Pandeglang, Banten //propamnewstv.id — Di tengah kondisi banjir yang melanda wilayah Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, sejumlah warga Desa Cimoyan menyuarakan keluhan terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Warga menilai realisasi menu yang diterima tidak sebanding dengan besaran anggaran yang dialokasikan pemerintah, Selasa (13/01/2026).
Seorang warga Desa Cimoyan berinisial MN mengungkapkan kekecewaannya terhadap paket MBG yang disalurkan kepada siswa SDN Cimoyan 2, MI, dan MTs di wilayah tersebut. Menurutnya, menu yang diterima selama satu pekan dinilai minim dan kurang variatif.
“Selama satu minggu isinya hanya susu kotak, jeruk, pisang, telur, roti, dan makanan ringan. Jumlahnya pun terbatas,” ujar MN.
MN menyebutkan bahwa paket makanan tersebut diproduksi oleh dapur MBG yang berlokasi di Desa Pasirgadung, Kecamatan Patia. Ia mempertanyakan kewajaran antara menu yang diterima dengan anggaran program MBG.
“Rasanya tidak masuk akal jika selama seminggu hanya mendapatkan makanan seperti itu. Nilainya tidak sebanding dengan anggaran yang semestinya,” tambahnya.
Keluhan tersebut mencuat di tengah kondisi banjir yang masih berdampak pada aktivitas dan perekonomian warga setempat. Menurut masyarakat, situasi ini seharusnya menjadi perhatian serius agar program bantuan gizi benar-benar memberikan manfaat optimal, khususnya bagi anak-anak sekolah.
Redaksi Media detikPerkara telah berupaya mengonfirmasi pihak dapur MBG di Desa Pasirgadung melalui pesan singkat WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan atau klarifikasi yang diberikan.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat melakukan evaluasi serta pengawasan menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, guna memastikan transparansi dan tercapainya tujuan peningkatan gizi peserta didik.








