Pandeglang,//PropamNewsTv.id/– Semangat gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat di berbagai daerah Indonesia. Kali ini datang dari warga Desa Tegal, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, yang secara bersama-sama melakukan perbaikan jalan kabupaten sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan pengguna jalan.selasa (31/3/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat dari berbagai kampung di Desa Tegal, yang dengan penuh antusias turun langsung ke lapangan. Tanpa menunggu bantuan sepenuhnya dari pemerintah, warga secara swadaya berinisiatif memperbaiki kondisi jalan yang selama ini menjadi akses utama aktivitas sehari-hari.
Sejak pagi hari, warga tampak bahu-membahu membawa peralatan sederhana untuk membersihkan dan memperbaiki jalan. Kegiatan gotong royong ini turut dihadiri dan didukung oleh Kepala Desa Tegal, Supardi, para Ketua RT, RW, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran unsur pemerintah desa semakin menambah semangat warga dalam melaksanakan kegiatan tersebut.
Fokus utama kegiatan ini adalah pembersihan pinggiran jalan dari rumput liar serta bambu yang menjuntai ke badan jalan. Kondisi tersebut sebelumnya dinilai cukup membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua dan roda empat yang melintasi jalur tersebut. Selain pembersihan, warga juga melakukan penambalan pada titik-titik jalan yang rusak guna meminimalisir risiko kecelakaan.
Jalan yang diperbaiki merupakan akses vital yang menghubungkan Kampung Cipariuk dan Kampung Pasir Sereh di wilayah Desa Tegal. Jalur ini memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas warga, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun aktivitas sosial lainnya. Kerusakan jalan yang dibiarkan berlarut-larut berpotensi menghambat aktivitas masyarakat dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Kepala Desa Tegal, Supardi, saat ditemui di lokasi kegiatan menyampaikan bahwa gotong royong ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan kekompakan masyarakat dalam menjaga infrastruktur desa.
“Gotong royong ini adalah bukti nyata kebersamaan warga Desa Tegal. Kami bersama-sama berupaya menjaga dan memperbaiki jalan agar aman dilalui oleh semua pengguna,” ujar Supardi.
Ia menambahkan, kegiatan seperti ini akan terus digalakkan sebagai bagian dari partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah. Menurutnya, keterlibatan langsung warga menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan di tingkat desa.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain, bahwa dengan kebersamaan, berbagai persoalan bisa diselesaikan. Ke depan, gotong royong akan terus kami jadikan budaya yang rutin dilakukan,” lanjutnya.
Supardi juga menegaskan bahwa pemerintah desa tidak tinggal diam terhadap kondisi infrastruktur yang ada. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten maupun instansi terkait untuk mendapatkan penanganan yang lebih optimal, khususnya untuk perbaikan jalan yang membutuhkan alat berat dan anggaran besar.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan infrastruktur di daerah, aksi gotong royong seperti yang dilakukan warga Desa Tegal menjadi cerminan kuatnya nilai kebersamaan yang masih terjaga di masyarakat. Selain memperbaiki kondisi fisik jalan, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antarwarga.
Dengan adanya perbaikan ini, diharapkan akses transportasi masyarakat menjadi lebih lancar, aman, dan nyaman. Lebih dari itu, semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Desa Tegal menjadi inspirasi bahwa pembangunan tidak selalu harus menunggu, tetapi bisa dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan bersama.
penulis : Dedi kaperwil Banten








