Foto:Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
BANTEN //propamnewstv.id/— Pemandangan luar biasa terlihat di Kp. Bojong Sukamanah, Desa Dahu, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang. Ratusan jamaah tumpah ruah memadati Musolah Annuri dalam peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 H / 2026 M, Minggu (30/8/2026) malam.
Sejak ba’da Ashar, warga dari berbagai pelosok kampung sudah berbondong-bondong datang. Musolah yang menjadi kebanggaan warga Bojong Sukamanah itu tak mampu menampung luapan jamaah yang datang dengan penuh kerinduan kepada Rasulullah SAW.
Semarak diawali dengan lantunan merdu, sebelum acara inti dimulai, panggung Musolah Annuri dibuka dengan pentas kasidah oleh warga setempat. Grup kasidah ibu-ibu Majelis Taklim dan remaja-remaji Musolah Annuri tampil kompak membawakan sholawat-sholawat Nabi. Lantunan rebana yang menghentak syahdu dan vokal yang merdu berhasil membangkitkan semangat cinta Rasul dan membuat suasana semakin syahdu.

Peringatan Maulid tahun ini terasa istimewa dengan hadirnya mubaligh kharismatik Pandeglang, Ky. Dede Humaedi dari Kecamatan Cikeusik. Gaya tausiyahnya yang lugas, menyejukkan, dan penuh hikmah membuat jamaah terpaku hingga tak beranjak dari tempat duduk.

Puncak Haru: Santunan 100 Anak Yatim dan 62 Lansia oleh H. Rasidi Pukul 16.00 – 17.30 WIB

Momen paling mengharukan dan paling ditunggu terjadi pada pukul 16.00 WIB hingga 17.30 WIB. Sebagai wujud syukur dan kepedulian sosial dalam momentum Maulid Nabi, Tokoh Masyarakat Kp. Bojong Sukamanah, H. Rasidi, memberikan santunan kepada 100 orang anak yatim dan 62 orang lansia.
Selama 30 menit, suasana Musolah Annuri dipenuhi isak haru. Satu per satu anak yatim dan para lansia maju ke depan menerima bingkisan dan santunan langsung dari H. Rasidi.
“Ini adalah bentuk cinta kami kepada Rasulullah SAW. Rasul sangat memuliakan anak yatim dan orang tua. Semoga santunan kecil ini bisa membawa kebahagiaan dan keberkahan untuk semuanya,” ujar H. Rasidi.
Aksi sosial tersebut mendapat apresiasi luar biasa dari seluruh jamaah.
Suasana semakin khidmat dengan kehadiran personel Polsek Cikedal di tengah-tengah jamaah. Bukan hanya melakukan pengamanan, kehadiran polisi menjadi simbol sinergi antara aparat dan ulama dalam menjaga kondusifitas dan merawat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
“Maulid ini bukan sekadar acara tahunan, bukan sekadar seremonial. Ini adalah cara kita men-charge kembali cinta kita kepada Rasulullah SAW,” tegas Ky. Dede Humaedi.
Tokoh masyarakat Kp. Bojong Sukamanah, H. Rasidi, tak kuasa menyembunyikan rasa harunya. Ia menyebut kesuksesan acara ini adalah buah dari kekompakan dan gotong royong warga.
“Alhamdulillah, ini murni dari swadaya masyarakat. Dari yang muda sampai yang tua semua bergerak. Antusiasme warga Bojong Sukamanah luar biasa,” ungkap H. Rasidi.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan, memohon keselamatan, keberkahan rezeki, dan kedamaian untuk seluruh warga Kp. Bojong Sukamanah, Desa Dahu, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang.
[Aep]//red


