Foto: Aziz Naga Pimred Media Propamnewstv Meninjau Dapur SPPG
JABAR //propamnewstv.id/— Pimpinan Redaksi PropamNewsTv, Aziz, meninjau langsung operasional Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandung Pangalengan Margamukti 2 di Kampung Cipanas, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Selasa (28/4/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar, mulai dari pengolahan hingga distribusi ke siswa.
“Prosesnya tidak hanya memasak. Ada pengawasan dari bahan baku, uji kelayakan, sampai distribusi. Ini penting untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga,” kata Aziz di lokasi.

Dapur yang berada di bawah Yayasan Gardana Desa Indonesia itu saat ini melayani 2.809 penerima manfaat dari sejumlah sekolah di wilayah Pangalengan. Operasional dapur didukung oleh 47 relawan, serta tim inti yang terdiri dari 1 Kepala SPPG, 1 tenaga akuntansi, dan 1 ahli gizi.
Kepala SPPG, Almi Bachri, mengatakan sistem kerja dibangun dengan pembagian tugas yang jelas untuk menjaga konsistensi layanan.
Pengawasan kualitas dilakukan oleh ahli gizi Tetri Sinaga, yang memastikan setiap menu memenuhi standar sebelum didistribusikan.
“Setiap menu kami uji sebelum didistribusikan, mulai dari rasa, tampilan, hingga suhu. Standar ini wajib dipenuhi agar makanan aman dan layak dikonsumsi anak-anak,” ujar Tetri. Selain itu, proses distribusi juga menjadi perhatian utama agar makanan tetap dalam kondisi baik saat diterima siswa.
“Kami mengatur alur kerja di lapangan agar tidak ada keterlambatan. Makanan harus sampai ke siswa dalam kondisi baik dan masih hangat,” kata Tintin Kartini, PIC kegiatan. Sebagian besar bahan baku yang digunakan berasal dari petani dan peternak lokal di Pangalengan. Sistem ini tidak hanya menjaga kesegaran bahan, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa.
Program ini juga melibatkan mitra lokal dalam operasional dapur. Ketua Mitra Enjang Warsa menyebut keterlibatan warga menjadi salah satu dampak positif yang dirasakan langsung.“Program ini bukan hanya soal makan bergizi, tapi juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Banyak yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap, sekarang bisa ikut terlibat,” ujar Enjang.
Sejumlah orang tua siswa mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Selain membantu pemenuhan gizi anak, program ini juga mendorong perubahan pola makan yang lebih sehat. Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat berkontribusi dalam menekan angka stunting, khususnya di wilayah dengan risiko gizi kurang.
Aziz Naga /Red


