KUNINGAN –//propamnewstv.id-Penataan aktivitas ekonomi desa dan peningkatan kewaspadaan terhadap potensi kerawanan sosial menjadi perhatian Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Pesan tersebut disampaikan Bupati saat pertemuan dengan para kepala desa se-Kecamatan Ciawigebang menjelang buka puasa bersama, Jumat (6/3/2026).
Dalam pertemuan itu, Bupati Dian meminta pemerintah desa menata aktivitas pedagang kaki lima (PKL) dengan tetap berjualan, namun diberikan tempat yang nyaman. Khususnya PKL selama Ramadan, agar tetap tertib tanpa mengganggu arus lalu lintas maupun aktivitas masyarakat.
Penataan tersebut, kata Dian, dapat dilakukan melalui program Nata Daya (Menata Alun-Alun Desa untuk Pusat Ekonomi dan Daya Tarik Wisata)
“Zona merah tidak boleh digunakan berjualan, zona kuning bisa dipakai secara temporer, dan zona hijau menjadi lokasi tetap bagi pedagang. Dengan penataan seperti ini aktivitas ekonomi tetap berjalan, tetapi tetap tertib,” ujarnya.
Ia mencontohkan penataan pedagang di wilayah kecamatan yang dinilai mampu menciptakan kondisi lebih rapi sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat saat berbelanja.
“Penataan yang baik justru bisa meningkatkan omzet pedagang karena masyarakat merasa lebih nyaman berbelanja,” jelasnya.
Selain penataan ekonomi, Bupati Dian juga mengingatkan para kepala desa untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan selama Ramadan, terutama fenomena perang sarung yang kerap melibatkan remaja.
Menurutnya, permainan tersebut kini tidak lagi sekadar tradisi, tetapi sering disertai penggunaan benda berbahaya yang dapat membahayakan keselamatan.
Bupati juga mengungkapkan adanya laporan pergerakan kelompok motor yang membawa senjata tajam di beberapa wilayah, termasuk di sekitar wilayah kecamatan.
Ia meminta para kepala desa bersama camat serta unsur Muspika, seperti Polsek dan Koramil, meningkatkan pengawasan dan patroli di wilayah masing-masing, terutama pada waktu menjelang sahur.
“Jangan sampai niat anak-anak kita bangun sahur justru berakhir duka karena tawuran atau perang sarung,” ujarnya.
Bupati juga mengajak pemerintah desa menggerakkan kegiatan corvé atau kerja bakti di lingkungan masing-masing guna menjaga kebersihan wilayah, termasuk mengantisipasi potensi penumpukan sampah menjelang dan sesudah Idul Fitri.
Dian turut menyampaikan apresiasi kepada unsur Forkopimcam, para kepala desa, serta pengurus RT dan RW yang selama ini ikut menjaga keamanan dan ketertiban wilayah sehingga situasi tetap aman dan kondusif.
“Saya berterima kasih kepada Kapolsek, Danramil, camat, kepala desa hingga RT dan RW yang terus menjaga kondusivitas. Selama ini wilayah kita tetap aman dan kondusif,” ungkapnya.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat menjelang buka puasa bersama dan diakhiri dengan doa serta komitmen para kepala desa untuk menjaga keamanan dan ketertiban wilayah hingga perayaan Idul Fitri.
(T/IKP/DISKOMINFO)
Biro kuningan
Asep





