DPW JPMI Banten Geruduk Aksi Demontrasi Soroti Dugaan Penyimpangan Anggaran Destinasi Wisata, Desak APH dan Gubernur Bertindak Tegas

- Reporter

Selasa, 3 Maret 2026 - 00:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANTEN –//propamnewstv.d/-Dewan Pimpinan Wilayah Jaringan Pemuda Mahasiswa Indonesia (DPW JPMI) Banten menggelar aksi penyampaian pendapat di muka umum pada Senin, 02 Maret 2026, sebagai bentuk kontrol sosial terhadap realisasi Anggaran Pembangunan Destinasi Pariwisata di Provinsi Banten Tahun Anggaran 2022–2025.

Aksi tersebut dilaksanakan berlandaskan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, yang menjamin hak warga negara untuk menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab.

DPW JPMI Banten menyoroti secara khusus pembangunan dan penataan tata kelola destinasi wisata Situ Cikoncang di Desa Ketapang, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, serta destinasi wisata Lembur Mangrove Citeureup di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Berdasarkan hasil kajian, investigasi, dan penelusuran lapangan, DPW JPMI Banten menduga adanya ketidakwajaran dalam serapan anggaran pembangunan destinasi wisata tersebut.

Pembangunan Situ Cikoncang disebut menghabiskan anggaran hingga puluhan miliar rupiah, dugaan dengan satu tahapan pembangunan mencapai sekitar Rp.9 miliar, disusul tahapan lanjutan yang kembali menyerap anggaran miliaran rupiah untuk berbagai fasilitas penunjang.

Namun demikian, besarnya anggaran tersebut dinilai tidak sebanding dengan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Banten maupun dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dugaan tersebut diperkuat dengan minimnya tingkat kunjungan wisata pasca pembangunan serta analisis terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Koordinator Aksi DPW JPMI Banten, Entis Sumantri, yang akrab disapa Tayo, dalam keterangannya menegaskan bahwa pihaknya juga menemukan indikasi lemahnya transparansi dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengelolaan pembangunan destinasi wisata yang berada di bawah kewenangan Dinas Pariwisata Provinsi Banten.

Menurut Entis bahwasanya Bulan Ramadhan, bukan menjadi persoalan dan hambatan untuk menyampaikan suara-suara kebenaran karena ramadhan adalah bulan yang suci yang penuh ampunan dan keberkahan, maka di bulan suci ini para kaum-kaum oligarki pun harus di sucikan agar tidak membuat rakyat murka, atas perbuatan yang mereka lakukan menggerogoti hak rakyat.”

“Kami menduga kuat telah terjadi penyalahgunaan kewenangan atau abuse of power dalam pengelolaan anggaran pembangunan destinasi wisata di Banten. Anggaran yang begitu besar tidak berdampak signifikan terhadap peningkatan PAD maupun kesejahteraan masyarakat. Ini harus diusut secara serius,” tegas Tayo.

Dalam aksi tersebut, DPW JPMI Banten menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), baik Kejaksaan Tinggi Banten maupun Polda Banten, untuk segera melakukan penyelidikan dan penyidikan menyeluruh terhadap dugaan penyimpangan anggaran pembangunan destinasi wisata Situ Cikoncang pada tahun anggaran 2023, 2024, dan 2025.

Selain itu, DPW JPMI Banten juga mendesak Gubernur Banten agar segera memanggil dan mengevaluasi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten atas dugaan ketidaktransparanan dan penyalahgunaan kewenangan, termasuk dalam pembangunan destinasi wisata Lembur Mangrove Citeureup di Kabupaten Pandeglang.

“Kami menuntut keterbukaan informasi publik secara menyeluruh terkait perencanaan, realisasi, dan pengelolaan anggaran pembangunan pariwisata di Provinsi Banten. Bahkan, kami meminta Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten untuk mundur dari jabatannya karena diduga gagal mengelola sektor pariwisata,” tambahnya.

DPW JPMI Banten juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal penggunaan anggaran publik agar benar-benar tepat sasaran, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat, bukan kepentingan segelintir pihak.

