Foto: Dede Yusuf Turun ke Majalaya, Ribuan Voucher Pangan Murah Diserbu Warga
JABAR //propamnewstv.id/ — Ketika harga kebutuhan pokok terus merangkak naik dan daya beli masyarakat kian tertekan, ribuan warga Majalaya menyerbu Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Kampung Budaya Pasir Garut, Desa Wangisagara, Kecamatan Majalaya, Minggu (10/5/2026). Sejak pagi, warga—mayoritas ibu rumah tangga—sudah memadati lokasi sambil membawa tas belanja dan voucher yang siap ditukarkan dengan kebutuhan pokok bersubsidi.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf hadir langsung bersama Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Saeful Bachri. Keduanya membagikan voucher belanja senilai Rp10.000 kepada warga.Tak butuh waktu lama, ribuan voucher itu langsung habis diserbu masyarakat.

“Alhamdulillah antusias masyarakat luar biasa. Mereka mendapatkan diskon Rp2.000 per kilogram dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, ditambah voucher Rp10.000. Ribuan voucher habis dalam waktu singkat,” ujar Dede Yusuf.
Dalam kegiatan itu, warga dapat membeli beras, minyak goreng, telur, daging, sayuran, hingga buah-buahan dengan harga di bawah pasaran.
Bagi banyak keluarga, selisih harga beberapa ribu rupiah bukan hal sepele. Di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus meningkat, penghematan kecil dapat menjadi napas tambahan bagi ekonomi keluarga.
Dede Yusuf menegaskan, Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk kehadiran negara untuk membantu masyarakat menghadapi gejolak harga pangan.
“Salah satu faktor yang memengaruhi harga kebutuhan pokok adalah BBM dan gas. Dampaknya langsung terasa terhadap harga sembako,” katanya.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat itu memastikan program serupa akan terus digelar secara berkala di berbagai wilayah Kabupaten Bandung, terutama menjelang Hari Raya Iduladha, saat harga bahan pangan biasanya mengalami kenaikan.
Anggota DPRD Jawa Barat Saeful Bachri berharap pasar murah tersebut benar-benar meringankan beban masyarakat.
“Semoga kegiatan ini membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dan terjangkau,” ujarnya.

Hingga siang hari, antrean warga masih mengular. Namun wajah-wajah yang pulang dari lokasi terlihat lebih lega.
Di tengah tekanan ekonomi yang belum sepenuhnya reda, pasar murah ini menjadi bukti bahwa kehadiran negara tak selalu hadir dalam pidato panjang—kadang cukup lewat beras yang lebih murah, minyak goreng yang terjangkau, dan voucher kecil yang manfaatnya terasa besar bagi rakyat.
KABUPATEN BANDUNG — Halaman Kampung Budaya Pasir Garut, Desa Wangisagara, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, dipadati warga sejak Minggu (10/5/2026) pagi. Mayoritas warga, terutama ibu rumah tangga, datang membawa tas belanja dan kupon voucher untuk mengikuti Gerakan Pangan Murah (GPM).
Kegiatan ini digelar untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran di tengah kenaikan harga pangan.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf hadir langsung bersama Anggota DPRD Jawa Barat Saeful Bachri. Program tersebut terlaksana berkat kolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat serta Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bandung. Turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Bandung Raindra M. Otto Muharam.
Dalam kegiatan itu, masyarakat dapat membeli beras, minyak goreng, telur, daging, sayuran, dan buah-buahan dengan harga bersubsidi.
Selain itu, Dede Yusuf dan Saeful Bachri membagikan voucher belanja senilai Rp10.000 kepada warga.
“Alhamdulillah antusias masyarakat sangat tinggi. Mereka mendapatkan diskon Rp2.000 per kilogram dari Pemprov Jawa Barat, ditambah voucher Rp10.000. Ribuan voucher habis dalam waktu singkat,” ujar Dede Yusuf.
Politikus Partai Demokrat dari Daerah Pemilihan Jawa Barat II (Kabupaten Bandung dan Bandung Barat) itu menegaskan, pasar murah merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk meringankan beban masyarakat.
Menurut Dede, gejolak ekonomi global ikut memengaruhi harga kebutuhan pokok di dalam negeri, terutama akibat kenaikan biaya energi dan distribusi.
“Salah satu faktor yang memengaruhi perekonomian kita adalah harga BBM dan gas. Dampaknya langsung terasa terhadap harga bahan pokok,” katanya.
Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat itu menilai, kenaikan harga pangan harus direspons dengan langkah konkret yang langsung dirasakan masyarakat.
Karena itu, pihaknya akan terus menggulirkan program serupa di berbagai wilayah Kabupaten Bandung.
“Gerakan pangan murah ini hampir setiap bulan kami laksanakan. Bulan depan akan digelar lagi menjelang Iduladha, saat harga-harga biasanya mulai naik,” ujarnya.
Saeful Bachri berharap program ini dapat membantu masyarakat kecil memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Diharapkan gerakan pasar murah ini benar-benar meringankan beban masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar,” kata Saeful.
Bagi warga Majalaya, program tersebut membawa manfaat nyata. Subsidi harga dan voucher belanja memberikan sedikit kelonggaran di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga.
Antrean warga terus mengular hingga siang hari. Namun, senyum para ibu rumah tangga tampak merekah setelah membawa pulang bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Tim//red


