Kuningan,//PropamNewsTv.id/Bupati Dian Hadiri Milangkala Desa Cikandang ke-222, Tegaskan Penguatan Kebersamaan dan Dorong Program Strategis Nasional
by Redaksi 9 April 2026
Bupati Dian Hadiri Milangkala Desa Cikandang ke-222, Tegaskan Penguatan Kebersamaan dan Dorong Program Strategis Nasional
KUNINGAN — Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, menghadiri Rapat Paripurna BPD dalam rangka Milangkala Desa Cikandang ke-222 Tahun 2026 yang digelar di Halaman Balai Desa Cikandang, Kecamatan Luragung, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Cikandang ini berlangsung khidmat dan meriah, ditandai dengan simbolis penyerahan buku sejarah Desa Cikandang dari Kepala Desa kepada Bupati. Dengan Judul Buku “Cikandang dari awal hingga masa kontemporer”. Buku tersebut memuat perjalanan panjang desa dari awal berdiri hingga masa kontemporer sebagai bentuk dokumentasi sejarah dan identitas lokal.
Momentum penyerahan buku ini sekaligus menjadi pengingat akan panjangnya perjalanan sejarah Desa Cikandang yang sarat nilai perjuangan dan transformasi. Desa Cikandang diketahui memiliki akar sejarah yang bermula dari Desa Gandaresik pada tahun 1804, yang kemudian mengalami beberapa fase perpindahan sebagai upaya masyarakat dalam mencari kehidupan yang lebih baik.
Pada masa awal, desa dipimpin oleh Kuwu Jangkung, sosok ikonik dengan postur tinggi yang memimpin masyarakat di wilayah Geresik. Saat itu, kondisi geografis yang sulit dengan akses terbatas membuat masyarakat menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan peternakan.
Seiring berjalannya waktu, kepemimpinan dilanjutkan oleh Setra Ganda yang membawa perubahan melalui perpindahan wilayah akibat keterbatasan sarana dan faktor keamanan. Dalam fase ini juga muncul sejarah Dusun Cipaheut, yang menjadi simbol keteguhan dan pengorbanan demi menjaga keselamatan desa.
Perkembangan ekonomi kemudian terjadi melalui industri kain tenun pewarna alami yang dipelopori oleh Ibu Openg. Aktivitas ini menjadikan wilayah tersebut dikenal sebagai Kampung Pabrik, yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat pada masanya.
Perpindahan terakhir terjadi pada masa Kuwu Setra Maya akibat krisis air bersih dan gangguan keamanan. Desa kemudian menetap di wilayah yang kaya sumber mata air, yang melatarbelakangi lahirnya nama “Cikandang”, sebagai simbol kemakmuran dan keberlimpahan sumber daya air.
Hingga kini, Desa Cikandang dikenal sebagai desa yang harmonis dengan ketersediaan air bersih yang melimpah, menjadi warisan berharga dari para sesepuh terdahulu dan fondasi utama kesejahteraan masyarakat hingga saat ini.
Ketua Panitia, Angga Ahmad, dalam laporannya menyampaikan bahwa Milangkala Desa Cikandang merupakan wujud rasa syukur atas bertambahnya usia desa sekaligus momentum mengenang sejarah, menghormati jasa para pendiri, serta mempererat silaturahmi masyarakat.
“Tema Milangkala tahun ini yaitu Lahir dari Budaya, Tumbuh dalam Kebersamaan. Tema ini mengandung makna bahwa desa terbentuk dari nilai-nilai budaya yang diwariskan, dan berkembang melalui kebersamaan serta gotong royong masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan sejak 4 April 2026, di antaranya sunatan massal bekerja sama dengan Rumah Sakit Juanda, ziarah ke makam leluhur Abah Bubuh Jangung, senam sehat, hingga pentas seni burok lokal. Puncak acara diisi dengan rapat penetapan hari jadi desa, gelar seni budaya oleh pemuda Desa Cikandang melalui grup gamelan Laras Sastra Pakuan, serta pagelaran wayang golek oleh Ki Dalang Irwana P.R.G. Sunandar.
Sementara itu, Kepala Desa Cikandang, Didi Tarsadi, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Milangkala tahun ini menjadi pengalaman perdana bagi pihaknya dalam mengemas peringatan hari jadi desa secara lebih terstruktur dan meriah.
Ia juga mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Bupati Kuningan atas penetapan Desa Cikandang sebagai lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN), yakni pembangunan Sekolah Rakyat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah menunjuk Desa Cikandang sebagai lokasi Proyek Strategis Nasional. Mudah-mudahan ini membawa dampak positif bagi pembangunan desa ke depan,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Bupati Dian menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Cikandang merupakan langkah strategis dalam meningkatkan akses pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan.
“Sekolah Rakyat ini bukan hanya untuk Desa Cikandang, tetapi juga untuk Kecamatan Luragung dan Kabupaten Kuningan. Ini bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan,” tegasnya.
Bupati juga memaparkan berbagai capaian dan tantangan pembangunan Kabupaten Kuningan dalam satu tahun kepemimpinannya, termasuk upaya penyelesaian persoalan keuangan daerah serta peningkatan infrastruktur.
“Dengan segala keterbatasan anggaran, kami terus berupaya menuntaskan persoalan daerah secara bertahap. Infrastruktur jalan menjadi prioritas karena merupakan urat nadi perekonomian masyarakat,” ungkapnya.
Ia menargetkan perbaikan ratusan kilometer jalan di Kabupaten Kuningan dapat diselesaikan dalam dua hingga tiga tahun ke depan, melalui sinergi anggaran daerah dan dukungan pemerintah pusat.
Selain itu, Bupati menekankan pentingnya membangun jejaring dan konektivitas hingga ke tingkat pusat guna mempercepat pembangunan daerah.
“Sekecil apa pun peluang harus dimanfaatkan. Jangan hanya diam, karena masyarakat menaruh harapan besar kepada kita sebagai pemimpin,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Bupati Dian mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Milangkala sebagai momentum refleksi dan penguatan rasa memiliki terhadap desa.
“Milangkala ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan kecintaan terhadap desa. Dengan rasa memiliki, sebesar apa pun persoalan akan dapat kita selesaikan bersama,” pungkasnya.
Dengan usia ke-222 tahun, Desa Cikandang diharapkan terus berkembang menjadi desa yang maju dengan tetap menjaga nilai-nilai budaya dan semangat gotong royong sebagai fondasi utama pembangunan. (T/IKP/DISKOMINFO/PROKOMPIM)
Kabiro kuningan
Editor
Aziz Naga








