Jembatan Kampung Peteuy Nyaris Putus, Keselamatan Warga dan Anak Sekolah Terancam

- Reporter

Jumat, 10 April 2026 - 03:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pandeglang, Banten,//PropamNewsTv.id/– Kondisi jembatan penghubung menuju Kampung Peteuy, Desa Padaherang, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, kian memprihatinkan dan berada dalam situasi kritis. Kerusakan parah berupa badan jembatan yang bolong serta ambrol di bagian struktur dalam membuat akses tersebut berpotensi putus sewaktu-waktu, sehingga membahayakan keselamatan warga yang melintas setiap hari.jum’at (8/4/2026).

Jembatan ini diketahui merupakan akses alternatif utama yang menghubungkan Kampung Peteuy dengan wilayah sekitarnya. Setiap harinya, jembatan tersebut dilintasi oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak yang hendak berangkat ke sekolah, petani yang membawa hasil kebun, hingga warga yang beraktivitas ke pasar dan tempat kerja. Namun, kondisi jembatan yang semakin rusak kini justru menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi masyarakat.

Berdasarkan pantauan warga, kerusakan tidak hanya terjadi di permukaan jalan, tetapi juga pada bagian dalam struktur jembatan yang sudah mengalami ambrol cukup parah. Lubang besar yang menganga di badan jembatan kerap tertutup seadanya oleh material darurat, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari atau saat hujan turun.

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa kondisi jembatan semakin hari semakin memburuk dan belum mendapat penanganan serius dari pihak terkait.

“Kami sangat khawatir, terutama untuk anak-anak sekolah yang setiap hari melewati jembatan ini. Kondisinya sudah bolong dan ambrol di bagian dalam. Kalau tidak segera diperbaiki, bisa membahayakan nyawa warga,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini warga terpaksa tetap menggunakan jembatan tersebut karena tidak memiliki pilihan lain. Akses alternatif yang tersedia dinilai terlalu jauh dan sulit dilalui, sehingga jembatan ini tetap menjadi satu-satunya jalur yang paling memungkinkan untuk digunakan.

Kekhawatiran warga semakin meningkat ketika musim hujan tiba. Debit air sungai yang meningkat dikhawatirkan dapat memperparah kondisi pondasi jembatan yang sudah rapuh, bahkan berpotensi menyebabkan jembatan ambruk total. Jika hal itu terjadi, maka aktivitas masyarakat akan lumpuh dan wilayah Kampung Peteuy bisa terisolasi dari akses utama.

Selain berdampak pada mobilitas warga, kondisi jembatan yang rusak juga berpengaruh terhadap roda perekonomian masyarakat. Distribusi hasil pertanian menjadi terhambat, biaya transportasi meningkat, serta waktu tempuh menjadi lebih lama. Hal ini tentu menambah beban bagi warga yang sebagian besar menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perdagangan lokal.

Warga pun mendesak pemerintah setempat untuk segera mengambil langkah cepat dan konkret sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mereka berharap adanya perhatian serius dari seluruh pihak terkait, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga pemerintah kabupaten dan provinsi.

“Kami meminta kepada Kepala Desa, Camat, Bupati Pandeglang, dan Gubernur Banten agar segera memperbaiki jembatan ini. Jembatan ini sangat vital bagi aktivitas warga. Jangan sampai menunggu korban jiwa baru ada tindakan,” tegasnya.

Sejumlah warga juga berharap adanya penanganan darurat, seperti pemasangan pembatas, rambu peringatan, atau perbaikan sementara guna meminimalisir risiko kecelakaan. Menurut mereka, langkah kecil sekalipun akan sangat berarti sambil menunggu realisasi perbaikan permanen.

Hingga saat ini, belum terlihat adanya tanda-tanda perbaikan di lokasi jembatan tersebut. Warga Kampung Peteuy hanya bisa berharap pemerintah segera turun tangan dan memberikan solusi nyata demi keselamatan bersama.

Dengan kondisi yang semakin memburuk, jembatan ini kini tidak hanya menjadi jalur penghubung, tetapi juga ancaman nyata yang setiap saat mengintai keselamatan masyarakat. Penanganan cepat dan tepat dari pihak berwenang dinilai menjadi kunci untuk mencegah terjadinya korban jiwa serta memastikan aktivitas warga tetap berjalan dengan aman dan lancar.

Kaperwil banten
Desy

Berita Terkait

Solar “Dimasak” di Balik Pesisir: Penggerebekan Polda Lampung Bongkar Industri BBM Ilegal Bernilai Ratusan Miliar
Program Makan Bergizi Gratis ( MBG) , Tingkatkan Kesehatan dan Kualitas Generasi Muda
KDS Dorong Kepatuhan BPJS Ketenagakerjaan, Perkuat Sinergi Buruh dan Pengusaha
Pelajar Ditemukan Tewas di Muara Kaliadem Sukadiri, Polresta Tangerang Lakukan Penyelidikan
Prabowo dan Penegakan Hukum yang Inovatif: Pemikiran Baru Menuju Indonesia Maju dan Berkeadilan
Bagstrajemen Polda Kalsel Gelar Anev SIK3, ABK, dan Studi Belanja Modal
Di Antara Smash dan Sorak, Kuningan Menulis Asa
LKPJ 2025 Disampaikan, Wali Kota Muhammad Farhan Paparkan Capaian Pembangunan Kota Bandung.

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 09:42

Solar “Dimasak” di Balik Pesisir: Penggerebekan Polda Lampung Bongkar Industri BBM Ilegal Bernilai Ratusan Miliar

Jumat, 10 April 2026 - 09:22

Program Makan Bergizi Gratis ( MBG) , Tingkatkan Kesehatan dan Kualitas Generasi Muda

Jumat, 10 April 2026 - 09:10

KDS Dorong Kepatuhan BPJS Ketenagakerjaan, Perkuat Sinergi Buruh dan Pengusaha

Jumat, 10 April 2026 - 08:15

Pelajar Ditemukan Tewas di Muara Kaliadem Sukadiri, Polresta Tangerang Lakukan Penyelidikan

Jumat, 10 April 2026 - 08:03

Prabowo dan Penegakan Hukum yang Inovatif: Pemikiran Baru Menuju Indonesia Maju dan Berkeadilan

Jumat, 10 April 2026 - 07:04

Di Antara Smash dan Sorak, Kuningan Menulis Asa

Jumat, 10 April 2026 - 05:18

LKPJ 2025 Disampaikan, Wali Kota Muhammad Farhan Paparkan Capaian Pembangunan Kota Bandung.

Jumat, 10 April 2026 - 05:13

Jaga Kebugaran Tubuh, Polsek Silat Hulu Laksanakan Olahraga

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x