RIOUW, PropamNewsTv.Id/ โ Provinsi Riau kini dalam kondisi siaga setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan drastis titik panas (hotspot) yang mencapai 213 titik pada Sabtu (28/3). Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah terdampak parah dengan 91 titik, disusul Kabupaten Pelalawan dengan 76 titik yang memicu penurunan kualitas udara dan jarak pandang.
โPrakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Anggun R, mengungkapkan bahwa data terbaru hingga pukul 07.00 WIB menunjukkan konsentrasi titik panas tidak hanya berada di Riau, namun tersebar di seluruh Sumatera dengan total 350 titik.
โ”Provinsi Riau merupakan yang terbanyak.
Selain Bengkalis dan Pelalawan, titik panas terpantau di Indragiri Hilir sebanyak 22 titik, Dumai dan Indragiri Hulu masing-masing 11 titik, serta Siak dan Rokan Hilir masing-masing satu titik,” jelas Anggun dalam keterangan resminya.
โDampak langsung dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ini mulai dirasakan warga. Di Pelalawan, kabut asap menyebabkan jarak pandang menyempit hingga hanya 5 kilometer, sementara di Kampar terpantau sejauh 6 kilometer.
โDi lapangan, upaya pemadaman terus dilakukan secara intensif. Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) saat ini sedang berupaya melokalisir api yang telah melahap ratusan hektare lahan di berbagai titik. Berdasarkan data operasional, kebakaran terluas berada di Desa Teluk Beringin, Kecamatan Kuala Kampar, Pelalawan, dengan estimasi lahan hangus mencapai 53,3 hektare.
โ”Anggota kami masih terus berjibaku di lokasi-lokasi sulit, termasuk di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil yang luas terbakarnya mencapai 22 hektare,” ungkap salah satu petugas lapangan dari unit Dalkarhutla Wilayah Sumatera.
โKondisi serupa juga dilaporkan terjadi di Desa Pulau Muda (Pelalawan) seluas 20 hektare dan Desa Talang Jerinjing (Indragiri Hulu) seluas 15 hektare.
โSementara itu, dari perspektif masyarakat terdampak, beberapa warga di kawasan Kuala Kampar mulai mengkhawatirkan kesehatan pernapasan mereka akibat asap yang kian menebal. “Asapnya sudah mulai terasa perih di mata kalau pagi hari. Kami berharap api segera padam supaya lahan kebun kami tidak ikut ludes,” ujar Rahmat, salah seorang warga di sekitar lokasi kebakaran.
โSecara regional, sebaran titik panas di Sumatera lainnya tercatat berada di Kepulauan Riau (52), Sumatera Utara (37), Sumatera Barat (14), Jambi (11), Sumatera Selatan (7), Bengkulu (6), Bangka Belitung (5), dan Aceh (4). Prioritas pemadaman saat ini difokuskan pada area yang dekat dengan pemukiman dan kawasan konservasi guna mencegah dampak lingkungan yang lebih luas. cd/Red








