Warga Jayanti Geram ! Ratusan Tiang dan Kabel Internet Dipasang Tanpa Izin Lingkungan 

- Reporter

Minggu, 22 Februari 2026 - 07:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Tangerang, Banten, // PropamNewstv.id -( 22 Pebruari 2026 ). – Aktivitas penurunan ratusan tiang jaringan internet di Kampung Jayanti RT 16 RW 06, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, menuai protes keras dari warga setempat.

Pasalnya, kegiatan penempatan dan rencana pemasangan tiang tersebut diduga dilakukan tanpa izin lingkungan maupun persetujuan masyarakat dan aparatur wilayah setempat.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat malam (20/2/2026), ketika dua unit truk jenis Fuso dengan nomor polisi ( B 8123 OF ) truk Fuso berwarna Oren. Sekitar pukul 22.00 Wib sampai selesai pembongkaran, menurunkan ratusan tiang internet dan puluhan gulungan kabel internet yang begitu panjang sampai berkilo-kilo ,ke sebuah lapak kontrakan yang berada di tengah lingkungan pemukiman warga.

Berdasarkan data yang dihimpun di lokasi, sedikitnya 332 tiang internet telah diturunkan dan disimpan di area tersebut.

Namun hingga kini, pihak pelaksana belum dapat menunjukkan dokumen perizinan resmi, baik dari RT/RW, pemerintah desa, kecamatan, maupun instansi penegak Peraturan Daerah seperti Satpol PP.

Warga mengaku tidak pernah di beri pemberitahuan. Sejumlah warga mengaku terkejut dengan keberadaan tiang-tiang tersebut karena tidak pernah ada sosialisasi maupun pemberitahuan sebelumnya.

“Kami sebagai warga tidak pernah diberitahu. Tidak ada izin lingkungan, tidak ada koordinasi dengan RT, RW, maupun masyarakat. Tiba-tiba tiang internet sudah diturunkan begitu saja di lingkungan kami,” ujar salah seorang warga.

Warga menilai tindakan tersebut telah mengabaikan prosedur dan berpotensi menimbulkan keresahan serta konflik sosial di lingkungan pemukiman.

Penanggung Jawab akui izin belum selesai

saat dikonfirmasi di lokasi, terdapat tiga orang yang mengaku sebagai penanggung jawab lapangan, yakni Topan, Alpin, dan Dede.

Namun, mereka mengakui bahwa dokumen perizinan belum sepenuhnya selesai.

“Memang surat izinnya belum beres. Masih dalam proses,” ungkap salah satu penanggung jawab lapangan.

Pengakuan tersebut semakin memperkuat dugaan warga bahwa penurunan dan penitipan material tiang internet dilakukan sebelum seluruh proses perizinan rampung secara administratif dan legal.

Warga pertanyakan legalitas dan perusahaan pelaksana. Selain persoalan izin lingkungan, warga juga mempertanyakan legalitas proyek tersebut, termasuk identitas perusahaan penyedia layanan internet yang bertanggung jawab atas pengadaan dan pemasangan tiang jaringan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, tidak ditemukan papan informasi proyek maupun keterangan resmi terkait nama perusahaan, nomor izin, atau penanggung jawab kegiatan secara hukum.

Warga menilai kondisi ini melanggar prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pembangunan infrastruktur, khususnya yang berada di wilayah pemukiman.

“Seharusnya izin lingkungan, izin bongkar muat, dan izin penitipan barang diselesaikan terlebih dahulu sebelum material diturunkan. Ini justru sebaliknya, barang sudah datang, tapi izin belum ada. Ini jelas meresahkan masyarakat,” tegas warga lainnya.

Berpotensi langgar UU Telekomunikasi

secara hukum, setiap pembangunan infrastruktur telekomunikasi, termasuk pemasangan tiang jaringan internet, wajib memenuhi ketentuan perizinan dan persetujuan pihak terkait.

Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, antara lain :

* Pasal 11 ayat (1): Penyelenggara telekomunikasi wajib memiliki izin dari pemerintah.

* Pasal 13: Penggunaan atau pemanfaatan tanah milik pihak lain harus mendapat persetujuan pemilik dan memberikan ganti rugi.

* Pasal 15: Pihak yang dirugikan berhak menuntut kompensasi.

* Pasal 47: Pelanggaran terhadap kewajiban perizinan dapat dikenakan sanksi pidana penjara hingga 10 tahun dan/atau denda maksimal Rp1,5 miliar.

Selain itu, ketentuan perizinan lingkungan dan administrasi wilayah juga diatur melalui Peraturan Daerah serta regulasi pemerintah daerah setempat.

Warga desak pemerintah dan Satpol PP bertindak, warga kini mendesak pemerintah desa, kecamatan, dan Satpol PP untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan dan penertiban terhadap aktivitas tersebut.

