Takalar, // PropamNewsTv.id – Suasana peringatan Hari Ulang Tahun ke-66 Kabupaten Takalar terasa lebih istimewa. Di tengah semangat kebersamaan warga, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman hadir membawa kabar baik: kado pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Momentum peringatan yang digelar di Lapangan Kantor Bupati Takalar itu bukan sekadar seremoni. Pemerintah Provinsi Sulsel menegaskan komitmennya melalui program nyata, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan hingga bantuan untuk nelayan dan petani.
Salah satu kado terbesar adalah dimulainya proyek preservasi jalan melalui skema Multi Years Project (MYP) Paket 2 dengan nilai anggaran sekitar Rp 274 miliar. Total panjang penanganan jalan mencapai 209,38 kilometer yang mencakup wilayah Takalar, Gowa, Jeneponto hingga Makassar.
Khusus Kabupaten Takalar, sepanjang kurang lebih 110 kilometer jalan menjadi prioritas, termasuk ruas strategis Bontoramba–Galesong. Perbaikan infrastruktur ini diharapkan mampu memperlancar konektivitas antarwilayah, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perikanan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Tak hanya infrastruktur jalan, Gubernur juga menyerahkan bantuan pembangunan dan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp 7,5 miliar. Bantuan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat tinggal di hunian yang lebih aman dan layak.
Di sektor kelautan dan pertanian, perhatian pemerintah provinsi juga terlihat nyata. Bantuan untuk nelayan mencapai Rp 3 miliar, termasuk dukungan sarana dan prasarana seperti kapal 1 GT dan 5 GT, perlengkapan nelayan rumput laut, serta penguatan fasilitas perikanan.
Sementara untuk petani, disalurkan ratusan unit handsprayer, traktor roda dua dan roda empat guna meningkatkan produktivitas pertanian di Takalar.
Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sudirman menegaskan pentingnya kolaborasi dan kerja nyata demi kesejahteraan masyarakat. Ia berharap Takalar dapat berkembang menjadi salah satu pusat perikanan unggulan, termasuk optimalisasi aktivitas di Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Beba.
“Kita harus fokus pada kerja nyata dan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi adalah kunci untuk membawa daerah ini lebih maju,” pesannya.
Di usia ke-66 tahun, Takalar tidak hanya merayakan perjalanan sejarahnya, tetapi juga menapaki langkah baru pembangunan yang lebih terarah. Harapan pun tumbuh, agar kado pembangunan ini benar-benar menjadi fondasi kesejahteraan yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
Aziz Naga
PropamNewsTv








