Harga Kebutuhan Pokok Melonjak di Kabupaten Bandung, Pedagang Pasar Tradisional Keluhkan Penurunan Omzet

- Reporter

Jumat, 13 Februari 2026 - 03:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANJARAN, // PropamNewstv – Kabupaten Bandung – Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional wilayah Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Lonjakan harga tersebut dikeluhkan masyarakat kecil serta pedagang karena berdampak langsung pada daya beli dan omzet penjualan.

Pantauan di Pasar Banjaran, Soreang, dan Baleendah pada Jumat (13/2/2026), harga ayam potong menembus Rp43.000 per kilogram. Sementara daging sapi berada di kisaran Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram. Untuk komoditas sayuran, rata-rata mengalami kenaikan antara 20 hingga 25 persen, tergantung jenisnya.

Jajang (34), pedagang ayam potong di Pasar Banjaran, mengaku omzetnya turun drastis akibat sepinya pembeli.
“Omzet saya menurun hingga 70 persen karena pembeli berkurang,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Uken (31), pedagang sayuran di pasar yang sama. Ia menyebut kenaikan harga membuat masyarakat, khususnya golongan ekonomi kecil, mengurangi jumlah belanja.

Para pedagang menilai kenaikan harga dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya meningkatnya permintaan menjelang bulan suci Ramadan serta terbatasnya pasokan barang ke pasar. Selain itu, sejumlah pedagang juga menyoroti dampak pembelian bahan pokok dalam jumlah besar oleh pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dinilai turut memengaruhi distribusi stok di pasar tradisional.

Meski demikian, para pedagang menegaskan mereka tidak menolak program pemerintah tersebut. Mereka mengaku mendukung penuh kebijakan Presiden Prabowo yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak sekolah. Namun, pedagang berharap pengelola program dapat melibatkan pasar tradisional dalam pengadaan bahan pokok agar pelaku UMKM juga merasakan dampak ekonomi dari program tersebut.

Menurut pedagang, jika sebagian besar kebutuhan dibeli langsung dari bandar besar, maka distribusi ke pasar tradisional berkurang dan berpotensi memicu kenaikan harga.

Para pedagang pasar tradisional di Kabupaten Bandung berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi bahan pokok, sehingga roda ekonomi masyarakat kecil tetap berjalan menjelang Ramadan.

Eva -wakabiro

Berita Terkait

Pengacara Choirun Nidzar Alqodari S.H Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polda Jateng
Gelar KRYD, Polisi Berhasil Amankan Ribuan Botol Miras di Jepara
Kunjungan Insan Pers ke SDN Sukadame 2 Disambut Hangat, Dewan Guru Sampaikan Harapan Pembangunan
Harga Kebutuhan pokok Makin Melambung , Masyarakat Kecil Menjerit
Jajaki Usia ke-53, PAM Bandarmasih Diharapkan Fokus Inovasi dan Pemerataan Air Bersih
Antusias Warga Kampung Cipariuk Gelar Gotong Royong Bersihkan Jalan Poros Desa
Jasa Raharja Kalsel dan Polsek Beruntung Baru Gelar Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas di Ponpes Takhashush Diniyah
Jajaki Usia ke-53, PAM Bandarmasih Diharapkan Fokus Inovasi dan Pemerataan Air Bersih

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 05:26

Pengacara Choirun Nidzar Alqodari S.H Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polda Jateng

Jumat, 13 Februari 2026 - 05:24

Gelar KRYD, Polisi Berhasil Amankan Ribuan Botol Miras di Jepara

Jumat, 13 Februari 2026 - 03:44

Harga Kebutuhan Pokok Melonjak di Kabupaten Bandung, Pedagang Pasar Tradisional Keluhkan Penurunan Omzet

Jumat, 13 Februari 2026 - 03:39

Kunjungan Insan Pers ke SDN Sukadame 2 Disambut Hangat, Dewan Guru Sampaikan Harapan Pembangunan

Jumat, 13 Februari 2026 - 03:33

Harga Kebutuhan pokok Makin Melambung , Masyarakat Kecil Menjerit

Jumat, 13 Februari 2026 - 02:03

Antusias Warga Kampung Cipariuk Gelar Gotong Royong Bersihkan Jalan Poros Desa

Jumat, 13 Februari 2026 - 01:59

Jasa Raharja Kalsel dan Polsek Beruntung Baru Gelar Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas di Ponpes Takhashush Diniyah

Jumat, 13 Februari 2026 - 00:59

Jajaki Usia ke-53, PAM Bandarmasih Diharapkan Fokus Inovasi dan Pemerataan Air Bersih

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x