Foto: Silahturahmi Masyarakat
JABAR //propamnewstv.id/– Di saat sebagian orang datang kepada rakyat hanya ketika membutuhkan suara, Ice Hikmawati memilih cara yang lebih sederhana namun sarat makna: mengetuk pintu rumah warga, duduk bersama, dan mendengarkan. Calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Panyadap, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung itu menyambangi rumah Ketua RW Oman di Kampung Panyadap RT 02 RW 12, Desa Panyadap, Kecamatan Solokan Jeruk, Sabtu (9/5/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat menjelang pemilihan anggota BPD periode 2026–2034.
Tak ada panggung megah. Tak ada iring-iringan. Tak ada janji setinggi langit. Yang ada hanyalah obrolan sederhana tentang jalan yang rusak, pelayanan desa yang harus lebih sigap, serta harapan agar dana desa benar-benar kembali kepada rakyat, bukan sekadar berhenti di atas meja rapat.

“Kalau hanya datang membawa janji, warga sudah terlalu sering mendengarnya. Yang dibutuhkan masyarakat adalah wakil yang mau mendengar dan berani menyampaikan aspirasi masyarakat,” ujar Ice Hikmawati.
Dalam demokrasi desa, BPD kerap dipandang sebelah mata. Padahal, lembaga inilah yang semestinya menjadi mata, telinga, dan suara masyarakat di hadapan pemerintah desa.
BPD bukan sekadar pelengkap pemerintahan. Ia adalah rem ketika kebijakan melaju terlalu cepat, sekaligus kompas agar arah pembangunan tidak tersesat dari kepentingan rakyat.
Ketua RW Oman menyambut baik langkah Ice Hikmawati yang datang langsung untuk berdialog dengan warga.“Warga ingin figur yang hadir sebelum terpilih, bukan yang baru terlihat setelah kursi didapat,” ujar Oman.
Kalimat itu sederhana, namun sarat makna. Sebab sejarah di banyak tempat sering menunjukkan, rakyat hanya ramai didatangi saat suara dibutuhkan. Setelah itu, yang tersisa hanyalah baliho yang kusam dan janji yang perlahan menghilang.
Karena itu, kehadiran Ice Hikmawati di tengah warga menjadi penanda bahwa demokrasi desa seharusnya dibangun dari percakapan, bukan pencitraan; dari kejujuran, bukan sekadar slogan.
Masyarakat Desa Panyadap tentu berharap pemilihan BPD kali ini melahirkan wakil yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga berani menjaga amanah. Sebab desa tidak membutuhkan wakil yang sekadar duduk di kursi musyawarah.Desa membutuhkan sosok yang mampu berdiri tegak ketika kepentingan rakyat harus diperjuangkan.
Tim//red


