀 𝗞𝘂𝗮𝗻𝘀𝗶𝗻𝗴 𝗚𝗲𝗹𝗮𝗿 𝗡𝗼𝗯𝗮𝗿 𝗧𝗶𝗺𝗻𝗮𝘀 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝗟𝗮𝘄𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗶𝗻𝘁 𝗞𝗶𝘁𝘁𝘀 𝗮𝗻𝗱 𝗡𝗲𝘃𝗶𝘀.
Wakapolda Jabar Kunjungi Polres Cianjur , Apresiasi Kinerja Pengamanan Arus Mudik Ops Ketupat Lodaya 2026
Kunjungan Pangdam XII/Tpr di Jagoi Babang bersama Danrem 121/Abw, “tingkatkan Sinergi di Perbatasan
Dukung Modernisasi Pertanian, Babinsa Koramil 1002-08/Labuan Amas Utara Kawal Uji Coba Drone Pemupukan
Sinergi DLH kuansing dan Pemdes Koto Taluk Bersihkan Sampah Liar, Warga Harap Pengawasan Ketat
Danrem 121/Abw bersama Pangdam XII/Tpr kunjungi Kodim 1208/Sambas tekankan para “Prajurit harus disiplin

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 18:44

RAT Kopontren Nurul Hijrah Tahun Buku 2025 Di Buka Kadis Koperasi dan UKM Prop. Kalsel

Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:07

Perkuat Sinergitas, Kapolres Kuansing Gelar Nobar Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:04

𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗦𝗶𝗻𝗲𝗿𝗴𝗶𝘁𝗮𝘀, 𝗞𝗮𝗽𝗼𝗹𝗿𝗲𝘀 𝗞𝘂𝗮𝗻𝘀𝗶𝗻𝗴 𝗚𝗲𝗹𝗮𝗿 𝗡𝗼𝗯𝗮𝗿 𝗧𝗶𝗺𝗻𝗮𝘀 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝗟𝗮𝘄𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗶𝗻𝘁 𝗞𝗶𝘁𝘁𝘀 𝗮𝗻𝗱 𝗡𝗲𝘃𝗶𝘀.

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:55

Wakapolda Jabar Kunjungi Polres Cianjur , Apresiasi Kinerja Pengamanan Arus Mudik Ops Ketupat Lodaya 2026

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:36

Kunjungan Pangdam XII/Tpr di Jagoi Babang bersama Danrem 121/Abw, “tingkatkan Sinergi di Perbatasan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:31

Sinergi DLH kuansing dan Pemdes Koto Taluk Bersihkan Sampah Liar, Warga Harap Pengawasan Ketat

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:25

Danrem 121/Abw bersama Pangdam XII/Tpr kunjungi Kodim 1208/Sambas tekankan para “Prajurit harus disiplin

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:52

Polri Bangun 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau, Tingkatkan Akses hingga Pelosok Desa

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x