Dugaan TPPO Remaja Bandung Mengarah ke Jaringan Terorganisir, Keluarga Desak Pengusutan Perekrut

- Reporter

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABUPATEN BANDUNG ,//PropamNeqsTv.id/— Kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap seorang remaja perempuan asal Desa Rancakasumba, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, mengarah pada indikasi keterlibatan jaringan perekrut yang terorganisir.

Korban berinisial CS (±16), yang juga dikenal dengan nama Caca Cantika, diduga tidak berangkat sendiri ke luar daerah. Berdasarkan keterangan keluarga, terdapat pihak yang pertama kali menghubungi dan membujuk korban dengan iming-iming pekerjaan sebagai pelayan restoran di Papua.

Namun, informasi yang diperoleh keluarga menyebutkan bahwa setelah tiba di Timika, korban diduga dialihkan ke pekerjaan di tempat hiburan malam, yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

Keluarga mencurigai adanya peran aktif pihak tertentu yang tidak hanya menawarkan pekerjaan, tetapi juga diduga memfasilitasi proses keberangkatan, termasuk pengurusan dokumen identitas korban.

“Anak kami tidak mungkin berangkat sendiri sejauh itu tanpa bantuan. Kami menduga ada pihak yang merekrut dan mengurus semuanya,” ujar keluarga.

Selain itu, muncul dugaan pemalsuan dokumen. Identitas korban, seperti KTP dan Kartu Keluarga, diduga telah dimanipulasi, termasuk perubahan status menjadi “cerai hidup”. Hal ini dinilai sebagai upaya untuk menghindari pembatasan usia, mengingat korban masih di bawah umur.

Sejak meninggalkan rumah pada 10 Oktober 2025, korban tidak lagi berada dalam pengawasan keluarga. Informasi terakhir menyebutkan korban berada di wilayah Timika, Papua, namun kondisi dan keberadaannya secara pasti belum terkonfirmasi.

Orang tua korban, Asep Wiguna dan Engkom Komariah, mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut pihak yang diduga terlibat, khususnya sosok yang pertama kali membawa korban keluar dari daerah.

“Kami minta diusut siapa yang membawa anak kami. Jangan sampai ada korban lain,” kata pihak keluarga.

Sejumlah pengamat sosial dan aktivis perlindungan anak menilai pola yang muncul dalam kasus ini serupa dengan praktik perdagangan orang yang melibatkan beberapa peran, mulai dari perekrut di tingkat lokal, pihak yang mengurus dokumen, penyalur antar daerah, hingga pihak penerima di lokasi tujuan.

Jika dugaan tersebut terbukti, kasus ini berpotensi menjadi bagian dari jaringan perdagangan orang yang lebih luas.

Desakan publik pun menguat agar aparat kepolisian bersama dinas terkait segera melakukan langkah-langkah konkret, antara lain mengidentifikasi dan menindak pihak perekrut, menelusuri jalur keberangkatan korban, berkoordinasi dengan aparat di Papua untuk proses penelusuran, serta memastikan keselamatan dan pemulangan korban.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa praktik perdagangan orang masih menjadi ancaman nyata, termasuk di wilayah pedesaan, dengan sasaran anak di bawah umur melalui modus penawaran pekerjaan.

Pengungkapan peran perekrut dinilai menjadi kunci penting untuk memutus rantai praktik serupa di masa mendatang.

Sumber I tryo libel
Red
Aziz Naga

Berita Terkait

𝗥𝗶𝗮𝘂 𝗗𝗶𝗸𝗲𝗽𝘂𝗻𝗴 𝟮𝟭𝟯 𝗧𝗶𝘁𝗶𝗸 𝗣𝗮𝗻𝗮𝘀, 𝗞𝗮𝗿𝗵𝘂𝘁𝗹𝗮 𝗱𝗶 𝗞𝘂𝗮𝗹𝗮 𝗞𝗮𝗺𝗽𝗮𝗿 𝗖𝗮𝗽𝗮𝗶 𝟱𝟯 𝗛𝗲𝗸𝘁𝗮𝗿𝗲
Mimpi Besar Garuda dari Banten: Andra Soni & Erick Thohir Buka Liga 4
Dugaan Pencemaran Nama Baik, Kuasa Hukum Wabup Kuansing Segera Lapor ke Dewan Pers dan Polda Riau
Sorotan Masyarakat Atas Dugaan Aksi ” Tebar Uang ” Oleh Walikota Tangerang
Babinsa Dampingi Penyerapan Gabah Petani di Karangkancana, Harga Dijaga Sesuai Ketentuan
Wabup Tuti Tinjau Dampak Banjir dan Longsor, Pastikan Penanganan Cepat untuk Warga
Kunjungan di Pos wilayah Perbatasan RI-Malaysia Danrem 121/Abw dampingi Pangdam XII/Tpr berpesan “Jaga kedaulatan Negara
Danrem 121/Abw dampingi Pangdam XII/Tpr kunjungi prajurit di perbatasan, berikan semangat serta dukungan moril bagi prajurit yang sedang melaksanakan tugas

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:56

𝗥𝗶𝗮𝘂 𝗗𝗶𝗸𝗲𝗽𝘂𝗻𝗴 𝟮𝟭𝟯 𝗧𝗶𝘁𝗶𝗸 𝗣𝗮𝗻𝗮𝘀, 𝗞𝗮𝗿𝗵𝘂𝘁𝗹𝗮 𝗱𝗶 𝗞𝘂𝗮𝗹𝗮 𝗞𝗮𝗺𝗽𝗮𝗿 𝗖𝗮𝗽𝗮𝗶 𝟱𝟯 𝗛𝗲𝗸𝘁𝗮𝗿𝗲

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:38

Mimpi Besar Garuda dari Banten: Andra Soni & Erick Thohir Buka Liga 4

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:22

Dugaan Pencemaran Nama Baik, Kuasa Hukum Wabup Kuansing Segera Lapor ke Dewan Pers dan Polda Riau

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:19

Sorotan Masyarakat Atas Dugaan Aksi ” Tebar Uang ” Oleh Walikota Tangerang

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:11

Babinsa Dampingi Penyerapan Gabah Petani di Karangkancana, Harga Dijaga Sesuai Ketentuan

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:43

Kunjungan di Pos wilayah Perbatasan RI-Malaysia Danrem 121/Abw dampingi Pangdam XII/Tpr berpesan “Jaga kedaulatan Negara

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:20

Dugaan TPPO Remaja Bandung Mengarah ke Jaringan Terorganisir, Keluarga Desak Pengusutan Perekrut

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:13

Danrem 121/Abw dampingi Pangdam XII/Tpr kunjungi prajurit di perbatasan, berikan semangat serta dukungan moril bagi prajurit yang sedang melaksanakan tugas

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x