Aceh Utara, // PropamNewstv – Konsistensi dalam memperjuangkan kualitas informasi publik kembali ditunjukkan oleh Adhifatra Agussalim melalui penerbitan buku “Membumikan Good Journalist Governance”. Buku ini menjadi hasil dari perjalanan panjang penulis dalam mengamati, meneliti, dan terlibat langsung dalam dinamika dunia jurnalistik.
Berangkat dari pengalaman di lapangan, Adhifatra merangkum berbagai persoalan yang kerap dihadapi insan pers, mulai dari tekanan kepentingan, tuntutan kecepatan pemberitaan, hingga lemahnya sistem pengawasan internal media. Seluruh temuan tersebut kemudian dirumuskan menjadi konsep tata kelola jurnalistik yang berorientasi pada kualitas dan kepercayaan publik.
Buku ini tidak hanya memuat teori, tetapi juga menawarkan solusi praktis dalam membangun budaya kerja redaksi yang sehat. Pembahasan mengenai manajemen redaksi, standar verifikasi, perlindungan wartawan, serta mekanisme koreksi pemberitaan disusun secara sistematis dan aplikatif.
“Saya menulis buku ini sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk ikut menjaga marwah profesi wartawan. Media harus menjadi ruang edukasi, bukan sekadar sarana sensasi,” tutur Adhifatra, Kamis (12/02/2026).
Ia menekankan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap media hanya dapat dibangun melalui konsistensi dalam menjunjung etika dan profesionalisme. Oleh karena itu, konsep Good Journalist Governance diposisikan sebagai fondasi dalam membangun media yang berkelanjutan, ucap lulusan sertifikasi luar negeri bidang press freedom.
Peluncuran buku ini mendapat respons positif dari kalangan jurnalis, akademisi, dan pegiat literasi media. Mereka menilai karya tersebut mampu menjembatani kesenjangan antara idealisme jurnalistik dan realitas industri media saat ini.
Ke depan, Adhifatra yang aktif juga sebagai Pemred BriliantNews berencana menjadikan buku ini sebagai bahan utama dalam berbagai kegiatan pelatihan, diskusi publik, dan program peningkatan kapasitas wartawan di daerah maupun nasional.
Dengan hadirnya “Membumikan Good Journalist Governance”, diharapkan tumbuh generasi jurnalis yang tidak hanya terampil menulis berita, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap kebenaran dan kepentingan masyarakat, tutupnya.








