DPD KNPI Pandeglang Gelar Diskusi Publik dan Nobar Film “Pesta Babi”, Bahas Tantangan Pembangunan dan Keadilan Sosial

- Reporter

Senin, 25 Mei 2026 - 20:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

     Foto: Acara momentum nonton bareng di Diskusi Publik.

 

BANTEN //propamnewstv.id/– Dalam momentum Hari Kebangkitan Nasional 2026, DPD KNPI Kabupaten Pandeglang menggelar Diskusi Publik dan Nonton Bareng (Nobar) film dokumenter “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita” di Caffe Rumah Kemasan, Kabupaten Pandeglang, Sabtu malam (23/5/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 20.00 WIB hingga 01.00 WIB tersebut diisi dengan pemutaran film dokumenter dan dialog publik yang menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, aktivis lingkungan dan HAM, masyarakat adat Pandeglang, serta para tamu undangan yang antusias mengikuti jalannya acara.

Acara ini turut dihadiri unsur Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang melalui Kesbangpol dan Dinas Koperasi, organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, insan pers, Cipayung Plus Pandeglang, komunitas pecinta alam, unsur Polres Pandeglang, serta Kodim 0601 Pandeglang.

Ketua Pelaksana kegiatan, Entis Sumantri, menyampaikan bahwa agenda tersebut menjadi ruang pertemuan penting bagi pemuda, akademisi, aktivis lingkungan, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk membahas kembali realitas pembangunan daerah yang terus bergerak dinamis.

“Dunia saat ini berada dalam situasi ketidakpastian pangan dan energi akibat perubahan iklim, perang geopolitik, dan gangguan rantai pasok global. Indonesia tentu tidak dapat berdiri di luar arus besar tersebut karena kebutuhan pangan dan energi nasional terus meningkat setiap tahun. Hal ini juga menjadi tantangan bagi Kabupaten Pandeglang, sehingga kita harus banyak belajar dari Papua,” ujar Entis.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

 

“Atas nama jajaran pengurus DPD KNPI Kabupaten Pandeglang periode 2025-2029, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan diskusi dan nobar ini sehingga berjalan aman, damai, dan kondusif. Kami juga memohon maaf apabila dalam penyambutan maupun jamuan masih terdapat kekurangan, karena kegiatan ini dilaksanakan secara kolektif kolegial,” katanya.

 

Menurut Entis, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman bersama mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup, persatuan, dan kesatuan bangsa, khususnya di Kabupaten Pandeglang.

 

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kabupaten Pandeglang, Saepudin, M.Pd., mengatakan bahwa tema kegiatan “Membaca Kembali antara Pembangunan dan Jalan Tengah Keadilan Sosial, Menjaga Bumi dari Ketamakan dan Kekuasaan” menjadi refleksi atas tantangan pembangunan di daerah.

 

“Tema ini menggambarkan tantangan pembangunan di Kabupaten Pandeglang, terutama yang berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan, perlindungan masyarakat adat, serta potensi ketimpangan sosial yang masih terjadi di sejumlah wilayah, termasuk masyarakat pesisir selatan dan masyarakat adat Rancapinang,” ujarnya.

 

Saepudin menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen KNPI dalam memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan.

 

“KNPI harus hadir sebagai ruang dialog yang sehat. Pembangunan daerah harus berjalan, tetapi tidak boleh meninggalkan nilai kemanusiaan, keberlanjutan lingkungan, dan suara masyarakat,” katanya.

 

Ia menambahkan, film dokumenter “Pesta Babi” dipilih karena mampu memberikan perspektif kritis mengenai hubungan antara kekuasaan, kapitalisme, dan pengelolaan sumber daya alam dalam proses pembangunan di berbagai daerah, termasuk Pandeglang.

 

Diskusi berlangsung hangat dan kritis dengan membahas sejumlah isu strategis, mulai dari ekspansi pembangunan, potensi konflik agraria, pentingnya edukasi lingkungan, hingga perlunya kebijakan daerah yang lebih inklusif dan berpihak kepada masyarakat. Pemantik diskusi, Ahmad Syafa’at, M.H., turut memperdalam analisis peserta terhadap konteks lokal Pandeglang.

 

Kegiatan dipandu moderator Dety Ramadina dan dihadiri puluhan peserta dari berbagai kalangan sehingga menciptakan suasana dialogis dan produktif. Para peserta juga diajak menyaksikan film dokumenter untuk memperkaya sudut pandang sebelum memasuki sesi diskusi mendalam.

