UMN Resmi Luncurkan Program Studi Artificial Intelligence Berbasis Sustainable AI

- Reporter

Kamis, 9 April 2026 - 10:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,//PropamNewsTv.id/-Kamis 9 April 2026 — Universitas Multimedia Nusantara ( UMN ) secara resmi meluncurkan Program Studi Sarjana (S1) Artificial Intelligence ( AI ). Peluncuran program studi ini diresmikan langsung oleh Rektorat UMN di Ascott Menteng, Jakarta. Peluncuran Program Studi AI menjadi bukti nyata visi UMN sebagai perguruan tinggi yang unggul pada bidang Information and Communication Technology ( ICT ).

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, kebutuhan akan talenta di bidang kecerdasan buatan semakin meningkat di berbagai sektor. Di sisi lain, isu keberlanjutan juga menjadi perhatian utama dalam pengembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, yang kini tidak hanya dituntut inovatif, tetapi juga bertanggung jawab terhadap aspek lingkungan, sosial, dan etika.

Menjawab tantangan tersebut, Program Studi AI UMN hadir tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga menekankan konsep Sustainable Artificial Intelligence yang berkelanjutan serta relevan dengan kebutuhan industri.

Rektor UMN, Dr. Andrey Andoko, M.Sc., menyampaikan bahwa peluncuran program studi ini merupakan langkah strategis dalam menjawab perkembangan teknologi yang semakin pesat.

“Peluncuran Program Studi Sarjana Kecerdasan Buatan menjadi selaras dengan visi UMN, yakni unggul di bidang berbasis ICT, salah satunya adalah Kecerdasan Buatan. Teknologi ini merupakan teknologi baru yang hadir di masyarakat dan berkembang cukup pesat. Hal ini mendorong kami untuk membuka Program Studi Kecerdasan Buatan”, ungkap Andrey.

Selain perkembangannya yang pesat, Andrey juga menilai kecerdasan buatan membawa dampak di berbagai bidang sekaligus disrupsi. Bagi Andrey, kemampuan kecerdasan buatan menjadi bekal penting yang harus dikuasai oleh semua lulusan UMN. Tema kecerdasan buatan sendiri telah diimplementasikan di UMN sebagai bagian dari pembelajaran di UMN.

“Bagi saya, pengetahuan mengenai kecerdasan buatan menjadi penting untuk dikuasai secara mendalam. Hal ini agar nantinya lulusan UMN dapat berkontribusi dalam pengembangan kecerdasan buatan serta penerapannya di masa depan”, tambah Andrey.

Andrey berharap dengan peluncuran Program Studi Sarjana Kecerdasan Buatan nantinya dapat melahirkan ahli-ahli yang dapat berkontribusi untuk pengembangan produktivitas industri maupun bisnis. Tak hanya itu, ia juga berharap nantinya calon mahasiswa dapat berkontribusi dan berdampak bagi masyarakat luas.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi UMN, Prof. Dr. Friska Natalia, S.Kom., M.T., menegaskan bahwa Program Studi AI UMN dirancang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada penerapan nyata yang berkelanjutan.

“Kami senang dan bangga rasanya dapat membuka Program Studi Sarjana Kecerdasan Buatan di tahun 2026. Program studi ini tidak semata-mata mempelajari konsep dan teori Artificial Intelligence saja, tetapi UMN juga menekankan Sustainable Artificial Intelligence. Di mana teknologi AI digunakan tidak hanya karena kemajuan dan kecanggihannya saja, tapi juga menekankan pada tanggung jawab serta kode etik. Dengan pendekatan sustainable AI diharapkan nantinya mahasiswa dapat memberikan dampak berkelanjutan baik secara sosial maupun lingkungan pada masyarakat.”, papar Friska.

Friska juga memaparkan kolaborasi antara Program Studi Sarjana Kecerdasan Buatan yang sudah resmi terjalin, yakni kolaborasi program International Acceleration bersama Chang Gung University, Taiwan. Program ini tidak hanya menekankan pada pembelajaran saja, tapi juga memberikan pengalaman global pada mahasiswa.

“Melalui kolaborasi bersama Chang Gung University, Taiwan, mahasiswa dapat menempuh studi 3 tahun di UMN + 1 tahun di Chang Gung University tanpa biaya tambahan dan hanya tuition fee di UMN. Lewat program tersebut, mahasiswa juga bisa menambah 1 tahun lagi di Chang Gung University untuk menyelesaikan program Magister, sehingga dengan total waktu 5 tahun mahasiswa bisa mendapatkan gelar Sarjana dan Magister”, jelas Friska.

Friska juga menambahkan bahwa kurikulum Program Studi Sarjana AI berorientasi pada kompetensi tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Ke depannya, untuk terus menekankan komitmen ini, Friska akan menjajaki berbagai kolaborasi bersama berbagai perguruan tinggi lainnya di tingkat internasional.

“Intake resmi Program Studi Sarjana AI akan dibuka pada semester ganjil 2026/2027. Harapan saya, akan ada banyak calon mahasiswa yang memilih dan bergabung dengan melihat berbagai keunggulannya, mengingat keilmuan AI akan terus berkembang dan diperlukan, khususnya dalam dunia kerja di masa depan,” tutup Friska.

