
JABAR //propamnewstv.id/–Kabupaten Bandung, 25/10/2026 Dalam rangka memperingati Hari santri nasional yang jatuh pada 22 oktober dan hari sumpah pemuda pada 28 oktober, Desa pangauban kecamatan Pacet kabupaten bandung sukses menyelenggarakan rangkaian festival Budaya dan keagamaan selama sepekan terakhir.
Acara ini mengusung tema besar ” menyambung juang merengkuh masa depan persatuan Indonesia lebih maju, agamis, dan Relijius.”
Rangkaian kegiatan di pusatkan di lapangan kantor Desa pangauban dengan pengibaran bendera sangsaka merah putih, yang di bawa kan oleh pasukan pengibar Bendera dari sekolah MA al fakhriyah, ma nurul huda, ma Raudatul Mursalim. Juga di ikuti oleh anak anak TK, Paud, dan warga setempat.

Dalam sambutan nya kepala Desa pangauban ( AGUS BUDIMAN ), acara ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme religius dikalangan para generasi muda.

Perayaan hari santri nasional di ikuti oleh ratusan santri dengan mengenakan pakaian khas muslim tradisional. Setelah itu, kegiatan di isi dengan berbagai perlombaan Religi, musabagah tilawatil, Al kur’an (MTQ), dan baca puisi religi.

Memasuki pekan sumpah pemuda, atmosfer acara berubah menjadi panggung kebinekaan, melalui festival adat Nusantara serta deklarasi sumpah pemuda sambil di ucapkan semua peserta upacara.

Tamu undangan di hadiri oleh kepala Desa pangauban, kepala MUI kecamatan Pacet, BPD, LPM, Binmas, Babinsa, serta karangtaruna desa pangauban.”

Kami ingin meleburkan dua momen besar ini untuk mengingat kan Generasi muda bahwa komitmen kebangsaan ( sumpah pemuda ) dan resolusi jihad mempertahan kan NKRI dan hari santri adalah dua pilar yang tidak bisa di pisah kan dari sejarah bangsa kita.

Puncak acara di tutup secara meriah dan malam exspresi pemuda santri.”
Acara penutupan ini menampil kan pertunjukan seni Hadroh berkolaborasi dengan teater moderen yang membawakan kisah perjuangan para tokoh pemuda dan masyarakat juga pemerintahan daerah setempat, yang memberikan apresiasi tinggi atas kereativitas panitia dalam menyatukan dua hari besar nasional tersebut.”
Jurnalis : saly .
: Asep Saefulloh ( Asep Gemoy ).
//red


