GARUT, // PropamNewstv.id – Sorotan tajam tertuju pada proyek pemeliharaan jalan di Jl. Nasional III, Cijolang, Kecamatan Balubur Limbangan, Kabupaten Garut. Pasalnya, sejumlah pekerja di lapangan ditemukan mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) saat melakukan aktivitas perbaikan aspal pada Rabu (25/02/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 16:19 WIB, terlihat para pekerja yang diduga di bawah pelaksana PT Trie Muktie melakukan pekerjaan berisiko tinggi tanpa Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai.
Temuan Pelanggaran di Lapangan
Meski berada di jalur lalu lintas yang padat, beberapa temuan krusial terkait aspek keselamatan meliputi:
Tanpa Helm Keselamatan: Sejumlah pekerja terlihat hanya menggunakan topi biasa atau tanpa pelindung kepala sama sekali di area yang melibatkan alat berat dan material panas.
Minim Pelindung Kaki: Ditemukan pekerja yang tidak menggunakan safety boots yang sesuai standar untuk pengerjaan aspal.
Risiko Pernapasan: Penggunaan masker atau pelindung pernapasan tampak diabaikan, padahal para pekerja berinteraksi langsung dengan uap aspal dan debu jalanan.
Sorotan Terhadap Pelaksana
Pengabaian aspek K3 ini sangat disayangkan mengingat proyek ini berlangsung di jalan nasional yang memiliki risiko kecelakaan tinggi. Sesuai dengan UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan PP No. 50 Tahun 2012, setiap perusahaan wajib menerapkan Sistem Manajemen K3 (SMK3) untuk mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.
Lalai dalam pengawasan K3 bukan hanya membahayakan nyawa pekerja, tetapi juga menunjukkan kurangnya profesionalisme perusahaan pelaksana dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan pemerintah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Trie Muktie belum memberikan keterangan resmi terkait minimnya fasilitas APD bagi para pekerja di lokasi tersebut. Masyarakat berharap pihak terkait, termasuk Dinas Tenaga Kerja dan instansi pemberi kerja, segera melakukan evaluasi dan teguran keras agar keselamatan pekerja tidak dikorbankan demi mengejar progres proyek.
Editor:imam m.(Kabiro Garut)








