Kegiatan Tambang Emas Dibukit Muran Sepauk Salah Siapa ? Himbauan Sudah Disampaikan Pihak Polri Dan TNI

- Reporter

Jumat, 26 Desember 2025 - 14:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINTANG//propamnewstv.id  – Siapa yg tak mengetahui Bukit Muran yang berada diwilayah sepauk Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat ini. Bukit yang sejak puluhan tahun dipakai sebagian masyarakat sekitar mencari rejeki untuk menyambung hidupnya sehari-hari untuk menghidupi keluarga mereka dengan cara mengumpulkan batu dari perbukitan yg konon katanya batu dari bukit muran itu mengandung biji emas.

Tidak menampik bahwa dalam batu yang dikumpulkan ada kandungan emasnya walapupun tidak banyak. Dengan cara dihancurkan pakai alat pengcur batu atau glondong mereka bisa mendapatkan 1-2 gram emas dan hasilnya dibagi kesesama pekerja demi bisa bertahan hidup untuk menghidupi keluarga dan membiayai anak sekolah.

Pemerintah Daerah kabupaten Sintang selama puluhan tahun juga mengetahui kegiatan tersebut, akan tetapi pihak pemerintah juga memikirkan nasib warganya yang juga peru hidup dan bisa makan sehari2.

Berbagai pemberitaan dimedia online kerap kali menyoroti terkait kegiatan aktivitas penbangan emas dibukit muran tersebut dan hanya menyalahkan dari satu sisi . Jika ini dianggap salah, lalu siapa yang patut disalahkan dalam hal ini ? Pemerintah daerah setempat, Aparat Penegak Hukum, atau masyarakat yang hanya beraktivitas demi menyambung kehidupan mereka dari sejak dulu bahkan turun temurun.

Berbagai persepsi publik banyak juga yang menyalahkan Pemerintah Daerah yang tidak memberikan status Wilayah Pertambangan Rakyat ( WPR ), menyalahkan Aparat Penegak Hukum ( APH ) dalah hal ini Kepolisian dengan menuding bahwa polisi melakukan pembiaran kegiatan ilegal.

Salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya juga menyampaikan bahwa dalam menyikapi hal ini perlu diperlukan campur tangan pemerintah dan stakeholders terkait untuk duduk bersama dalam menyikapi fenomena ini. Jumat, ( 26/11/2025 )

” Disisi lain masyarakat butuh makan, anak mereka butuh biaya. Jika bicara aturan ya tetap salah, tp apakah cukup menyalahkan masyarakat kecil yang hanya kerja untuk bertahan hidup dan bukan cari kaya ?. Saya kira Para pemangku kebijakan dalam menjalankan tugasnya juga pakai hati, harusnya segera carikan solusi jalan keluarnya, regulasi aturannya seperti apa supaya hal ini tdk menimbulkan pespektif publik yang berlebihan, saling curiga mencurigai satu sama lain dan akibatnya informasi yang disampaikan menjadi tidak berimbang dan terkadang terkesan menyudutkan salah satu pihak “. Ujarnya .

Ia juga menambahkan bahwa bagaimanapun kelangsungan hidup masyarakat juga harus dipikirkan tanpa harus menciptakan konflik sosial dalam mengambil sebuah kebijakan. Ia juga menghimbau pemerintah agar secepatnya mencarikan solusi terbaik agar hal ini tidak selalu berkembang menjadi opini publik yang berlebihan.

” Ratusan tahun bahkan sdh turun temurun yang namanya masyarakat dikalimantan ini menambang emas manual untuk bertahan hidup sehari2, jangan berkaca ke para penambang ilegal yang memakai alat berat yang berpotensi merusak alam secara global. Masyarakat lokal juga harus dipikirkan kelangsungan hidupnya, jangan disamaratakan. Saya minta kepada Pemerintah Pusat, Kapolri, Panglima TNI, Menteri terkait, Pemprov dan Pemkab Sintang agar segera menyikapi hal ini dengan bijaksana dan tanpa menyalahkan dari pihak manapun dan siapapun. Tidak ada yang perlu disalahkan dalam hal ini, masyarakat butuh solusi bukan janji ” Pungkasnya. ( Red )

Berita Terkait

Dua Desa di Pandeglang Disorot GPMM, Audit APBDes Didorong Pasca PMK 81/2025
Baru Menjabat, Kapolsek Beruntung Baru IPDA Deden Lesmana Kunjungi Kantor Kecamatan dan Bahas Kamtibmas Bulan Ramadhan
Sosialisasi HeForShe Perkuat Profesionalisme dan Peran Ganda Polwan Polda Kalbar.
Baru Menjabat, Kapolsek Beruntung Baru IPDA Deden Lesmana Kunjungi Kantor Kecamatan dan Bahas Kamtibmas Bulan Ramadhan 
Bocah Perempuan di Demak Meninggal Gantung Diri, Polisi Ajak Orang Tua Perkuat Komunikasi
MUI dan Pemdes Talagasari Gelar Pengajian Bulanan, Ust. H. Abdul Karim Kaji Asal-Muasal Perintah Puasa
Sekda Aceh Bahas Usulan Renaksi K/L dan R3P Hidrometeorologi Aceh di Bappenas
Delegasi UNDSS Kunjungi Polda Aceh, Bahas Koordinasi Keamanan dan Dukungan Operasional PBB

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 03:21

Dua Desa di Pandeglang Disorot GPMM, Audit APBDes Didorong Pasca PMK 81/2025

Sabtu, 14 Februari 2026 - 03:17

Baru Menjabat, Kapolsek Beruntung Baru IPDA Deden Lesmana Kunjungi Kantor Kecamatan dan Bahas Kamtibmas Bulan Ramadhan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 03:14

Sosialisasi HeForShe Perkuat Profesionalisme dan Peran Ganda Polwan Polda Kalbar.

Sabtu, 14 Februari 2026 - 03:13

Baru Menjabat, Kapolsek Beruntung Baru IPDA Deden Lesmana Kunjungi Kantor Kecamatan dan Bahas Kamtibmas Bulan Ramadhan 

Sabtu, 14 Februari 2026 - 03:01

MUI dan Pemdes Talagasari Gelar Pengajian Bulanan, Ust. H. Abdul Karim Kaji Asal-Muasal Perintah Puasa

Sabtu, 14 Februari 2026 - 02:51

Sekda Aceh Bahas Usulan Renaksi K/L dan R3P Hidrometeorologi Aceh di Bappenas

Sabtu, 14 Februari 2026 - 02:46

Delegasi UNDSS Kunjungi Polda Aceh, Bahas Koordinasi Keamanan dan Dukungan Operasional PBB

Sabtu, 14 Februari 2026 - 02:41

Kapoksahli Pangdam IM Pimpin Upacara Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi TA 2026 di Banda Aceh

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x