
JABAR //propamnewstv.id/–Bandung media Propam News tv Tgl 26 / 09 / 2026. Permasalaha / Konflik yang sempat terjadi di lingkungan sekolah Dasar ( SD muhamadyah ) majalaya, akhir nya menemui titik terang, pihak keluarga korban ( anak didik ) yang di wakili oleh bapak Angga beserta istri nya, dan Kaka kandung pak Arul yang mewakili orang tua pelaku ( anak didik ). Secara resmi telah menyatakan kesepakatan untuk berdamai.
Peroses mediasi yang berlangsung pada hari Sabtu tgl 26 / 09 / 2026. Di lokasi sekolah ruangan Guru yang di saksi kan langsung oleh kepala sekolah, wali kelas, Humas PGRI kecamatan Majalaya, biro hukum PGRI kabupaten bandung , Binmas Polsek Majalaya , Dan awak media propam news tv, analisa siber news, dan patriot, tersebut berjalan dengan penuh khidmat, lancar, dan penuh rasa kekeluargaan. Langkah damai ini diambil demi menjaga tumbuh perkembangan masa depan, serta pemulihan psikologis kedua belah pihak anak yang masih di bawah umur.”

Dalam pertemuan tersebut, pihak orang tua pelaku yang di wakili oleh Kaka kandung nya kang Arul menyampai kan permohonan maap yang sebesar besar nya, atas tindakan yang dilakukan oleh adik nya terhadap orang tua korban bp Angga beserta istri nya yang mewakili anak nya dalam keadaan penyembuhan sakit.

Pihak sekolah berkomitmen akan meningkat kan lebih dalam pengawasan di lingkungan sekolah, dalam memberikan pembinaan serta pendampingan psikologis yang lebih ketat pada anak anak, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Di sisi lain, pihak orang tua korban dengan kebesaran hati menerima permohonan maap tersebut. Kedua belah pihak sepakat bahwa pokus saat ini bukan memperpanjang konflik hukum atau sosial, melain kan memastikan lingkungan yang aman dan mendukung bagi pemulihan rasa trauma terhadap korban anak, serta pemulihan perilaku pelaku anak yang sekaligus masih di bawah umur .”

Poin poin utama kesepakatan Damai diantara nya :
1- pihak orang tua pelaku yang di wakili oleh Kaka kandung nya meminta maap secara terbuka dan tulus, yang kemudian diterima di terima dengan baik oleh pihak orang tua korban
2 – Pihak sekolah SD muhamadyah Majalaya, melalui kepala sekolah memberi kan langsung bantuan / tali asih buat berobat kepada orang tua korban.
Pendampingan fsikologis :
1 – kedua belah pihak berjanji akan memberikan pendampingan fsikologis ( konseling ) kepada anak anak mereka, didukung oleh pihak sekolah dan fsikolog anak.
tanggung jawab bersama :
1 – pihak orang tua pelaku yang di wakili oleh Kaka kandung dan nenek nya telah 2 kali mendatangi rmh orang tua korban dengan secara silaahturahmi dan melayad korban.
Kedua belah pihak sepakat untuk tidak melanjut kan masalah ini keranah hukum, dan menghentikan segala bentuk narasi negatif di media medsos demi melindungi identitas anak.”
Perwakilan pihak sekolah ibu susi sebagai wali kelas sekolah Dasar SD muhamadyah, yang turut hadir sebagai fasilitator mengucapkan terimakasih yang sebesar besar nya atas kedewasaan berpikir dari kedua orang tua, khusus nya buat orang tua korban.
Pihak sekolah juga berjanji akan memperketat dalam segi pengawasan anak anak di lingkungan sekolah.

Juga akan mengevaluasi sistem panduan perilaku di sekolah, agar kejadian serupa dapat diantisipasi sejak dini

Melalui rilis Fers ini , kedua belah pihak keluarga memohon kepada masyarakat dan rekan rekan media untuk memberikan ruang privasi bagi anak anak mereka.
Perlindungan terhadap terhadap identitas dan mental anak anak menjadi prioritas mutlak agar mereka dapat kembali belajar dan bersosialisasi dengan normal.
Diakhir acara mediasi tersebut pihak sekolah akan lebih sering datang kerumah korban Demi kesembuhan korban, dan pendampingan belajar di rmh selama keadaan sakit terhadap korban.
Untuk perwakilan awak media analisa siber news, yang sempat menaikan berita sekolah ini, setelah ada acara mediasi perdamaian kedua belah pihak orang tua di sekolah, tidak akan menaikan lagi berita tersebut di kemudian hari ,juga meminta maap kepada pihak sekolah atas narasi pemberitaan secara online. Dan akan menaikan pemberitaan perimbangan atas permasalahan tersebut.
Jurnalis : Asep Saepulloh ( Gemoy ).
//red


