TANGERANG –//Propamnewstv.id-Pemanfaatan limbah industri kini tak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan sosial. Hal tersebut terlihat dalam program pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dari PLTU Lontar yang melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas I Tangerang melalui Program Jawara Beton.
Kegiatan ini ditinjau langsung oleh Direktur Utama Darmawan Prasodjo bersama Direktur Utama Bernadus Sudarmanta dan Senior Manager PT PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar Ria Indrawan dalam kunjungan ke Lapas Kelas I Tangerang pada 12 Februari 2026.
Kunjungan tersebut merupakan undangan dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Agus Andrianto yang ingin melihat secara langsung implementasi program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pemanfaatan material FABA yang dihasilkan oleh PT PLN Indonesia Power dari PLTU Lontar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan RI Didit Herdiawan yang memberikan dukungan terhadap pengembangan produk konstruksi berbasis FABA untuk kebutuhan pembangunan masyarakat, termasuk di kawasan pesisir dan desa nelayan.
Kolaborasi Strategis PLN dan Kementerian
Program Jawara Beton menjadi salah satu bentuk kolaborasi strategis antara PLN Group dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menciptakan pembinaan produktif bagi WBP. Lebih dari 60 warga binaan terlibat dalam kegiatan produksi berbagai bahan konstruksi ramah lingkungan seperti paving block, batako, dan kanstin yang diolah dari material FABA.
Direktur Utama Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa program ini merupakan contoh nyata sinergi lintas sektor dalam memanfaatkan potensi yang ada untuk pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, FABA dari PLTU memiliki kualitas material yang sangat baik karena Fly Ash berfungsi seperti semen dan Bottom Ash seperti pasir, sehingga dapat menghasilkan produk konstruksi dengan kualitas tinggi namun biaya produksi lebih rendah.
“Pemanfaatan FABA ini tidak hanya mengurangi biaya produksi tetapi juga menghasilkan produk berkualitas tinggi. Bahkan pemanfaatannya kini mulai diperluas untuk masyarakat, termasuk pembangunan di desa-desa nelayan,” ujar Darmawan.
Ia juga menegaskan bahwa PLN akan terus mendukung berbagai program pemerintah dengan membangun rantai pasok yang kuat agar pemanfaatan produk hasil pembinaan tersebut dapat terus berkembang.
Apresiasi Pemerintah
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Agus Andrianto menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN dalam program pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.
Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya menghasilkan produk konstruksi berkualitas tetapi juga memberikan keterampilan nyata bagi warga binaan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat.
“Produk ini merupakan hasil kerja sama yang luar biasa antara Lapas dan PLN. Harapannya dapat memberikan kontribusi bagi penyediaan bahan bangunan yang lebih terjangkau serta mendukung berbagai program pembangunan nasional,” kata Agus.
Sementara itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan RI Didit Herdiawan mengungkapkan bahwa produk yang dihasilkan para warga binaan memiliki potensi besar untuk mendukung berbagai pembangunan infrastruktur.
“Saya sudah melihat langsung produk-produk yang dihasilkan oleh warga binaan. Hasilnya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan perumahan, jalan, dan kebutuhan konstruksi lainnya,” ujarnya.
Bekal Kemandirian Warga Binaan
Program Jawara Beton di Lapas Kelas I Tangerang dirancang sebagai program pembinaan unggulan untuk meningkatkan keterampilan, disiplin, dan kemandirian para warga binaan.
Melalui pelatihan intensif dan pendampingan dari tim PT PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar, para WBP dibekali kemampuan teknis dalam mengolah FABA menjadi produk beton berkualitas tinggi yang memenuhi standar uji kuat tekan.
Program yang telah berjalan hampir dua tahun ini terus menunjukkan perkembangan signifikan. Mulai dari peningkatan fasilitas produksi, penerapan standar mutu yang lebih ketat, hingga inovasi produk konstruksi yang semakin beragam.
Keberhasilan tersebut membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat komitmen PLN Group dalam mendukung ekonomi sirkular, pengelolaan limbah berkelanjutan, serta pemberdayaan sumber daya manusia secara inklusif.
Dengan kolaborasi lintas sektor ini, pemanfaatan limbah industri tidak lagi dipandang sebagai masalah, melainkan menjadi peluang baru untuk menciptakan nilai ekonomi sekaligus memberikan harapan bagi para warga binaan dalam membangun masa depan yang lebih baik.
Red..