 

Salah satu narasumber, Ari Supriadi, S.I.P., M.Tr.I.P., dosen STISIP Banten Raya, menyampaikan bahwa film dokumenter “Pesta Babi” harus dipahami sebagai bentuk kritik dan masukan masyarakat terhadap pemerintah.

 

“Pemerintah tidak boleh alergi terhadap kritik yang disampaikan melalui berbagai saluran, baik media massa, aksi unjuk rasa, seni, musik, maupun film. Dalam ruang demokrasi, negara tidak boleh menutup akses publik untuk bersuara dan menyampaikan pendapat,” ujarnya.

 

Menurut Ari, apabila terdapat kritik yang dianggap kurang tepat, maka seharusnya dijawab dengan narasi dan argumentasi, bukan dengan intimidasi ataupun pembungkaman.

 

“Kebijakan pemerintah tidak selalu berjalan sesuai harapan masyarakat. Bisa jadi kebijakan hanya berorientasi pada kepentingan kelompok kecil dan mengabaikan kebutuhan rakyat kecil. Karena itu, kebijakan publik harus disusun secara rasional, komprehensif, melibatkan masyarakat secara penuh, dan mengedepankan keberlanjutan lingkungan,” katanya.

 

Ia juga menegaskan bahwa film dokumenter tersebut merupakan bentuk kritik terhadap kebijakan yang dianggap keliru dan bukan untuk memecah belah persatuan bangsa.

 

Sementara itu, Sekretaris Badan Kesbangpol Kabupaten Pandeglang, Berlyana Henny V.S., SE., M.A., menyampaikan apresiasi kepada DPD KNPI Pandeglang atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

 

“Kami dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang mengucapkan terima kasih kepada DPD KNPI Pandeglang yang telah memfasilitasi diskusi dan nobar film ini. Semoga seluruh peserta dapat mengambil sisi positif dari kegiatan ini untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan di Kabupaten Pandeglang,” ujarnya.

 

Melalui kegiatan tersebut, DPD KNPI Pandeglang berharap dapat mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif dan partisipasi aktif pemuda dalam merumuskan gagasan serta langkah nyata demi pembangunan daerah yang adil, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

 

Tim//red

Berita Terkait

Dalih Silaturahmi, Oknum Tamu Diduga Ganggu KBM di SDN Kecamatan Munjul
*Pekan Gawai Dayak XV Resmi Dibuka, Polres Sekadau Siagakan Ratusan Personel Pengamanan*
Polres Demak Perkuat Kompetensi Personel Lewat Latihan Menembak
Diduga Upah Pekerja Tak Sesuai Standar, Proyek P3A-TGAI di Picung Pandeglang Disorot
Miris! Merah Putih Kusam dan Sobek Hiasi Halaman Kantor Desa Kolelet Picung
*Koramil 1204-15/Sekadau Hilir Amankan Pawai Gawai Dayak ke-XV Kabupaten Sekadau* Sekadau – Dalam rangka mendukung kelancaran dan keamanan pelaksanaan Gawai Dayak ke-XV Kabupaten Sekadau Tahun 2026, Koramil 1204-15/Sekadau Hilir melaksanakan pengamanan kegiatan pawai budaya yang digelar di kawasan Betang Youth Center, Jalan Panglima Naga, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Selasa (21/7/2026) mulai pukul 07.00 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pembukaan Gawai Dayak XV yang berlangsung pada 21–25 Juli 2026. Pengamanan dilakukan sebagai bentuk komitmen TNI dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif sehingga seluruh rangkaian pawai budaya dapat berlangsung lancar. Personel Koramil bersinergi dengan Polri, pemerintah daerah, panitia, dan unsur terkait lainnya untuk mengatur arus peserta maupun masyarakat yang memadati lokasi kegiatan. Pawai budaya Gawai Dayak menampilkan berbagai atraksi seni dan budaya dari utusan Dewan Adat Dayak (DAD) tujuh kecamatan, paguyuban, serta berbagai elemen masyarakat. Kegiatan ini menjadi momentum pelestarian adat dan budaya Dayak sekaligus mempererat persatuan serta kebersamaan di tengah masyarakat. Komandan Koramil 1204-15/Sekadau Hilir Kapten Arm Syarif Mahendra menyampaikan bahwa kehadiran personel TNI di lapangan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial dalam mendukung setiap kegiatan masyarakat. “Kami berkomitmen memberikan rasa aman kepada seluruh peserta dan masyarakat yang mengikuti Gawai Dayak. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci agar kegiatan budaya ini dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan sukses,” ujarnya. Dengan pengamanan yang optimal dari aparat gabungan, pelaksanaan Pawai Gawai Dayak ke-XV Kabupaten Sekadau berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan, sekaligus menjadi wujud nyata dukungan TNI terhadap pelestarian budaya serta penguatan kemanunggalan TNI dengan rakyat. *pendim 1204/Sanggau*
Polres Jepara Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat Tingkatkan Pelayanan Disabilitas           
MPLS SMAN 1 Cibadak: Bukan Sekadar Pengenalan Sekolah, Tapi Ajang Pamer Potensi dan Bakat Siswa
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terbaru