Maka ini bukan langkah akhir dalam mengawal persoalan tersebut, tetapi ini awal kita berjuang maka kami akan secepatnya menggelar aksi jilid II hingga Aksi di Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Red

Berita Terkait

Kolaborasi Lintas Sektor, PMI Belu Bentuk Pokja AMPD Tegaskan Komitmen Jadi Daerah Tangguh Bencana
𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗞𝘂𝗮𝗻𝘀𝗶𝗻𝗴 𝗗𝗲𝘀𝗮𝗸 𝗥𝗲𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗝𝗮𝗻𝗷𝗶 𝗣𝗲𝗺𝗽𝗿𝗼𝘃 𝗥𝗶𝗮𝘂 𝗧𝗲𝗿𝗸𝗮𝗶𝘁 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻𝗮𝗻 𝗝𝗮𝗹𝘂𝗿 𝗜𝗻𝗱𝘂𝘀𝘁𝗿𝗶 𝗚𝘂𝗻𝘂𝗻𝗴 𝗦𝗮𝗵𝗶𝗹𝗮𝗻–𝗦𝗮𝗸𝗼
Tutup Kabel Optik Diduga Jadi Penyebab Lakalantas di Jalan Raya KM 30.1 Serang–Tangerang
Pangdam XII/Tpr Sambut Kunjungan Menko Infrastruktur di Singkawang
Satgas TMMD Ke-127 Kodim 1203/Ketapang dan Warga Selangkut Raya Kompak Bangun Gorong-Gorong Demi Kelancaran Akses Desa
Pangdam XII/Tpr Instruksikan Prajurit Yonkav 12/BC Jadi Solusi Kesulitan Rakyat
Dandim 1204/Sanggau Besuk Anggota yang Sakit, Wujud Kepedulian dan Solidaritas Satuan
Perkuat Kerja Sama Maritim Indonesia–Jepang, Dandim 1310/Bitung Hadiri Cocktail Party Kunjungan Kapal Latih Jepang di Sulut

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 01:01

Kolaborasi Lintas Sektor, PMI Belu Bentuk Pokja AMPD Tegaskan Komitmen Jadi Daerah Tangguh Bencana

Selasa, 3 Maret 2026 - 00:21

𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗞𝘂𝗮𝗻𝘀𝗶𝗻𝗴 𝗗𝗲𝘀𝗮𝗸 𝗥𝗲𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗝𝗮𝗻𝗷𝗶 𝗣𝗲𝗺𝗽𝗿𝗼𝘃 𝗥𝗶𝗮𝘂 𝗧𝗲𝗿𝗸𝗮𝗶𝘁 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻𝗮𝗻 𝗝𝗮𝗹𝘂𝗿 𝗜𝗻𝗱𝘂𝘀𝘁𝗿𝗶 𝗚𝘂𝗻𝘂𝗻𝗴 𝗦𝗮𝗵𝗶𝗹𝗮𝗻–𝗦𝗮𝗸𝗼

Selasa, 3 Maret 2026 - 00:13

DPW JPMI Banten Geruduk Aksi Demontrasi Soroti Dugaan Penyimpangan Anggaran Destinasi Wisata, Desak APH dan Gubernur Bertindak Tegas

Selasa, 3 Maret 2026 - 00:01

Tutup Kabel Optik Diduga Jadi Penyebab Lakalantas di Jalan Raya KM 30.1 Serang–Tangerang

Senin, 2 Maret 2026 - 23:35

Pangdam XII/Tpr Sambut Kunjungan Menko Infrastruktur di Singkawang

Senin, 2 Maret 2026 - 14:22

Pangdam XII/Tpr Instruksikan Prajurit Yonkav 12/BC Jadi Solusi Kesulitan Rakyat

Senin, 2 Maret 2026 - 14:12

Dandim 1204/Sanggau Besuk Anggota yang Sakit, Wujud Kepedulian dan Solidaritas Satuan

Senin, 2 Maret 2026 - 13:54

Perkuat Kerja Sama Maritim Indonesia–Jepang, Dandim 1310/Bitung Hadiri Cocktail Party Kunjungan Kapal Latih Jepang di Sulut

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x