Pandeglang, Banten — //propamnewstv.id/-Duka mendalam menyelimuti suasana bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M di Kampung Dungushaur, Desa Surianeun, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten. Pada Senin malam Selasa, 2 Maret 2026, sekitar pukul 22.00 WIB, musibah kebakaran melanda rumah milik Bapak Kanang, seorang kaum masjid yang selama ini mengabdikan dirinya secara sukarela untuk kemaslahatan umat.
Peristiwa yang diduga akibat korsleting listrik itu terjadi begitu cepat. Api membesar dan melahap seluruh bangunan rumah sederhana beserta isinya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun seluruh harta benda tidak dapat diselamatkan. Rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh dan bernaung keluarga, kini tinggal puing dan abu.
Bapak Kanang, warga RT 017 RW 004 Kampung Dungushaur, dikenal sebagai sosok yang istiqamah dalam pengabdian. Sebagai kaum masjid, beliau dengan penuh keikhlasan menjaga kebersihan masjid, serta membantu berbagai aktivitas ibadah masyarakat. Pengabdian sunyi yang dilakukan tanpa pamrih itu menjadi bagian penting dalam kehidupan spiritual warga setempat.
Musibah yang terjadi di tengah Ramadhan ini menjadi ujian kesabaran yang berat. Namun Ramadhan pula mengajarkan makna keteguhan hati, solidaritas sosial, dan kepedulian yang nyata. Duka keluarga Bapak Kanang adalah duka bersama, sekaligus panggilan nurani bagi semua pihak untuk hadir memberi dukungan.
Saat dikonfirmasi, Camat Patia, Supratman, menyampaikan bahwa dirinya telah turun langsung ke lokasi untuk mengecek kondisi dan memastikan langkah penanganan awal. Pemerintah kecamatan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat guna menindaklanjuti kebutuhan mendesak keluarga korban.
Masyarakat berharap perhatian dan bantuan dari Bupati Pandeglang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang, serta unsur pemerintah daerah lainnya dapat segera direalisasikan, baik dalam bentuk bantuan darurat maupun dukungan pemulihan tempat tinggal.
Di tengah puing yang tersisa, keyakinan tidak boleh runtuh. Rumah boleh habis terbakar, tetapi iman, ketulusan, dan pengabdian tidak akan pernah musnah oleh api. Semoga Allah SWT menganugerahkan kesabaran yang luas dan keteguhan hati kepada keluarga Bapak Kanang. Semoga ujian di bulan suci ini menjadi jalan turunnya pertolongan dan keberkahan.
Ramadhan adalah bulan kesabaran dan bulan kepedulian. Dari Pandeglang, doa-doa mengalir: semoga keluarga kaum masjid Bapak Kanang dikuatkan, dimudahkan jalannya, serta segera mendapatkan bantuan dan tempat tinggal yang layak untuk kembali menata kehidupan.
Sementara itu, Bupati Pandeglang, R. Dewi Setiani, menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa warga Kampung Dungushaur, Desa Surianeun, Kecamatan Patia, pada awal pekan ini.
“Saya turut prihatin dan berduka atas musibah kebakaran yang menimpa warga Kampung Dungushaur, Desa Surianeun, Kecamatan Patia. Di bulan suci Ramadhan ini, ujian yang dialami saudara-saudara kita tentu menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Saya telah menginstruksikan agar segera dilakukan koordinasi dengan BPBD dan Dinas Sosial untuk penanganan cepat,” ujar singkat Bupati.
Red