Keunggulan Program Studi Sarjana Artificial Intelligence UMN

Program Studi AI UMN hadir sebagai langkah strategis dalam menjawab tantangan teknologi di masa depan. Secara akademik, mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi di bidang AI, tetapi juga perspektif inovatif, berkelanjutan, kritis, kreatif, serta pengetahuan mendalam tentang kebutuhan manusia di bidang AI.

Dekan Fakultas Teknik dan Informatika UMN, Asst. Prof. Dr. Eng. Niki Prastomo, S.T., M.Sc., menjelaskan bahwa pembelajaran difokuskan pada penguasaan AI berbasis ICT, analisis data, pengembangan solusi berbasis AI yang aplikatif di industri, serta penerapan prinsip keberlanjutan.

“Dari sisi berkelanjutan, kami juga menekankan pada aspek keberlanjutan seperti efisiensi energi, tanggung jawab sosial, dan transparansi dalam pengembangan sistem AI, sehingga kami menyiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga adaptif terhadap perubahan teknologi”, jelas Dr. Eng. Niki Prastomo, S.T., M.Sc., selaku Dekan Fakultas Teknik dan Informatika UMN.

Niki juga menambahkan bahwa Program Studi Sarjana AI menekankan pada keberlanjutan, di mana pengembangan AI turut mempertimbangkan aspek lingkungan, etika, dan sosial. Dengan demikian, calon mahasiswa dapat memberikan dampak nyata untuk kebutuhan manusia dalam implementasinya.

“Lebih lanjut, pembelajaran Program Studi AI di UMN juga akan berfokus pada berbagai hal, mulai dari pembelajaran berbasis proyek, magang, dan riset terapan bersama industri, orientasi technopreneurship, dan tentunya jejaring internasional bersama mitra perguruan tinggi terkait pertukaran pelajar sampai dengan joint research”, tambah Niki.

Program Studi Sarjana AI sendiri memiliki kurikulum yang dirancang untuk tetap relevan di masa depan dan di berbagai sektor, mulai dari energi, kesehatan, dan sosial. Secara teknis, nantinya kurikulum akan fokus pada fondasi AI, yakni Machine Learning, Deep Learning, NLP, dan Multi-Agent Systems. Dalam hal ini, Niki juga menegaskan kurikulum nantinya akan terus diperbarui mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

“Mahasiswa yang bergabung pada Program Studi AI UMN akan mendapatkan pembelajaran yang komprehensif, yakni pembelajaran berbasis teknologi dan multimedia, fasilitasi laboratorium pembelajaran dan penelitian yang canggih, metode pembelajaran kolaboratif dan berbasis proyek nyata, kesempatan magang hingga riset dengan mitra industri, sampai program-program internasionalisasi UMN[cite: 1]. Dengan ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tapi juga pengalaman praktis yang kuat”, ucap Niki.

Niki berharap Program Studi AI UMN dapat menjadi pusat pengembangan talenta AI yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran akan tanggung jawab sosial yang berorientasi pada manusia dan berkelanjutan[cite: 1]. UMN ingin menghasilkan lulusan yang dapat berkontribusi secara inovatif berbasis AI dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas, baik di tingkat nasional maupun internal. ( Toni )

Berita Terkait

Polda Jabar Paparkan Capaian Penegakan Hukum ke Komisi III DPR RI
Komisi III DPR RI : Pelaksanaan KUHP Baru di Jawa Barat Berjalan Lancar, Sinergi Antar Lembaga Jadi Kunci
Masyumi dan Palestina: Harapan Sejarah Masa Depan Dunia Muslim
DUA UNIT RUMAH TERBAKAR DI KELURAHAN AGUNG, TIDAK ADA KORBAN JIWA
Polres Garut Terima KKL Seskoad, Dorong Kolaborasi Strategis TNI-Polri
Halal bihalal UMN 2026: UMN Perkuat Silaturahmi dengan Media dan Perkenalkan Inovasi Pendidikan Terbaru UMN
HUT TNI AU ke-80: Kapolda Banten Perkuat Sinergitas Penjagaan Kedaulatan Udara
Bupati Tegas Perangi Narkoba, 94 Pejabat Negatif

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 13:27

Polda Jabar Paparkan Capaian Penegakan Hukum ke Komisi III DPR RI

Kamis, 9 April 2026 - 13:24

Komisi III DPR RI : Pelaksanaan KUHP Baru di Jawa Barat Berjalan Lancar, Sinergi Antar Lembaga Jadi Kunci

Kamis, 9 April 2026 - 11:36

Masyumi dan Palestina: Harapan Sejarah Masa Depan Dunia Muslim

Kamis, 9 April 2026 - 11:26

DUA UNIT RUMAH TERBAKAR DI KELURAHAN AGUNG, TIDAK ADA KORBAN JIWA

Kamis, 9 April 2026 - 10:45

Polres Garut Terima KKL Seskoad, Dorong Kolaborasi Strategis TNI-Polri

Kamis, 9 April 2026 - 10:14

Halal bihalal UMN 2026: UMN Perkuat Silaturahmi dengan Media dan Perkenalkan Inovasi Pendidikan Terbaru UMN

Kamis, 9 April 2026 - 10:11

HUT TNI AU ke-80: Kapolda Banten Perkuat Sinergitas Penjagaan Kedaulatan Udara

Kamis, 9 April 2026 - 10:09

Bupati Tegas Perangi Narkoba, 94 Pejabat Negatif

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x