Riau//PropamNeqsTv.id/โ Suasana duka menyelimuti jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta misi perdamaian dunia. Tiga prajurit terbaik bangsa yang tergabung dalam Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL dilaporkan gugur saat menjalankan tugas mulia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (31/03/2026).
Ketiga prajurit tersebut yakni Kapten Inf Zulmi Aditya, Sertu M. Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Mereka gugur setelah terkena serangan artileri yang diduga dilepaskan oleh pasukan pertahanan Israel (IDF) di wilayah penugasan di Lebanon.
Peristiwa ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak. Tidak hanya dari institusi militer, duka juga datang dari insan pers di tanah air yang turut merasakan kehilangan atas dedikasi para prajurit yang mengabdikan diri demi perdamaian dunia.
Kepala PropamNewsTv Wilayah Riau, Candra Winata, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas gugurnya para prajurit tersebut. Ia menegaskan bahwa pengorbanan mereka merupakan bentuk pengabdian tertinggi kepada bangsa dan kemanusiaan.
โSeluruh keluarga besar PropamNewsTv Riau turut berduka cita sedalam-dalamnya atas gugurnya putra-putra terbaik bangsa. Mereka adalah pahlawan perdamaian yang menjalankan amanah konstitusi di kancah internasional. Semoga amal ibadah mereka diterima oleh Allah Subhanahu wa Taโala, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,โ ujar Candra.
Sementara itu, pengamat militer dan hubungan internasional, Dr. Aris Munandar, menilai insiden ini harus menjadi perhatian serius bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam menjamin keselamatan personel penjaga perdamaian.
โSerangan artileri yang mengenai personel UNIFIL harus diusut tuntas sesuai hukum humaniter internasional. Kehadiran Satgas Konga di sana murni untuk misi kemanusiaan dan perdamaian, sehingga perlindungan terhadap mereka wajib dijamin oleh semua pihak yang bertikai,โ ungkapnya.
Gugurnya ketiga prajurit ini menjadi catatan duka bagi kiprah Indonesia dalam misi perdamaian dunia. Hingga berita ini diturunkan, ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat dan instansi pemerintah sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengorbanan mereka.