Berita

*Koramil 1204-15/Sekadau Hilir Amankan Pawai Gawai Dayak ke-XV Kabupaten Sekadau* Sekadau – Dalam rangka mendukung kelancaran dan keamanan pelaksanaan Gawai Dayak ke-XV Kabupaten Sekadau Tahun 2026, Koramil 1204-15/Sekadau Hilir melaksanakan pengamanan kegiatan pawai budaya yang digelar di kawasan Betang Youth Center, Jalan Panglima Naga, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Selasa (21/7/2026) mulai pukul 07.00 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pembukaan Gawai Dayak XV yang berlangsung pada 21–25 Juli 2026. Pengamanan dilakukan sebagai bentuk komitmen TNI dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif sehingga seluruh rangkaian pawai budaya dapat berlangsung lancar. Personel Koramil bersinergi dengan Polri, pemerintah daerah, panitia, dan unsur terkait lainnya untuk mengatur arus peserta maupun masyarakat yang memadati lokasi kegiatan. Pawai budaya Gawai Dayak menampilkan berbagai atraksi seni dan budaya dari utusan Dewan Adat Dayak (DAD) tujuh kecamatan, paguyuban, serta berbagai elemen masyarakat. Kegiatan ini menjadi momentum pelestarian adat dan budaya Dayak sekaligus mempererat persatuan serta kebersamaan di tengah masyarakat. Komandan Koramil 1204-15/Sekadau Hilir Kapten Arm Syarif Mahendra menyampaikan bahwa kehadiran personel TNI di lapangan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial dalam mendukung setiap kegiatan masyarakat. “Kami berkomitmen memberikan rasa aman kepada seluruh peserta dan masyarakat yang mengikuti Gawai Dayak. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci agar kegiatan budaya ini dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan sukses,” ujarnya. Dengan pengamanan yang optimal dari aparat gabungan, pelaksanaan Pawai Gawai Dayak ke-XV Kabupaten Sekadau berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan, sekaligus menjadi wujud nyata dukungan TNI terhadap pelestarian budaya serta penguatan kemanunggalan TNI dengan rakyat. *pendim 1204/Sanggau*

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:00

Dalih Silaturahmi, Oknum Tamu Diduga Ganggu KBM di SDN Kecamatan Munjul

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:53

*Pekan Gawai Dayak XV Resmi Dibuka, Polres Sekadau Siagakan Ratusan Personel Pengamanan*

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:41

Polres Demak Perkuat Kompetensi Personel Lewat Latihan Menembak

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:09

Diduga Upah Pekerja Tak Sesuai Standar, Proyek P3A-TGAI di Picung Pandeglang Disorot

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:50

Miris! Merah Putih Kusam dan Sobek Hiasi Halaman Kantor Desa Kolelet Picung

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:38

Polres Jepara Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat Tingkatkan Pelayanan Disabilitas           

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:40

MPLS SMAN 1 Cibadak: Bukan Sekadar Pengenalan Sekolah, Tapi Ajang Pamer Potensi dan Bakat Siswa

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:32

Rektor UNUKASE Perkuat Kolaborasi dengan Ponpes Darul Ilmi, Siapkan Akses Beasiswa dan Kuliah bagi Santri”

Berita Terbaru

Bendera Merah Putih Memperhatikan

Miris! Merah Putih Kusam dan Sobek Hiasi Halaman Kantor Desa Kolelet Picung

Selasa, 21 Jul 2026 - 15:50

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x