SINTANG//propamnewstv.id – Siapa yg tak mengetahui Bukit Muran yang berada diwilayah sepauk Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat ini. Bukit yang sejak puluhan tahun dipakai sebagian masyarakat sekitar mencari rejeki untuk menyambung hidupnya sehari-hari untuk menghidupi keluarga mereka dengan cara mengumpulkan batu dari perbukitan yg konon katanya batu dari bukit muran itu mengandung biji emas.
Tidak menampik bahwa dalam batu yang dikumpulkan ada kandungan emasnya walapupun tidak banyak. Dengan cara dihancurkan pakai alat pengcur batu atau glondong mereka bisa mendapatkan 1-2 gram emas dan hasilnya dibagi kesesama pekerja demi bisa bertahan hidup untuk menghidupi keluarga dan membiayai anak sekolah.
Pemerintah Daerah kabupaten Sintang selama puluhan tahun juga mengetahui kegiatan tersebut, akan tetapi pihak pemerintah juga memikirkan nasib warganya yang juga peru hidup dan bisa makan sehari2.
Berbagai pemberitaan dimedia online kerap kali menyoroti terkait kegiatan aktivitas penbangan emas dibukit muran tersebut dan hanya menyalahkan dari satu sisi . Jika ini dianggap salah, lalu siapa yang patut disalahkan dalam hal ini ? Pemerintah daerah setempat, Aparat Penegak Hukum, atau masyarakat yang hanya beraktivitas demi menyambung kehidupan mereka dari sejak dulu bahkan turun temurun.
Berbagai persepsi publik banyak juga yang menyalahkan Pemerintah Daerah yang tidak memberikan status Wilayah Pertambangan Rakyat ( WPR ), menyalahkan Aparat Penegak Hukum ( APH ) dalah hal ini Kepolisian dengan menuding bahwa polisi melakukan pembiaran kegiatan ilegal.
Salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya juga menyampaikan bahwa dalam menyikapi hal ini perlu diperlukan campur tangan pemerintah dan stakeholders terkait untuk duduk bersama dalam menyikapi fenomena ini. Jumat, ( 26/11/2025 )
” Disisi lain masyarakat butuh makan, anak mereka butuh biaya. Jika bicara aturan ya tetap salah, tp apakah cukup menyalahkan masyarakat kecil yang hanya kerja untuk bertahan hidup dan bukan cari kaya ?. Saya kira Para pemangku kebijakan dalam menjalankan tugasnya juga pakai hati, harusnya segera carikan solusi jalan keluarnya, regulasi aturannya seperti apa supaya hal ini tdk menimbulkan pespektif publik yang berlebihan, saling curiga mencurigai satu sama lain dan akibatnya informasi yang disampaikan menjadi tidak berimbang dan terkadang terkesan menyudutkan salah satu pihak “. Ujarnya .
Ia juga menambahkan bahwa bagaimanapun kelangsungan hidup masyarakat juga harus dipikirkan tanpa harus menciptakan konflik sosial dalam mengambil sebuah kebijakan. Ia juga menghimbau pemerintah agar secepatnya mencarikan solusi terbaik agar hal ini tidak selalu berkembang menjadi opini publik yang berlebihan.
” Ratusan tahun bahkan sdh turun temurun yang namanya masyarakat dikalimantan ini menambang emas manual untuk bertahan hidup sehari2, jangan berkaca ke para penambang ilegal yang memakai alat berat yang berpotensi merusak alam secara global. Masyarakat lokal juga harus dipikirkan kelangsungan hidupnya, jangan disamaratakan. Saya minta kepada Pemerintah Pusat, Kapolri, Panglima TNI, Menteri terkait, Pemprov dan Pemkab Sintang agar segera menyikapi hal ini dengan bijaksana dan tanpa menyalahkan dari pihak manapun dan siapapun. Tidak ada yang perlu disalahkan dalam hal ini, masyarakat butuh solusi bukan janji ” Pungkasnya. ( Red )







