Indramayu Sabtu, 24 Januari 2026 //propamnewstv.id – Koramil 1603/Lohbener bersama warga Desa Rambatan Kulon bergerak cepat dalam menanggulangi jebolnya tanggul di Sungai Cimanuk. Langkah ini diambil sebagai upaya mencegah meluasnya genangan air yang berpotensi membahayakan lingkungan sekitar.
Koramil 1603/Lohbener segera berkoordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat begitu kabar jebolnya tanggul tersebar. Para personel Koramil dan warga dikerahkan untuk menutup bagian tanggul yang jebol dengan menggunakan karung pasir dan material lainnya yang tersedia.
Jebolnya tanggul Sungai Cimanuk dapat menimbulkan risiko banjir yang lebih luas, mengancam rumah-rumah penduduk, serta fasilitas umum di sekitarnya. Oleh karena itu, tindakan cepat dan tepat sangat penting untuk menjaga keselamatan warga dan meminimalkan kerugian yang lebih besar.
## Langkah-Langkah Penanganan
1. **Identifikasi Lokasi Jebol**: Menentukan posisi tepat dari tanggul yang jebol untuk mempermudah penanganan.
2. **Penggunaan Material Lokal**: Memanfaatkan karung pasir dan material lain yang tersedia di sekitar lokasi sebagai bahan darurat untuk menutup jebolnya tanggul.
3. **Koordinasi Efektif**: Mengatur jadwal penanganan dan pengerahan tenaga antara Koramil dan warga untuk memastikan aksi berjalan lancar dan efisien.
4. **Pengawasan Berkelanjutan**: Melakukan pengawasan dan penguatan tanggul untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Untuk mencegah kejadian serupa, perlu adanya evaluasi dan perbaikan tanggul secara menyeluruh. Pemerintah daerah diharapkan dapat bekerja sama dengan pihak terkait dalam memperkuat struktur tanggul sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perawatan lingkungan sungai.
Dengan semangat gotong royong dan kerja sama yang baik, Desa Rambatan Kulon dapat mengatasi situasi darurat ini dan menjaga keselamatan serta kesejahteraan warganya.(C.whita)