“Kami meminta pemerintah desa, kecamatan, dan Satpol PP segera menindaklanjuti. Jangan sampai kegiatan tanpa izin seperti ini dibiarkan dan menjadi preseden buruk,” ujar warga.

Warga juga meminta agar seluruh aktivitas pemasangan tiang internet dihentikan sementara sampai seluruh dokumen perizinan dinyatakan lengkap dan sah secara hukum.

Material masih tersimpan, warga akan terus mengawal. Hingga saat ini, ratusan tiang internet tersebut masih tersimpan di lapak kontrakan di Kampung Jayanti.

Belum ada aktivitas pemasangan lanjutan, namun warga tetap waspada dan berkomitmen mengawal persoalan tersebut.

Kasus ini menjadi sorotan masyarakat sebagai contoh pentingnya kepatuhan terhadap aturan dalam setiap pembangunan infrastruktur, sekaligus sebagai pengingat bahwa hak masyarakat dan ketertiban lingkungan harus menjadi prioritas utama. ( Toni )

Berita Terkait

Kades Arjasari Jenguk Warga Sakit, Tunjukkan Kepedulian Sosial
Polisi Siaga, Balap Liar Jadi Fokus Patroli KRYD
Sudirta, Kepala Desa Arjasari yang Berjiwa Sosial Tinggi
𝗟𝗮𝗸𝗮 𝗟𝗮𝗻𝘁𝗮𝘀 𝗱𝗶 𝗞𝗮𝗺𝗽𝘂𝗻𝗴 𝗕𝗮𝗿𝘂 𝗦𝗲𝗻𝘁𝗮𝗷𝗼 𝗞𝘂𝗮𝗻𝘀𝗶𝗻𝗴 𝗥𝗶𝗮𝘂 “𝗦𝗲𝗱𝗮𝗻 𝗔𝗹𝘁𝗶𝘀 𝗥𝗶𝗻𝗴𝘀𝗲𝗸 𝗨𝘀𝗮𝗶 𝗔𝗱𝘂 𝗞𝗮𝗺𝗯𝗶𝗻𝗴 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗧𝗿𝘂𝗸 𝗘𝗹𝗽𝗶𝗷𝗶”
Hadiri Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2026, Danrem 121/Abw mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah
DPRD Kabupaten Tangerang Disorot, Dinilai “Cuci Tangan” dan Lempar Tanggung Jawab ke Pemka
Komitmen Ramadhan 1447 H, SPBU 34.422.07 Panimbang Hadirkan Layanan Prima Saat bulan suci Ramadhan.
Jelang Ramadan 2026, Polsubsektor Terminal 2 Soetta Imbau Penumpang Jaga Kamtibmas

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 11:42

Kades Arjasari Jenguk Warga Sakit, Tunjukkan Kepedulian Sosial

Minggu, 22 Februari 2026 - 10:43

Polisi Siaga, Balap Liar Jadi Fokus Patroli KRYD

Minggu, 22 Februari 2026 - 10:34

Sudirta, Kepala Desa Arjasari yang Berjiwa Sosial Tinggi

Minggu, 22 Februari 2026 - 10:30

𝗟𝗮𝗸𝗮 𝗟𝗮𝗻𝘁𝗮𝘀 𝗱𝗶 𝗞𝗮𝗺𝗽𝘂𝗻𝗴 𝗕𝗮𝗿𝘂 𝗦𝗲𝗻𝘁𝗮𝗷𝗼 𝗞𝘂𝗮𝗻𝘀𝗶𝗻𝗴 𝗥𝗶𝗮𝘂 “𝗦𝗲𝗱𝗮𝗻 𝗔𝗹𝘁𝗶𝘀 𝗥𝗶𝗻𝗴𝘀𝗲𝗸 𝗨𝘀𝗮𝗶 𝗔𝗱𝘂 𝗞𝗮𝗺𝗯𝗶𝗻𝗴 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗧𝗿𝘂𝗸 𝗘𝗹𝗽𝗶𝗷𝗶”

Minggu, 22 Februari 2026 - 07:59

Hadiri Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2026, Danrem 121/Abw mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah

Minggu, 22 Februari 2026 - 07:31

Warga Jayanti Geram ! Ratusan Tiang dan Kabel Internet Dipasang Tanpa Izin Lingkungan 

Minggu, 22 Februari 2026 - 07:27

Komitmen Ramadhan 1447 H, SPBU 34.422.07 Panimbang Hadirkan Layanan Prima Saat bulan suci Ramadhan.

Minggu, 22 Februari 2026 - 07:22

Jelang Ramadan 2026, Polsubsektor Terminal 2 Soetta Imbau Penumpang Jaga Kamtibmas

Berita Terbaru

Berita

Polisi Siaga, Balap Liar Jadi Fokus Patroli KRYD

Minggu, 22 Feb 2026 - 10:43

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x