WAMENA, // PropamNewstv – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Papua Pegunungan, Andru Pahabol, menyampaikan komitmennya untuk mendukung program pembangunan 2.000 rumah layak huni bagi masyarakat di Provinsi Papua Pegunungan.
Hal tersebut disampaikan Andru saat memberikan keterangan pada Rabu (18/02/2026), terkait hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin yang digelar pada 2 Desember 2025 laludi Jakarta.
Ia menjelaskan, dalam Rapimnas tersebut, melalui Kementerian Perumahan yang dipimpin langsung oleh Bapak Menteri Maruarar Sirait, diberikan arahan kepada Kadin Provinsi Papua Pegunungan untuk menyiapkan sumber daya manusia guna mendukung pembangunan 2.000 unit rumah di wilayah tersebut.
“Waktu Rapimnas Kadin di Jakarta pada 2 Desember 2025, melalui Kementerian Perumahan, Bapak Maruarar Sirait memberikan petunjuk kepada kami untuk melatih dua sampai tiga orang dalam rangka mewujudkan pembangunan 2.000 rumah di Provinsi Papua Pegunungan,” ujar Andru.
Ia mengaku menyambut baik arahan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada Menteri Perumahan serta Presiden Prabowo Subianto atas dukungan pembangunan perumahan bagi masyarakat Papua Pegunungan.
“Kami sangat menyambut dan menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Bapak Menteri Perumahan Maruarar Sirait dan Bapak Presiden Prabowo atas berkat dan anugerah untuk membangun perumahan bagi masyarakat kami di Provinsi Papua Pegunungan,” katanya.
Menurut Andru, program pembangunan 2.000 rumah ini juga sejalan dengan visi dan misi Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, dalam menyediakan rumah layak huni bagi masyarakat.
Adapun pembangunan rumah tersebut akan tersebar di delapan kabupaten, yakni:
Kabupaten Jayawijaya (Wamena sebagai ibu kota provinsi), Pegunungan Bintang, Yahukimo, Tolikara, Lanny Jaya, Mamberamo Tengah, Yalimo dan Kabupaten Nduga.
Andru menegaskan bahwa Kadin tidak akan melangkahi kebijakan pemerintah daerah. Seluruh proses pelaksanaan program akan mengikuti petunjuk Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan.
“Kami tidak bisa melangkahi apa pun yang diperintahkan atau diberikan petunjuk oleh Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, karena kami adalah mitra dan bagian dari pembinaan pemerintah provinsi,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Kadin Papua Pegunungan akan mengirimkan dua hingga tiga orang ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan bidang perumahan selama dua bulan. Pelatihan tersebut akan memadukan teori dan praktik.
“Dalam waktu dekat, kami akan mengirim dua sampai tiga orang ke Jakarta. Mereka akan belajar selama dua bulan. Satu hari mendapat teori tertulis, hari berikutnya praktik. Jadi mereka benar-benar belajar teori dan praktik,” jelas Andru.
Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta diharapkan kembali ke Papua Pegunungan dengan bekal ilmu yang matang untuk terlibat langsung dalam pembangunan 2.000 rumah tersebut.
Andru juga berharap adanya dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan serta koordinasi intensif dengan Kementerian Perumahan agar proses pembangunan berjalan lancar.
“Kami membutuhkan dukungan dari semua pihak, terutama Bapak Gubernur dan jajaran Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan. Harapan kami, koordinasi dengan Kementerian Perumahan terus berjalan baik, sehingga ketika mereka kembali ke daerah, mereka sudah siap membangun rumah-rumah tersebut dengan kemampuan yang matang,” pungkasnya.








